MENGEJAR CINTA PAK SUAMI

MENGEJAR CINTA PAK SUAMI
Membela


__ADS_3

Selesai makan malam Syarifa dan anak-anak nya pergi meninggalkan meja makan kembali keaktivitasnya masing-masing .Syarifa sebelum pergi ke kamar ia tak lupa menyuruh salah satu Art untuk mengantarkan makanan untuk menantunya Adiba. Reno ke kamar sedangkan Revan ke ruang tamu untuk menonton TV.


tok tok tok…


Bibi mengetok pintu kamar Ray .


Adiba mendengar ketukan pintu tersebut ia buru-buru membukakan pintunya.


"iya ada apa ya Bu" tanya Adiba


"ini non makanan tadi saya di suruh nyonya untuk mengantarkan makanan untuk nona" jawab bibi


"oiya terimakasih bi"


"Sama-sama non saya permis" bibi pamit meninggalkan kamar untuk segera menyelesaikan pekerjaannya lagi di dapur


Adiba menerima makanan dan segera memakan dengan lahap ia begitu lapar apalagi baru selesai membersihkan kamar suaminya yang begitu kotor tadi.


Adiba yang baru selesai makan ia tiba-tiba meneteskan Air matanya ia keingat sang Ayah yang baru saja meninggal . Adiba tak ingin berlama-lama menagis ia memutuskan udah pergi ke dapur menaruh piring alas makanan nya itu.


Di dapur.


selesai ia menaruh piring dan mencuci nya ia ingin kembali ke kamar tetapi ia mendengar ada ribut-ribut seperti dari arah ruang tamu.


"Ada apa ya di sana kayanya suaranya dari ruangan tamu deh"


"Coba aku kesana deh" Adiba penasaran dengan ribut-ribut ia melangkah kan kakinya kesana.

__ADS_1


Ruang tamu.


"kamu dari mana hah!! uda malam baru pulang ,main gak ingat pulang" tanya Revan pada Reyna adik perempuan nya dengan nada keras


"Aku dari rumah sara bang Revan" jawab Reyna dengan nada ketus.


"pokoknya gua gak mau lihat lu pulang malam kaya gini lagi uda jam berapa ini"


"kalau sampai gua liat lu pulang jam segini gua gampar ,ngerti ?"


ucap ngancam


"jawab diam saja"


"hmmm gua ngerti" jawab Reyna berdehem Ketus pada kakaknya Revan .


"Dasar tidak sopan" Revan ingin menampar Reyna tetapi di tangkis oleh Adiba tiba-tiba ,Revan melihat Adiba dengan tatapan tajam Adiba masih memegang tangan Revan pun langsung melepaskan nya.


"Kamu boleh tegas tetapi jangan sampai main tangan apalagi sama perempuan" ucap Adiba


"Dia makin lama semakin tidak sopan sama kakaknya makanya aku ingin memberi pelajaran untuk nya" Jawab Revan


"tidak begini caranya"


"terus gimana caranya hah!!!!"


Revan balik bertanya kepada Adiba

__ADS_1


"Cukup tegas dan tidak bermain tangan ,itu kebi dari cukup kalau kamu melakukan dengan baik dan tepat" Adiba.


"sudah lah aku capek mau tidur"


ucap Reyna mau menuju kamarnya.


"heh!! mau kemana kamu aku belum selesai memberi mu pelajaran" ucap Revan sedikit berteriak.


"Sudahlah jangan seperti itu adikmu seperti nya capek" ucap Adiba.


"iya,terus kamu ngapain kamu ke ruang tamu btw perkenalkan nama ku Revan " tanya Revan


"hmm tadi aku penasaran ada ribut-ribut jadi aku kesini ,ohh nama kamu Revan terus yang tadi namanya siapa " Adiba balik bertanya


"yang tadi namanya Reyna " jawab Revan


"kalau kamu anak ke berapa " Adiba.


"Bang Ray anak pertama setelah itu bang Reno terus aku setelah itu Reyna" Revan


"ohhh jadi kalian 4 bersaudara" ucap Adiba


"iya,yaudah sana kamu kembali ke kamar palingan sedikit lagi bang Ray datang" Revan


"baiklah" berjalan meninggalkan Revan dan segera menuju kamar menunggu suaminya pulang.


waktu sudah menunjukkan pukul 22, Adiba sedari tadi menunggu kepulangan laki -laki yang sekarang sudah menjadi suaminya .ia bolak balik ke jendela sambil melihat ke arah luar sekiranya ada mobil yang datang siapa tau itu mobil suaminya tapi nihil suaminya tak kunjung datang ia kembali duduk di sofa sambil memandang foto sang ayah yang baru saja meninggal dunia ,ia tidak nyangka ayah nya meninggalkannya secepatnya ini dan ia juga tidak menyangka ia bisa nikah secepat ini juga padahal ia tidak mengenal siapa laki-laki yang ia nikahi itu . Adiba meratapi nasibnya sekarang bahkan ia harus serumah sama orang yang dia tidak kenal sama sekali dan sebaliknya keluarga suaminya tidak mengenal nya sama sekali tetep di harus bertahan demi amanah sang Ayah . entah beberapa lama ia meratapi nasibnya ia sekarang sudah terlelap dengan tidurnya di sofa sambil memegang ponsel nya itu. tanpa sadar ada seseorang masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


Bersambung 🥀


__ADS_2