
Dikamus.
Siang pun tiba Adiba dan shindy baru saja keluar dari kelas , mereka berdua beralih ke kantin untuk mengerjakan beberapa tugas kuliah disana.
"Adiba,lu kenape mukanya di tekuk gitu" Shindy heran melihat raut muka Adiba tak seperti biasanya.
"Kenapa muka gue, nggak papa ko!! " ucap Adiba singkat sembari mengetik di laptopnya.
"uda deh cerita aja" pinta shindy.
"cerita apaan!!"
"ya cerita, mungkin lu mau gitu curhat sama gue" ucap shindy sembari menyeruput jus .
"nggak ada,gue hanya mikirin skripsi gue yang belum kelar" jawab Adiba.
"btw lu udah..." shindy tak melanjutkan perkataannya.
"udah apa?" tanya Adiba.
"uda malam p-pertama belum" ucap shindy ragu.
"Apaan sih belum lah" jawab Adiba santai.
"Apa!! serius! "
"iss apaan sih bahas disini,rame tau" ucap Adiba seraya memasukkan laptopnya dalam tas.
"iya -iya maaf" ucap shindy.
"lu mau kemana?" tanya shindy melihat Adiba memasukkan laptop dalam tas.
"mau pulang tugas gue dikit lagi selesai, nanti malam gue lanjutin lagi ,bayyyy shindy" ucap Adiba berdiri meninggalkan shindy sendirian dikantin.
"hah!!... Adiba kebiasaan deh suka ninggalin gue sendiri" Shindy menghela nafas kasar.
***
Di malam hari Adiba sedang mengerjakan tugas kuliah di kasur , dengan kaki yang selonjoran dan bantal yang ditimpa laptop di atas nya.Adiba sangat fokus mengerjakan tugas kuliah nya ia tak mau banyak pikiran gara-gara tugas yang belum di kerjakan ,Adiba sangat tidak suka menumpuk pekerjaan.waktu terus berjalan hingga menunjukkan jam 22.00 malam.
"Ya ampun sudah jam segini" ucap Adiba sembari melihat ke arah pintu.
"mas Ray belum pulang juga"
"ah, kencing dulu deh baru ,baru tidur" Adiba pun beralih ke kamar mandi.
Tak lama Adiba masuk kamar mandi ,Ray pun memasuki kamar.
"Mana Adiba?" tanya nya sendiri sembari meletakkan tas di atas nakas .
Ray yang baru saja duduk di sofa dia mendengar rintikan bunyi air yang menandakan ada orang di dalam kamar mandi ,Ray pun berdiri berjalan menuju pintu kamar mandi.
Setelah Adiba selesai membuang Air kecil ia pun memengang gagang pintu dan menarik nya ,betapa terkejutnya ia melihat Ray di depan kamar mandi.
"Astaghfirullah" kaget Adiba.
__ADS_1
"kamu mas bikin jantungan aja" ucap Adiba sembari memegang dadanya.
"kamu baru pulang ? " tanya Adiba.
"iya,capek banget" Ray pun masuk kedalam kamar mandi.
Adiba melangkah menuju ranjang ia pun sama . sama lelah nya yang mengerjakan tugas kuliah sedari tadi.tak lama Ray pun keluar dari kamar mandi ia langsung melangkah menuju ranjang ia melihat Adiba yang sudah tertidur.
Cepat amet nih cewek tidur.batin Ray
Ray pun tidur di sebelah Adiba.
Esok hari Adiba yang baru saja keluar kampus melihat sekeliling halaman kampus ia mencari ke beradaan shindy yang tak masuk kelas tadi .ia sudah mencari keseluruhan kampus namun nihil shindy tak dapa ia temukan.sedari tadi Adiba sudah menelepon beberapa kali tapi tak diangkat oleh shindy,Adiba tambah kawatir.Adiba pun memutuskan untuk pulang.
Dirumah sepi seperti hari biasanya ,Adiba hanya melihat Art sedang bekerja.Adiba langsung beralih ke kamar tak lama ia masuk kamar terdengar deringan ponsel miliknya ,Adiba melihat layar ponsel nya dan benar saja Shindy yang menelponnya .
Shindy
"Halo ba maaf tadi gue nggak telfon lu ,tadi gue lagi sibuk"
"Sibuk ngapain? gue tadi nyariin lu dikampus ,gua kawatir tau" ucap Adiba.
Shindy
"iya maaf ya,gue nggak papa ko .gue nggak masuk kampus karena ada acara di rumah gue, makasih ya sahabat ku uda kawatir"
"ohh gitu ,ya sudah gak papa"
Shindy
Shindy pun mengakhiri panggilan itu secara sepihak.
"Alhamdulillah,shindy gak papa" Adiba lega sahabat nya tak kenapa-napa.
Adiba pun keluar menuju dapur mencari keberadaan Art.
"eh,non ngapain?" tanya bibi Lastri .
"oh,ini bi aku mau makan laper" Adiba cengengesan.
"ohwalah gitu to,ayok bibi siap kan makanan ,non tunggu di meja ya ." pinta Lastri,Adiba pun nurut .
"ini non makanan nya,di makan ya " Lastri memberikan lauk dan nasi untuk Adiba.
"Makasih ya bi ." Adiba pun langsung menyambar makanan itu sangat lahap.
"iya, sama-sama ."
Lastri meninggalkan Adiba ia pun kan melanjutkan pekerjaan yang tertinggal .
Selesai makan Adiba mengambil Air es di kulkas Adiba pun menengguk Air 1 botol sampai habis .Adiba kembali ke meja untuk membersihkan sisa-sisa makanan dan mencuci piring Yang telah ia pake . Setelah mencuci piring Adiba pun kembali ke kamar.
Adiba mengingat banyak tugas kuliahnya yang banyak belum ia kerjakan .Adiba duduk di balkon sambil mengetik tugas nya di laptopnya . beberaoa menit kemudian tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar Adiba pun menghampiri pintu dan membukanya.
"Ada apa bi? ". tanya Adiba.
__ADS_1
"ini non tadi den Ray telfon bibi katanya bibi suruh Anter berkas yang tertinggal di meja terus dianter ke kantor" ucap bibi.
"oh,ya sudah masuk bi" pinta Adiba ,bibi pun mengangguk.
"sudah non ,bibi keluar dulu ya .bibi mau Anter berkas ini ke kantor den Ray" bibi pun pamit keluar.
"tunggu bi" bibi pun menghentikan langkahnya.
"kenapa non?" tanya bibi.
"biar aku yang Anter aja berkasnya ke kantor mas Ray." ucap Adiba.
"memang tidak apa?" tanya bibi.
"iya tidak apa,bibi kasih alamat kantornya ke aku ya" ucap Adiba.
"ini non alamat kantor den Ray ,bibi sudah kirim." bibi mengirimkan alamat lewat aplikasi hijau
"ok,makasih" ucap Adiba.
✨✨✨✨
Adiba pun sampai didepan kantor Ray ia memandang kagum melihat sekeliling,ia tak menyangka kantor Ray sebesar ini. Adiba masuk ia ke meja resepsionis untuk menanyakan ruangan Ray.
"permisi mba,saya mau tanya ruang milik pak Ray di mana ya". ucap Adiba sopan.
"maaf untuk kepentingan apa ya?" tanya resepsionis.
"saya mau mengantarkan berkas ini kepada pak Ray,pak Ray sendiri yang meminta.kalau mba tidak percaya bisa langsung hubungi pak Ray" resepsionis pun menghubungi Ray.
"iya mba silahkan, ruangan pak Ray ada di lantai 20 ya" ucap resepsionis mempersilahkan setelah memberitahu tentang berkas kepada Ray .
Adiba masuk lift dan menekan tombol 20 . setelah itu lift pu. terbuka ia kembali Kagum akan keindahan interior kantor milik Ray.Adiba mengetuk salah pintu saat melihat nama di depan pintu tersebut.
Rayhan yang sedang fokus mengetik di laptopnya, tiba-tiba terdengar ketukan pintu ia pun membuang suara untuk mempersilahkan masuk.
Di luar Adiba mendengar suara suaminya mempersilahkan masuk ia pun akhirnya masuk.
"Mas..ini berkas-berkas kamu yang tertinggal" ucap Adiba menyerahkan berkas tersebut di meja ,Ray yang sedang fokus tiba-tiba terkejut akan suara tak Asing baginya.Ray pun menoleh ke arah Adiba.
"kamu..kok kamu yang Antar tadi kan saya suruh bibi yang mengantarkan berkas itu" ungkap Ray sembari menatap Adiba .
"i-ya mas ,tadi aku yang mau ngater aja"ucap Adiba terbata-bata.
"Oke lah sudah terlanjur juga" Ray pun mengambil berkas tersebut di meja.
"i-ya mas ,ya sudah kalau begitu aku pulang dulu ya mas.." ucap Adiba canggung .
"ya" ucap Ray singkat.
Adiba pun beralih menuju pintu keluar tetapi sebelum sampai di pintu Adiba di kejutkan oleh deringan ponselnya .
Bersambung 🥀
Gaes maaf ya ceritanya ga jelas aku juga lagi sibuk,jadi ga bisa nulis dengan teratur,dan jangka waktu nya lama ya gaes🙂🙏.aku disini hanya nulis pas lagi gabut
__ADS_1