MENGEJAR CINTA PAK SUAMI

MENGEJAR CINTA PAK SUAMI
Makan malam.


__ADS_3

Hari ini hari Senin hari dimana orang sibuk akan kegiatan yang baru dimulai di Minggu awal setelah libur. Rayhan yang sudah siap-siap untuk pergi kekantor kini masih di depan cermin sembari menyemprotkan parfum di area tertentu di pakaian yang ia pakai.sementara Adiba sedang sibuk memakai jilbab ,pagi ini ia ada kelas pagi yang akan di mulai jam delapan.


"Ba, Uda selesai belum?." tanya Rayhan pada Adiba yang sedang sibuk menusukan jarum pentul di jilbab milik nya.


"Uda nih Uda selesai ." ucap Adiba


"cepat aku tunggu dimobil ya,gak usah sarapan gak keburu ." Ucap Ray meninggalkan kamar menuju garasi.


setelah siap Adiba keluar kamar ,di lorong menuju garasi Adiba berketemu sang mertua ia pun pamit ke kampus dan minta maaf karena gak bisa sarapan dirumah.


"Maaf ya mah,aku gak bisa sarapan aku ada kelas pagi masalahnya." ucap Adiba


"Iya gak papa nak, hati-hati ya ." ucap syarifa ,Adiba pun hanya mengangguk sembari tersenyum.tak lupa ia mencium punggung tangga sang mertua.


Mobil pun berlaju menuju kampus tempat Adiba meraih ilmu,Mobil Ray berhenti di sisi parkiran kampus.Adiba pun keluar mobil, sebelum itu tak lupa mencium punggung tangan suaminya.


"Aku ngampus dulu ya mas."


"Iya hati-hati ya ." ucap Ray


"Iya mas , Assalamualaikum!."


"Waalaikumsalam." sahut Ray. Ray pun Melanjutkan laju perjalanan mobilnya menuju kantor miliknya.


Di kampus Adiba di perhatikan oleh beberapa siswa karena sudah beberapa bulan ini ia selalu diantar jemput oleh mobil mewah milik suaminya itu. Adiba tak ambil pusing , karena untuk nya kuliah untuk menuntut ilmu bukan menuntut gosip unfaedah.


****


Waktu menunjukkan pukul 5 sore,Adiba menggeliatkan setelah ia tertidur di ranjang setelah pulang dari kampus tadi siang.Adiba pun beranjak ke kamar mandi untuk mengambil Air wudhu untuk melaksanakan shalat Asar. Setelah shalat Adiba keluar menuju Dapur ia ingin memasak untuk suaminya dan untuk keluarga di rumah ini.


"Eh non Diba, ngapain ? " ucap si bibi Asisten rumah tangga di rumah ini.


"Eh ini bi aku mau masak kaya biasanya." ucapnya sembari memotong sayuran.

__ADS_1


"Bibi bantu ya." ucap si Bibi.


"Boleh bi hehehe,makasih." Adiba pun memasak untuk makan malam di bantu oleh si bibi kesayangan nya itu di rumah ini.


Setelah selesai memasak Adiba pun meninggalkan dapur menuju kamar . setelah di kamar Adiba menuju kamar untuk mandi dan shalat Maghrib.


****


Makan malam pun tiba , disini saat dimana rumah mewah ini akan rame .karena seluruh anggota keluarga ini akan sibuk ketika siang hari tiba dan akan berkumpul di malam hari.


Malam ini Adiba memasak sayur capcay dan juga lauk pauk kesukaan keluarga ini dan sekarang menjadi keluarga nya juga.


"Ayo ma duduk ." Ucap Adiba sembari menarik kursi untuk mertua nya.


"Makasih sayang,oiya Ray belum pulang ya? "


tanya Syarifah.


"Belum ma."


"Hati-hati Ba, Bang Ray main cewek." ucap Revan.


"Gak mungkin lah kak Ray main Cewek orang nya aja kaya beruang kutub gitu ,mana ada yang mau upss.." Timpal Arum.


"Hahahaha mana ada yang tahan sama bang Revan kecuali Adiba" ucap Reno yang memang dari dulu suka dan merestui pernikahan kakaknya itu.Ia yakin Adiba adalah wanita yang baik.Revan pun sama tetapi dia memiliki cara untuk membuat Adiba mencintai Ray dan sedang kan Arum dia terliat biasa saja dan juga tak membenci Adiba ,Arum memiliki kepribadian mirip seperti Ray yang cuek.


"Udah-udah makan dulu baru ngobrolnya nanti." ucap Syarifa yang melihat Adiba yang tak fokus dengan makannya karena ucapan adik-adik iparnya.


Mereka pun melanjutkan makan dengan tentram dan damai ,ketika makanan sudah mau selesai datang lah seseorang yang dari tadi di bicarakan.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam." ucap sumua serentak.

__ADS_1


"Mas kamu udah pulang." Adiba pun meraih punggung tangan dan mencium nya.


"Iya memang kamu gak suka saya pulang cepat?" tanya Ray Asal.


"suka kok." ucap Adiba seraya tersenyum menatap Ray.Ray pun melihatnya hanya gemas di buatnya.


"Ayo Ray makan dulu nanti aja mesranya dikamar" ucap syarifa yang lain pun hanya tersenyum,Ray pun langsung duduk di sebelah istri nya.


"Seperti nya hubungan lu sama istri lu uda kaya perangko ya ,Gak bisa di pisahkan bisa nih buat cucu untuk mama dan ponakan untuk gue bang" Goda Reno.


"Uhuk..uhuk ...uhukk" Ray tersedak setelah mendengar ucapan sang adik sialan. gimana mau buat cucu untuk sang mama sedangkan ia belum unboxing.


"Mas ini minum dulu. " Adiba memberikan air kepada Ray. Ray pun langsung meminum nya hingga habis .


"lu apaan sih ,gue tonjok lu ya." kesal Ray pada sang adik sialan.


"hahahaha tapi ada benarnya juga kata Reno Ray ." timpal Syarifah,


"Mama juga ikut-ikut aja !" kesal Ray yang mendengar ucapan sang mama.


"Iya-iya maaf,hehehehe" Syarifah tak berhenti tertawa melihat ekspresi wajah anak pertama nya itu .


"Terus gimana sekolah kamu rum?" tanya Ray pada sang adik bungsu kesayangan yang memiliki pribadi yang sama padanya itu.


"Baik-baik aja kok kak." ucap Arum ceria,ia paling sayang pada sang kakak pertama nya ini . Jadi ketika sang kakak bertanya ia akan sangat senang sekali.


"Kamu gak punya pacar kan?" tanya Ray.


"Gak kak."


"Bener?"


"iya sumpah." seraya tersenyum, menunjukkan 2 jari nya

__ADS_1


"Bagus deh,awas kalo Uda pacaran kakak gak akan belikan barang-barang kesukaan kamu lagi! ngerti? " Ray memang sangat keras pada Arum adik perempuannya satu-satunya itu ,ia tak mau ada hal-hal yang tak mau diinginkan yang terjadi pada adiknya nanti nya.


Adiba yang melihat pemandangan itu hanya bisa tersenyum senang melihat Ray sangat perhatian pada sang Adik perempuan.


__ADS_2