
Nathan berjalan menelusuri setiap siswa-siswi hingga sampai ketempat duduk yang sudah ditunjuk oleh Bu Chandra sebagai tempat duduknya selama dia menjalani tugas dan tanggung jawabnya sebagai siswa di SMA Harapan Bangsa.
Ketika sampai di tempat duduknya, dia menggelengkan kepala saat melihat ke arah Nesya yang sementara tertidur pulas.
Brukkk....
Tiba-tiba suara spidol jatuh tepat diatas kepala Nesya sehingga membuat gadis cantik itu sontak kaget dan bangun dari mimpi indahnya.
Kejadian tersebut mengundang gelak tawa dan riuh dalam kelas, namun berbeda dengan Nathan yang cuek dan tidak merasa terpengaruh sama sekali.
Nesya maju kedepan sekarang juga, kata Bu Chandra selaku wali kelas serta guru Matematika disekolah SMA Harapan Bangsa.
Nesya pun bangun dari tempat duduknya dan dia dibuat kaget ketika melihat ada seorang cowok yang tidak dikenalnya sama sekali duduk disampingnya.
Namun tidak membuat keinginan Nesya tersurut untuk maju kedepan mengikuti perintah Bu Chandra.
Saat berjalan melewati bangku Emmanuela, dengan cerdiknya tiba-tiba menghadang jalan Nesya dengan kakinya membuat Nesya tersandung dan jatuh.
Hal tersebut membuat Nesya geram dengan tindakan Emmanuela, sambil berdiri dan menatap tajam ke arah Emmanuela seperti mengisyaratkan bahwa tunggu pembalasannya dengan cepat Emmanuela pun berkata tanpa bersuara "you lose" dan mengacungkan jempolnya kebawah.
"Nesya, sampai kapan kamu akan seperti ini terus?? Tidur disaat jam pelajaran dimulai, Ibu tahu kamu itu salah satu murid pintar disekolah ini tapi sikap kamu berbanding terbalik dengan kecerdasan yang kamu miliki", kata Bu Chandra sambil mengambil spidol yang dibawa Nesya ke depan.
Nesya hanya terdiam sesaat sampai Bu Chandra menyuruh Nesya untuk berdiri didepan kelas sampai jam pelajarannya selesai.
__ADS_1
Di tempat duduk Nathan, dia terlihat fokus dengan dengan pelajaran namun sering kali melihat kedepan dengan menatap Nesya yang sedang diberi hukuman sambil bergumam "cantik dan menarik".
Nesya yang saat itu mulai bosan serta cape karena harus berdiri selama jam mata pelajaran matematika berlangsung mulai mengangkat wajahnya yang dari tadi tertunduk dan melihat ke arah seluruh kelas sehingga matanya tertuju pada cowok tampan yang duduk di samping bangkunya.
"Apa yang sebenarnya terjadi saat aku ketiduran tadi ya? siapa cowok itu? apa dia anak baru? ataukah malaikat yang diutus untuk duduk di sampingku? hehehe" gumam Nesya dalam hati sambil terus memandang ke arah Nathan dengan banyak pertanyaan yang dia tanyakan dalam dirinya.
Bel tanda istirahat pun berbunyi menandakan jam pelajaran pun usai dan siswa-siswi pada berhamburan ke kantin, lapangan basket ataupun ke perpustakaan serta ada yang ke kelas yang lain untuk bergosip dan lain sebagainya.
Nesya pun kembali duduk di bangkunya setelah itu dia merenggangkan seluruh badannya dikarenakan lelah berdiri selama jam pelajaran tadi.
Nathan yang melihat Nesya pun meliriknya kemudian bangkit dari duduknya dan hendak menuju kantin sekolah.
Saat mulai melangkah Emmanuela pun datang menghampiri Nathan dan mulai mengajaknya ke kantin.
"Tan, mau kemana? kita ke kantin yukk", kata Emmanuela dengan bergelayut manja dilengan Nathan.
Di tempat Nesya, Keren dan Euginno yang baru datang ke kelas Nesya pun mengajak Nesya untuk ke kantin, tetapi mata mereka berdua melihat-lihat ke arah kelas Nesya seperti mencari seseorang. Ya siapa lagi yang mereka cari kalau bukan Nathan si anak baru. Secara kabar kedatangan seorang murid baru yang tampan itu telah beredar ke seluruh kelas tanpa terkecuali.
"Ce, ayo ke kantin yukk ce".. kata Euginno pelan ke Nesya
"Gue cape gin, cape banget malah".. kata Nesya menatap malas ke arah Euginno
"ha??? cape??" kata Euginno tak percaya.
__ADS_1
"Ia gin, gue baru pulang jam 4 subuh tadi dan ketiduran di kelas alhasil gue dihukum selama jam pelajaran Bu Chandra tadi, remuk nih badan gue".. kata Nesya sambil kembali menaruh kepala diatas mejanya namun dia melihat ke arah Keren yang seperti mencari seseorang.
"He, kamu sedang mencari siapa sih??" tanya Nesya ke Keren sambil memukul pelan bahunya
"Astaga, Nesya gue kaget tau".. rengek Keren karena dikagetin Nesya.
"Lagian situ cari siapa heh?? Gue disini didepan lo, kok nyari kesana kemari sih".. kesel Nesya pada sahabatnya itu.
"Ihhh gue tuh lagi nyari si anak baru itu loh yang denger desas-desusnya pindah ke kelas kamu ce, masa kamu gak tau sih ce".. kata Keren menjelaskan.
"Ya ampun Keren lo itu pikun, **** atau apa? Jelaslah itu orang gak ada di sini ini kan jam istirahat bege, ya pastilah dia di kantin atau lapangan basket atau dimana gitu gimana sih Lo".. kata Euginno sambil menepuk pelan jidatnya Keren.
"Oh ia ya gue lupa hehehe".. kata Keren sambil ketawa.
"Udah yukk ce ke kantin sebelum bel istirahat bunyi, nih perut udah minta diisi ce. Gue udh cape isinya cacing doang, kapan gitu isinya anak ya kan".. ajak Euginno pada kedua sahabatnya sambil memegang perutnya yang mulai berbunyi.
"Ia isinya anak, anak cacing hahaha, Gak ah".. tolak Nesya sambil tersenyum dan tiduran dimeja.
"Ayoo ce masa kita berdua sendiri sih".. kata Keren membujuk Nesya.
"Ia nih gak setia kawan kamu ce".. kata Euginno bersungut ke Nesya.
"Ia kita ke kantin, astaga punya sahabat dua bagaikan punya 200 sahabat berisiknya minta ampun".. kata Nesya kesel tapi membuat tiga orang itu ketawa sepanjang arah ke kantin.
__ADS_1
**Hai penikmat novel seantero jagat raya jangan lupa ya untuk dukung karya author dengan vote, like dan komentnya. Masukan penikmat novel sekalian sangat berguna untuk author kedepannya dalam penulisan novel ini.
😘😘😘😘 teruntuk penikmat novel seantero jagat raya. Terima Kasih