
Kini tepat 3 bulan sudah Adiba menyandang menjadi istri Rayhan kehidupan mereka mulai dekat tak ayal Ray sering berbuat jail pada Adiba dan Adiba menyikapinya cukup senang.Adiba akui bahwa suaminya itu sangat tampan tak hanya tampan Ray cukup cerdas,Apalagi ketika Adiba mendapatkan tugas kuliah cukup susah ia akan menayangkan pada Ray.setelah tinggal bersama beberapa bulan ini mereka mengerti akan sikap masing-masing ,itu yang membuat Adiba tau bahwa suaminya akan banyak bicara bila hanya berdua dengannya.
Dimeja makan semua keluarga sudah berkumpul di meja makan hanya tinggal Ray dan Adiba yang belum ada di meja makan.
"bang Ray mana ma." ucap Revan bertanya pada mamanya.
"Masih di kamar mungkin." Syarifah memang selama Ray menikah tidak mau lagi membangunkan anak pertama nya itu ia berfikir karena Ray sekarang sudah mempunyai istri biar saja istrinya yang membangunkannya.
"Jangan- jangan mereka lagi." ucap Reno tak di lanjutkan.
"Mungkin tu bisa jadi." sambung Revan.
"emang kak Ray lagi ngapain bang?" tanya Arum polos.
"Ya..buat aaaa..." sebelum Revan menyelesaikan perkataannya Syarifah sudah menatap Revan dengan tatapan horor.
"Uda lu masih kecil belum tau apa-apa." ucap Revan dan balas anggukan oleh Arum.
Di kamar Ray dan Adiba mereka masih di tempat tidur.mereka berfikir karena hari ini hari weekend jadi waktunya untuk bermalas-malasan.Apalagi semalam Ray begadang mengerjakan pekerjaan kantor yang ia bawa pulang sedangkan Adiba begadang karena nonton Drakor sampai larut.
"Mas" ucap Adiba.
"hmm" Jawab Ray.
"Kamu ga sarapan? "
__ADS_1
"kamu sendiri kenapa ga sarapan" Ray balik bertanya.
"ihh kok balik nanya sih."
"lagi malas aja bangun dari ranjang."
"oh" ucap Adiba.
"Diba." ucap Ray.
"ya" Adiba pun menoleh ke arah Ray dan mensejajarkan diri nya ke arah wajah Ray.
Cup
Ray tiba-tiba mencium bibirnya.Adiba pun terkejut .Adiba pun sontak memegang bibir nya.ini adalah ciuman pertama baginya dan Ray lah yang yang pertama itu menciumnya.
"Benarkah? " kata Ray sembari mengelus pucuk kepala Adiba
"iya mas kamu orang pertama yang menciumku." ucap Adiba sambil tersenyum ke arah Ray.
"bibir mu manis aku suka." ucap Ray lagi yang membuat Adiba tersenyum malu
"Benarkah?" ucap Adiba polos.
"iya , apakah kamu mau mencobanya lagi." Adiba pun mengangguk malu.
__ADS_1
"Mphhhmmpp... " Adiba terkaget karena Ray bukan hanya menciumn bibirnya seperti tadi tetapi Ray ******* bibirnya hingga susah bernafas.
"ha...ha..ha.." Adiba kehabisan nafas.
"gimana mau coba lagi." ucap Ray sembari mengelap salivanya di bibir Adiba.
"itu seperti yang ada Drakor mas,aku sesak tau." ucap Adiba polos sambari mengerucut kan bibirnya.
"Adiba ." ucap Ray sembari menatap mata Adiba
"iya" jawab Adiba.
"Apa kamu tidak mau mencobanya yang lebih nikmat dari pada ciuman seperti tadi." ucap Ray
"Hah.. Maksudnya?" ucap Adiba.
"melakukan hubungan suami istri." ucap Ray dengan nada seksual.
"Aaa..k..uuu belum siapa mas ,aku takut" ucap Adiba polos sambari memainkan dada bidang Ray.
"Takut? takut apa." tanya Ray.
"Takut sakit nantinya,di bagian ini." ucap Adiba sambil menunjuk ke arah **** ***** nya itu.Ray hanya bisa tertawa melihat tingkah laku Adiba yang masih terlalu polos.
"Benar itu memang sakit' , tetapi nanti akan terbiasa." ucap Ray sambil menahan tawanya.
__ADS_1
"ishh ternyata kamu mesumm.." ucap Adiba sembari memukul dada bidangnya.Ray tidak bisa menahan tawanya ia pun tertawa terbahak-bahak.
Bersambung 🥀