
Dengan ramainya suasana kantin saat itu tidak menyulutkan niat tiga orang yang duduk di bagian dekat jendela itu beranjak dari kursi mereka siapa lagi kalau bukan Nesya, Euginno dan Keren.
"Ce, liat kearah jam 3 deh ce kayaknya dia liatin kamu terus ce.." celetuk Euginno saat celingak-celinguk dan pandangannya bertemu dengan pandangan Nathan yang terus melihat ke arah Nesya.
Selesai makan, Nesya pun menoleh mengikuti arah pandangan yang diberitahu oleh Euginno manusia setengah bencis itu tanpa berkata apa-apa.
Saat pandangan mereka bertemu, Nesya kembali mencari benda pipih yang tidak boleh lepas dari dia sedikitpun dan mulai tenggelam dengan aktifitas didalamnya.
"Gue ntar malam punya kerjaan lagi nih, siapa yang mau ganti gue di cafe??" tanya Nesya tiba-tiba saat menghentikan aktifitasnya dari benda pipih kesayangannya itu.
"Bunda lagi ya sya??" kata Keren yang sudah bisa menebak siapa yang barusan menghubungi Nesya.
"Hmmm.." jawabnya dengan pasrah sambil mengangkat alisnya.
"Gue deh ce.." sambut Euginno tiba-tiba tanpa menunggu respon Keren.
"Yakin nih?? Awas aja lo bikin masalah kayak kemarin lagi, dan kalau sampe gue dipecat lo bayarin gaji gue selamanya.." ancam Nesya karena Euginno pernah membuat masalah disaat ganti waktu kerja dengan Nesya.
"Lo gak bakalan dipecat sya, gue jamin 100% deh" kata Keren meyakinkan karena Keren tahu persis masalah tersebut.
"WHATTT??? Ce, gue gak salah dengerkan ce?? sumpah loh ya gue dibolongin aja gak nyampe tuh tarifnya dengan gaji lo ce, gimana mau bayar gaji yeii.." kata Euginno syok mendengar ancaman Nesya padanya.
"hahaha jadi malam ini lo ya??" tanya Nesya memastikan kembali.
"ia malam ini gue sayang, gue lagi gak ada tamu.." kata Euginno sambil cengengesan.
"tamu di tempat biasa emang gak ada, tapi tamu di cafe always 24 jam hahahaha" seru Keren sambil ketawa dengan puasnya.
"tamu cepecial itu bege hahahaha" sambung Euginno yang membuat ketiga orang tersebut tertawa dengan puas.
"Sya, mandangin lo mulu tuh.." kata Keren yang gak sengaja melihat ke arah Nathan CS.
"Naksir kali ce sama yeii.. ya gak apa-apa sih orang ganteng gitu udah gitu kaya lagi.. nikmat dunia mana lagi yang kau dustakan cece.." sambung Euginno menggunakan ekspresi yang centil abis.
Nesya pun berbalik lagi ke arah Nathan dan mereka berdua saling beradu pandang dengan pikiran Nesya terlintas pertemuan tak sengaja mereka pertama kali di supermarket.
"gila kalian, gue gak mungkin lah naksir apalagi main sama anak-anak sini. Amsyong gue yang ada kalo ketauan sama guru-guru disini.. lantang Nesya sambil memainkan benda pipihnya itu.
__ADS_1
"hahahaha buat selingan aja cece sayang, siapa tahu klop kan sama tuh hati.." kata Euginno nyablak.
"lumayan sya jadian buat uang jajan aja sya.." sambung Keren dan ber-tos ria dengan Euginno.
"heleh, gue gak butuh uang jajan receh ya.." kata Nesya tidak peduli dengan perkataan sahabat - sahabatnya.
"iaia, paham kita ce, yeiii kan udah biasa dapat duit gede ya.." sindir Euginno.
"Nah loh, itu lo paham cong hahahaha.." kata Nesya dan Keren bersamaan sambil tertawa puas.
"Eh cong, malam ini kalian pulang ke apartemen gue ya?? kita berangkat bareng lagi gimana??" tanya Nesya yang menginginkan kedua sahabatnya untuk berangkat kerja bareng.
"Ya.. gue gak bisa Sya, hari ini orang tua gue di rumah dan kalian tahu sendiri gimana orang tua gue.." kata Keren dengan berat hatinya padahal dia ingin sekali untuk berangkat kerja bersama dua sahabatnya.
"Ok ce, biar gue saja sekalian gue makeover lo ce.. tapi gue dibayarkan ce??" seru Euginno merangkul Nesya.
"Ok, ikut aku berarti pas pulang sekolah, mobil lo taruh aja di apartemen gue nanti abis nganterin lo baru gue lanjut ke tempat bunda dan soal bayaran lo tenang aja tetap angka biasa gak akan berkurang cong.." kata Nesya menjelaskan pada dua sahabatnya.
"Yuhuuuuuuu... thank you cece ku sayang, kamu terbaik dan akan selalu jadi terbaik dalam hidup gue.." kata Euginno dengan bahagianya.
"Punya gue gak ada nih??" tanya Keren dengan wajah melas.
Jam istirahat pun selesai masing-masing murid kembali ke kelas mereka untuk melanjutkan pelajaran selanjutnya.
Nathan masuk ke kelas dan melihat Nesya sudah lebih dulu ada di tempat duduknya sambil menaruh kepala diatas meja untuk tidur.
"cih, tidur mulu.. kayak orang gak punya rumah untuk istirahat." gumam Nathan.
Karena menatap Nesya tidur dengan lelap diatas meja membuat Nathan juga ingin melakukan hal yang sama.
Tanpa mereka berdua sadari mereka tertidur dengan pulas membuat Bu Amel Guru mata pelajaran berikutnya menggebrak meja mereka dengan sekuat tenaga sehingga mereka berdua kaget dari tidur pulasnya.
"hmm, hebat kalian ya saya lagi mengajar di depan kalian dengan asiknya menggunakan telepati untuk bertemu di dunia mimpi.." kata Bu Amel dengan sindirannya mengundang riuh seluruh kelas untuk menertawakan Nesya dan Nathan dengan puasnya.
"Cepat bangun dan segera bersihkan toilet guru sekarang juga, itu hukuman untuk kalian yang beraninya tidur saat kelas sedang berlangsung" ucap Bu Amel dengan nada tegas.
Tanpa membalas perkataan Bu Amel, Nesya pun bangkit berdiri meninggalkan kelas dan menerima hukumannya.
__ADS_1
Nathan pun mau dan tidak mau harus mengikuti langkah Nesya, namun sebelumnya dia meminta maaf kepada Bu Amel atas perilakunya tersebut.
Sambil berjalan mengikuti Nesya dari belakang, Nathan melihat Nesya dari atas kepala sampai bawah kaki.
"karena lo nih gue jadi ikut kena hukuman.." kata Nathan memulai pembicaraan.
"apa maksud lo karena gue??" tanya Nesya tidak paham.
"penyakit tidur lo nular ke gue.." rutuk Nathan pada Nesya.
"hahahaha... lo ngomong sama tangan.." kata Nesya dengan tegasnya sambil tertawa dan mengangkat tangannya di depan wajah tampan Nathan sehingga membuat Nathan berhenti melangkah dengan tiba-tiba.
Tanpa menunggu respon dari Nathan, Nesya pun melanjutkan perjalanannya ke toilet guru dan Nathan hanya melihat Nesya berjalan dari belakang dengan rok seragam yang begitu pendek hingga hampir menunjukan bagian dalamnya.
Nesya sampai di toilet guru lebih dulu dan mulai berselonjor duduk di atas lantai memejamkan matanya melanjutkan tidur pulasnya yang terganggu tadi.
Nathan yang dari belakang berpikir bahwa Nesya pasti sudah melakukan hukumannya. Namun, ketika Nathan sampai di toilet guru dia dibuat kaget dengan tingkah Nesya.
"Amazing, luar biasa.." kata Nathan dengan kagetnya.
Nathan yang saat itu menggunakan jaketnya mulai melepaskan jaketnya dan menutupi tubuh Nesya dari atas dengan jaketnya.
Nesya yang merasa ada sesuatu di tubuhnya pun mulai membuka mata dan melihat ke jaket Nathan tersebut.
"Lo hanya berdua sama gue disini, dan gue gak mau sampai terjadi sesuatu sama lo" kata Nathan sambil nyender di wastafel.
"Gue tahu badan lo cakep, tapi gak usah di umbar-umbar juga kayak gitu.." lanjut Nathan menceramahi Nesya yang masih bingung dengan tingkah Nathan.
"Setiap kejahatan terjadi bukan hanya karena niat dari pelaku, tetapi juga dari kesempatan. Jadi lo juga jangan biarin orang lain berbuat jahat sama lo dari tiap kesempatan yang lo berikan baik itu sadar maupun gak.." gemes Nathan sehingga berbicara panjang lebar.
"hmmm.." kata Nesya acuh sambil melanjutkan tidurnya sampai jam pulang sekolah tiba.
Nathan lagi-lagi dibuat diam dengan sikap Nesya yang sumpah demi apapun berbeda jauh dari cewek pada umumnya.
**Hai para penikmat novel seantero jagat raya, jika suka dengan novel ini mohon dukungannya untuk vote, like, bintang 5 serta komentnya ya untuk lebih menginspirasi author dalam penulisan. Oleh sebab itu dukungannya sangat dimohonkan.
Jika ada salah kata dan penulisan mohon dimaafkan ya. Dukungan kalian adalah semnagatku. Di favorite-in juga ya guyss..
__ADS_1
Terima Kasih
😍🥰😍🥰😍😘😘😘😘 teruntuk para penikmat novel sekalian.