Mengubah Kehidupanku

Mengubah Kehidupanku
10


__ADS_3

Nathan yang sepulang sekolah melanjutkan aktifitasnya di kantor untuk menggantikan posisi ayahnya yang sementara keluar negeri untuk mengurus induk perusahaan bersama ibunya terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu. Namun tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu yang membuat Nathan tersadar dari lamunannya.


"Maaf tuan, Anda mendapatkan undangan resmi untuk perkumpulan seluruh CEO muda" kata Andrew sang sekretaris dengan meletakkan undangan di depan Nathan.


"Kapan acara ini akan dimulai?" tanya Nathan dengan memandang undangannya.


"Besok malam tuan tepat jam 7 malam. Acara ini hanya acara perkumpulan biasa dan tidak terlalu formal tuan. Acaranya dilaksanakan di Aula perusahaan Ken.


"Baiklah, tapi apa saya memiliki jadwal pada saat itu?" tanya Nathan memastikan.


"Tidak ada sama sekali tuan, besok acara anda kosong, dan tidak ada meeting penting maupun tugas apapun tuan." jelas Andrew.


"Ok, kalau begitu kamu boleh pergi dan jangan ganggu saya sama sekali. Ingat pastikan tidak ada pekerjaan apapun yang menanti saya di jam segitu." Tegas Nathan pada Andrew.


"Baik tuan, akan saya usahakan semuanya tuan. Kalau begitu saya permisi tuan." Pamit Andrew setelah paham dengan semua tugas yang di berikan Nathan.


Andrew pun berjalan meninggalkan ruangan bosnya, sementara Nathan terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu sambil menatap keluar jendela ruangannya yang berada di tingkat 30 gedung pencakar langit tersebut.


"Nesya kau wanita yang sangat berbeda dari wanita-wanita lainnya yang pernah ku temui, wanita cuek yang tidak pernah peduli keadaan di sekitar bahkan melakukan semua hal tanpa pernah berpikir itu baik atau buruk. Sebenarnya kau ini wanita seperti apa?" Batin Nathan yang begitu penasaran dengan Nesya saat melihat tingkah gadis itu waktu bersamanya menjalani hukuman.


"Ah, sebaiknya aku menghubungi Aldo dan yang lainnya untuk bersantai besok setelah selesai acara perkumpulan CEO, hitung-hitung merayakan hari pertemanan kita" ucap Nathan yang tersadar dari lamunannya dan meraih ponsel untuk segera menghubungi Aldo CS.


Saat jam telah menunjukkan angka jam 7 malam, Nathan pun segera merapikan berkas-berkas kerjaannya dan kemudian bergegas untuk pulang ke apartemennya.

__ADS_1


Nesya dan kawan-kawannya yang sudah siap untuk berangkat kerja ke tempat masing-masing pun segera keluar apartemen menuju ke lift. Tanpa sadar lift yang akan membawa Nesya CS turun dan lift yang mengantarkan Nathan ke apartemennya itu terbuka secara bersamaan. Nesya dan yang lainnya pun masuk sedangkan Nathan keluar, namun Nathan seperti merasa orang yang baru masuk ke lift adalah wanita yang dari tadi siang terus berputar di otaknya tetapi ia pun acuh kemudian melanjutkan langkahnya ke apartemen miliknya.


Saat sementara menunggu lift sampai di tempat parkiran, tiba-tiba ponsel Nesya berdering menandakan panggilan masuk dengan segera Nesya mengambil ponselnya dari dalam tas dan melihat nama yang tertera di layar ponselnya adalah BUNDA ia pun langsung mengangkat telepon tersebut.


"Halo bun" ucap Nesya saat menerima panggilannya.


"Kamu dimana Bianca?" tanya Bunda dengan suara lembutnya pada Bianca yang merupakan nama palsu dari Nesya saat melakukan pekerjaannya.


"Bi Dalam perjalanan Bun, ada apa Bun?" tanya Nesya yang bingung dengan panggilan Bunda yang secara tiba-tiba.


"Dengerin Bunda baik-baik ya sayang, Pak Suryani sudah membayar kamu untuk dua malam. Kamu harus berikan servis terbaik untuknya. Ingat Bianca, kamu kesayangan Bunda disini dan jangan bikin malu Bunda. Bunda udah bilang ke Pak Suryani untuk nggak ninggalin jejak apapun di badanmu seperti biasa." Ucap Bunda memperingati Nesya.


"Baik Bunda" ucap Nesya sambil mengakhiri panggilannya dengan Bunda dan membuang nafasnya kasar.


"Ada apa ce? Sepertinya kali ini terasa berat sekali," tanya Euginno yang berdiri di samping Nesya mendengarkan secara langsung pembicaraan yang terjadi.


"Jelas bisa dong, ia kan Euginno?" jawab Keren dengan memastikan jawaban Euginno.


"Jelski sayangku" ucap Euginno bersemangat.


"Hahahaha kalian emang yang ter.. ter.. ter the best deh. Makasih ya kesayanganku" ucap Nesya dengan bahagia saat kedua sahabatnya itu ingin membantunya yang sebenarnya ini juga untuk mereka berdua yang juga sangat menginginkan pekerjaan di saat masih sekolah.


Ketika sampai di alamat yang di berikan Bunda, Nesya pun segera bergegas menuju toilet hotel tersebut ingin memastikan penampilannya. Setelah memastikan penampilannya sempurna dengan high heels 17 senti beserta gaun berwarna merah pendek dengan belahan bagian dada yang cukup panjang tanpa menggunakan dalaman, Nesya pun segera melangkah ke lantai yang dituju. Ia memindai seisi ruangan remang-remang yang sesak penuh dengan asap rokok itu. Di sofa merah di sudut ruangan ia menemukan Suryani yang sudah menunggunya.

__ADS_1


Nesya menghembuskan napas panjang dan segera berjalan ke arah Suryani dengan penampilan dan tatapan yang sangat menggoda. Ia berjalan menuju pria berstelan jas yang akan ia layani untuk dua malam hari.


Pria bernama Suryani ini merupakan salah seorang yang berperan sebagai telinga untuk mendengar suara rakyat dan mulut untuk menyampaikan keluhan rakyat. Pria itu tidak sebaik penilaian masyarakat di tanah air, Ia terlalu pandai untuk berlakon menjadi tokoh masyarakat yang berbudi baik hingga mereka yang menutup mata pada sosok aslinya akan membuang waktu untuk mengelu-elukan segala kelebihan yang tidak pernah menjadi miliknya. Apalagi Ia memiliki sebuah keluarga lengkap namun selalu terjadi pertikaian, apabila Ia datang untuk bermain-main dengan wanita malam itu artinya sedang ada pertikaian yang terjadi.


"Bianca sayang apakah itu kamu?" tanya Suryani yang telah dalam keadaan setengah mabuk.


"Ia sayang, kamu bertengkar lagi kah?" tanya Nesya basa-basi.


"Ya, perempuan tua itu selalu saja mencampuri urusanku yang bukan menjadi urusannya." Jawab Suryani dengan menarik Nesya ke atas pangkuannya.


"Sayang." panggil Nesya manja.


Suryani membalas panggilan Nesya dengan elusan tangannya di sepanjang wajah, dada hingga kedua paha Nesya yang sedikit terbuka meski menyilangkan kaki di atas pangkuan Suryani.


Nesya mendengus jijik dalam hati saat napas Suryani yang bau rokok dan bir berhembus di wajahnya. Namun, ia hanya menampilkan senyum manis dengan tatapan menggoda. Bagaimanapun juga Nesya harus menyenangkan setiap tamunya, apalagi Suryani yang sudah menjadi pelanggannya.


"Ayo sayang" perintah Suryani dengan wajah memerah yang sudah dipengaruhi alkohol.


"Sayang, kamu transfer dulu dong baru kita mulai kayak biasa" ucap Nesya sambil menaiki tempat tidur dengan gaya yang menggoda.


"Baiklah, masukin sendiri no rekeningmu" ucap Suryani dengan mengelus tubuh Nesya.


"Ok sayang," ucap Nesya yang melihat pemberitahuan pesan masuk dari bank ke ponselnya yang tertera angka dua digit.

__ADS_1


Nesya dan Suryani pun memulai aktifitas mereka, namun meski begitu setiap melayani tamu-tamu Nesya tidak pernah membiarkan tamu-tamunya itu untuk menyentuh bibirnya karena ciuman pertamanya akan Ia berikan pada lelaki yang mau menjadi suaminya kelak dan menerima semua masa-masa kelamnya.


"Hai para penikmat novel seantero jagat raya, Nathan & Nesya welcome back again nih. Maaf banget ya baru bisa up lagi setelah fakum yang lumayan lama hehehe.. Ada yang kangen kah?? hehehe.. Seperti biasa jika suka dengan novel ini mohon dukungannya ya untuk vote, like, bintang 5 serta komentnya untuk lebih menginspirasi author dalam penulisan. Di usahakan akan Up terus hehehe..


__ADS_2