MENGEJAR CINTA PAK SUAMI

MENGEJAR CINTA PAK SUAMI
Di larang kerja


__ADS_3

Seseorang itu adalah Ray yang baru saja pulang entah dari mana ,Ray melihat Adiba sudah terlelap dalam tidur nya di sofa masih memegang ponsel nya itu. Ray yang melihat itu ia hanya diam saja dan langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh yang terasa gerah.


Di pagi hari di jam 5 Adiba terbangun dari tidurnya dan segera wudhu dan melakukan kewajiban nya sebagai muslim . setelah Adiba shalat subuh ia segera menuju dapur ia melihat beberapa Art sedang sibuk memasak untuk sarapan pagi.


Adiba memulai pembicaraan.


"ibu maaf ada yang bisa saya kerjakan?"Adiba


"jangan non ini sudah tugas saya dan teman-teman saya" ucap bi Ina salah satu Art yang sudah lama bekerja di rumah ini


Adiba tersenyum.


"tidak apa-apa bi saya sudah terbiasa melakukan pekerjaan seperti ini,oiya panggil aku Adiba aja gak usah pake non segala"


"baiklah kalau memang non mau membantu,tapi kalau tidak memanggil non masa harus memanggil nama itu kan tidak sopan saya takut di marahin


"ya sudah panggil saja Adiba kalau gak ada orang nanti panggil Adiba aja ya bi, heehhe"


" ok lah kalau begitu,ayok bantu bibi "


"biasanya bibi masak apa kalau Untuk sarapan ?" Adiba bertanya


"biasanya sih hanya roti tetapi hari ini nyonya bilang untuk memasak nasi goreng saja Adiba" bi Ina menjawab


"Alhamdulillah, selesai " ucap bibi


"iya Bu akhirnya selesai juga


masak nya " Adiba


"sudah kamu ke kamar sana nanti bibi saja yang menyiapkan makanan nya ke meja makan"


ucap bibi menyuruh Adiba meninggalkan dapur dan segera kembali ke kamar.


"iya ,bi Adiba tinggal dulu ya"


Adiba membuka pintu kamar. Adiba melihat Suaminya baru saja keluar dari kamar mandi dan itu artinya suaminya sudah mandi dan Ray sedang mengancingkan kerah bajunya ,Adiba terlihat Ray sedang mencari sesuatu di dalam laci lemari Adiba yang melihat nya itu menghampiri Ray dan menanyakan apa yang Ray cari di laci lemari itu.


"Hm ,mas kamu cari sesuatu?" ucap Adiba


"iya" ucap Ray singkat masih sambil mencari sesuatu itu


"cari apa mas ?" Adiba bertanya kembali.


"cari dasi kesayangan saya"


"oohh dasi ,eh tunggu dasi yang warna biru muda yang ada garis-garis putih bukan mas" Adiba teringat tadi malam menemukan dasi itu di bawah ranjang pas Adiba sedang menyapu.


"terus dasi saya sekarang gimana hah!". ucap Ray


"a..ku taruh di tempat cucian kotor mas ,karena aku liat dasi itu berdebu"


"hah" Ray menghela nafas


"Ya sudah saya mau ke kantor dulu"


"eh mas kamu tidak mau sarapan terlebih dahulu"


"tidak ,saya sudah terlambat jadi saya harus buru-buru ke kantor "


ucap Ray melangkah ingin keluar dari pintu kamar tetapi ia berhentikan langkahnya ketika mendengar Adiba memanggilnya lagi.


"tunggu!! ,mas"


"apalagi saya sudah terlambat" ucap Ray sedikit kesal


"aku belum Salim sama kamu mas" ucap Adiba sambil cengengesan

__ADS_1


setelah Adiba mencium punggung tangga suaminya ,Ray pun keluar meninggalkan kan kamar lalu pergi ke kantor.


Di meja makan.


" Adiba mana Ray ehh maksudnya suami kamu " ucap Mama mertua.


"hmm itu mah mas Ray sudah pergi" Adiba.


"kekantor???"


"hmm iii..iya mah mas Ray pergi ke kantor" jawab Adiba ragu-ragu.


"Dasar biasanya juga datang ke kantor agak siangan,ini tumben pagi-pagi uda pergi" Syarifah heran tidak biasanya Ray ke kantor se pagi ini.


"ayo makan Adiba biarkan saja suami mu itu di memang kadang² aneh dan tak bisa di tebak apa maunya" ucap syarifa.


" iya mah" Adiba tersenyum gentir dia sedikit malu-malu dan akhirnya mengambil beberapa makanan untuk nya .


Adiba dan Syarifa akhirnya sarapan . mereka hanya berdua karena yang lain sudah pergi untuk kegiatan masing-masing.setelah sarapan Syarifah mengajak Adiba ke ruang tamu untuk mengobrol .


"hmm..mama boleh nanya gak sama kamu Adiba" Syarifah bertanya tentang sedikit kehidupan nya.


"tentu saja boleh mah,mama mau tanya apa pasti Diba jawab" menjawab sambil tersenyum menatap sang mertua.


"kegiatan kamu sehari-hari kamu apa Adiba?"


"aku kuliah sambil kerja, aku kerja part time di pagi hari aku kuliah dan sore harinya aku bekerja,aku kuliah di universitas Gunadarma"


"Universitas Gunadarma??"


"iya mah aku kuliah di situ" Adiba heran mengapa mama mertua nya terlihat kaget.


"Kamu satu kampus dengan adiknya Ray "


"hmm siapa mah?" Adiba.


"Revan dia juga sedang berkuliah disitu" Syarifah menjelaskan panjang lebar.


"oiya sayang mama boleh minta tolong gak sama kamu " Syarifah.


"minta tolong apa mah katakan saja " Adiba .


"mama mau kamu tidak bekerja lagi sayang dan fokus untuk menjadi seorang istri dan juga fokus dengan kuliah kamu agar cepat lulus" Syarifah minta agar Adiba tidak bekerja lagi.


" Bagaimana ya mah ,aku bekerja juga untuk membayar uang kuliah ku kalau aku tak bekerja Baga bisa membayar nya " ucap Adiba dengan polos


Syarifah tersenyum mendengar jawaban Adiba .dia sedikit kagum sama menantunya itu.


"kamu tidak usah kawatir tentang biaya kuliah kamu Adiba , sekarang kamu sudah menikah seluruh kebutuhan kamu akan di tanggung oleh suami mu "


"tidak mah, aku gak mau orang beranggapan kalau aku hanya mau uang mas Ray" ucap Adiba


"tidak apa-apa Adiba kamu itu sudah jadi tanggung jawab Ray suami kamu dan mama yakin Ray juga tidak akan keberatan Tetang hal ini Adiba". Syarifah tidak ingin menantunya bekerja sambil kuliah itu akan berdampak dengan pernikahan nya karena Adiba terlalu sibuk .


"baiklah mah kalau memang itu mau mama aku akan rengsin dari tempat kerja ku." Adiba menuruti kemauan mama mertua nya untuk tidak bekerja lagi.


"Makasih Adiba " Syarifah sangat senang Adiba nurut akan kata nya.


"hmm tapi ada syaratnya " Adiba ingin usil sama mama mertua nya agar tidak terlalu canggung di antara keduanya .


"lohh kok pake syarat segala sih Adiba." Syarifah pura-pura manyun.


"ya sudah syaratnya apa " Syarifah pun ngalah .


"Syarat nya gampang .mama hanya harus manggil aku dengan sebutan Diba saja . karena kebanyakan orang terdekat ku manggil nya Diba.


" ya ampun kirain apa ,iya -iya mama akan panggil dengan sebutan itu " Syarifah senang dengan sikap lucu menantunya itu.

__ADS_1


Siang hari.


Siang itu Arum baru saja pulang dari sekolah ,Arum menghampiri meja makan untuk memakan siang seperti biasa setelah pulang sekolah.Syarifa yang melihat anak bungsu nya itu sudah pulang sekolah ia pun menghampiri Arum.


"sayang kamu sudah pulang rupanya" Syarifah.


"iya mah" Arum tersenyum .


"kamu kenapa tidak biasanya muka kamu cemberut seperti itu ,ada masalah di sekolah hmm.." Syarifah heran dengan ekspresi Arum tak biasanya cemberut .


"itu loh mah kak Revan ngelarang aku untuk main ke rumah teman aku" Arum mengadu ke mama nya .


"memang nya dia ngelarang kamu alasan nya apa nak" Syarifah bertanya .


"alasan nya kak Revan karena aku dikit lagi mau ulangan makanya gak di bolehin main ke rumah teman,arum bete.." Arum .


" kata Revan benar kok nak kamu jangan main dulu kan dikit lagi mau ulangan ,nanti setelah selesai ulangan boleh kok main .kak Revan ngelarang kamu main karena nilai kamu menurun drastis Arum, mama janji kalau nilai kamu bagus mama beli kan yang Arum mau ya" .Syarifah membujuk agar Arum tak cemberut lagi dan meredah rasa kesalnya sama kakaknya Revan.


"beneran ya mah,mama janji!!!"


"iya sayang mama janji asalkan nilai kamu memuaskan dan rajin belajar.ya sudah makan dulu setelah itu istirahat ya" Syarifah.


Dikamar Adiba sedang membereskan baju-baju sang suami dan dirinya , setelah selesai pekerjaan nya Adiba pun keluar kamar untuk makan siang yang tadi dia sudah memasaknya.Adiba melihat Arum sedang makan ia pun menghampiri meja makan dan menyapa sang adik ipar


"hai kamu baru pulang sekolah ya" Adiba bertanya lembut .


"hmm..iya kak" Arum menjawab singkat.


Adiba tersenyum ternyata Arum mau menjawab pertanyaan nya.


"hmm... kakak boleh tau nama kamu gak habisnya kakak lupa"


"Arum kak"


"ohhh Arum,kamu kelas brp Arum??"


"aku kelas 9 kak"


"cie yang sedikit lagi mau lulus" Adiba.


Arum hanya membalas dengan senyuman.


"kapan kamu ulangan Arum? "


"3 hari lagi kak"


"sudah belajar?"


"belum"


"mau nggak belajar sama kakak?" Adiba memberanikan diri.


"ehhh... Diba kamu uda makan nak?" Syarifah tiba-tiba datang dari arah dapur.


"belum mah"


"tidak usah kak" Arum berbicara dan langsung pergi ke kamar karena sudah selesai makan.


"tidak usah apanya Diba?" Syarifah bertanya kembali.


"oh ..itu mah aku nawarin mau nggak belajar sama Diba tapi Arum nya nggak mau , mungkin masih belum akrab jadinya dia nolak" Adiba menjelaskan


"Arum memang seperti itu sayang ,dia sedikit kurang akrab sama orang yang baru dia kenal tapi kalau sudah kenal lama dia asik kok anaknya "


"ohwalahhh kaya gitu ya mah" Adiba baru mengerti mengapa dari tadi Arum sedikit tak nyaman karena dia susah Akrab sama orang Asing.


"iya sayang, ayok kita makan jangan kebanyakan ngobrol nya"

__ADS_1


"ehh..iya. heheh" Adiba.


Bersambung 🥀


__ADS_2