
Mario dan Keren pun berjalan ke ruang tamu dengan Keren di belakang papanya agar bisa berkumpul dengan istrinya untuk menyambut calon besan mereka. Gadis itu bersembunyi di belakang tubuh tegap milik sang papa bahkan kecantikannya pun tak dapat dilihat dari depan, ia takut dan gugup melihat lelaki yang akan menjadi calon suaminya nanti.
"Wah, kamu sudah sampai ternyata bro. Ini anakmu ya?" tanya Mario berjabat tangan sambil berpelukan dengan Robert sahabat sekaligus calon besannya.
"Ia tadi macet dikit di jalanan, ia bro ini anak gue" ucap Robert dengan memperkenalkan anaknya pada Mario dan mereka pun saling berjabat tangan.
"Mana anakmu Yo?" tanya Robert yang tidak melihat Keren sama sekali.
"Sayang, ayo jangan berdiri di situ dong salam sama Om Robert dulu dan Tante Via" ucap Mario pada Keren yang terlihat ketakutan.
Mereka saling berjabat tangan namun Keren tidak bisa melihat jelas wajah lelaki yang akan menjadi calon suaminya nanti karena posisi Robert menutupi tubuh anaknya.
"Ayo silahkan duduk dulu" ucap Mario mempersilahkan semuanya duduk.
Carlos dan Keren sama-sama dengan posisi menunduk sehingga mereka berdua tidak melihat satu dengan yang lainnya.
"Wah anakmu ternyata sudah besar ya Rob, ganteng lagi kayak gue" ucap Mario sambil terkekeh.
"Hei, anakku memang tampan tapi kayak gue lah masa kayak Lo," ucap Robert dan mengundang gelak tawa semua orang kecuali dua orang yang akan dijodohkan.
"Aduh kapan sih acara ini cepat selesai, ingin rasanya aku kabur dari sini sekarang juga" batin Keren yang merasa jenuh.
"Astaga keasikan cerita sampai lupa mengenalkan kedua anak kita" ucap Robert pada Mario.
"Nah, Keren ini Carlos nak anak Om Robert yang akan dijodohkan denganmu sayang" kata Mario sambil mengarahkan pandangannya pada Carlos dan Keren secara bergantian.
Sesaat Keren menoleh ke arah yang ditunjukan papanya. Betapa terkejutnya mereka berdua saat saling bertatapan karena mereka saling mengenal satu dengan yang lainnya.
"KAMUUUUUUU" ucap keduanya secara bersamaan dan langsung berdiri karena kaget.
"Tuh kan Papa apa yang Mama bilang kalau Keren pasti mengenal anak kita Carlos" ucap Via kepada Robert suaminya.
"Ya ialah jeng tentu mereka saling mengenal kan mereka satu sekolahan jeng" ucap Mery menambahkan.
"Wah suatu kebetulan sekali, jangan-jangan mereka memang ditakdirkan untuk berjodoh" ucap Robert yang melihat reaksi kedua pemuda-pemudi tersebut.
Keren masih tidak percaya lelaki yang akan dijodohkan dengan dirinya adalah Carlos salah satu dari geng Aldo CS. Berbeda dengan Carlos yang saat itu sedikit tersenyum sangat bahagia karena cewek yang dijodohkan dengan dirinya adalah wanita yang secara diam-diam dia sukai itu.
__ADS_1
"Ayo kalian berdua kita bicarakan tujuan pertemuan kita malam ini di ruang makan saja perut udah keroncongan dari tadi nih" ucap Mario yang kaget melihat reaksi Keren dan Carlos saat itu.
"Sumpah gue gak nyangka kita baru ketemu tadi dan malam ini dijodohkan? Ya Tuhan bagaimana ini apakah aku harus ceritakan semuanya pada Nesya dan Gino?" batin Keren yang kaget dengan kejadian malam ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di Apartemen, Nesya dan Euginno begitu nggak tenang dengan keadaan Keren saat ini. Karena Keren sangat tidak setuju dengan perjodohan yang dilakukan oleh kedua orangtuanya.
"Ce, gimana ya keadaan Keren sekarang?" tanya Euginno yang memainkan rambut Nesya di atas pangkuannya karena posisi Nesya tidur di atas pangkuan Euginno.
"Gue juga nggak tahu apa yang terjadi dengan Keren sekarang, ponselnya dari tadi nggak bisa di hubungi" ucap Nesya frustasi dengan keadaan sahabatnya itu.
"Apa kita susul saja ke tempatnya Keren?" tanya Euginno yang sangat khawatir.
"Gila Lo, Lo mau Om Mario marah dan mengurung Keren lagi kalau kita kesana?" ucap Nesya yang langsung berdiri dan duduk menatap Euginno dengan tajam.
"Ia sih, tapi gue sayang banget sama Keren Ce, bagaimanapun kalian berdua itu bagaikan saudara kandung buat gue dan gue nggak bisa lihat kalian sedih" ucap Euginno dengan menahan air matanya.
"Udahlah kita doakan saja yang terbaik untuk Keren sekarang. Ngomong-ngomong ayo siap-siap dikit lagi gue harus ke tempat yang kemarin dan Lo harus ke cafe" ucap Nesya berusaha tenang tapi jauh dalam hatinya ia sangat mencemaskan keadaan sahabatnya itu.
"Ya kau benar Ce, ayo kita siap-siap" ucap Euginno yang langsung berdiri di ikuti Nesya yang juga melangkah ke kamarnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kedatangannya hanya untuk memenuhi undangan yang datang ke perusahaannya. Bagaimanapun Om Ken adalah sahabat orang tuanya, maka dari itu Nathan ada di tempat ia sekarang berada.
Nathan pun mulai mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Aldo CS untuk berkumpul dan main-main selepas acaranya selesai.
"Hallo bro, ayo kita kumpul yuk di Club ujung jalan dekat Taman Mutiara gimana?" ucap Nathan saat panggilannya terhubung dengan Aldo.
"Oh ok mana yang terbaik sajalah gue ikut, gue juga nggak paham sih Club-club yang ada di Jakarta."
"Ok bro, info sama yang lainnya juga ya" ucapnya sembari menutup panggilan teleponnya.
"Kira-kira masih lama nggak Ndrew acara ini?" tanya Nathan pada sekretarisnya.
"Saya rasa satu jam lagi selesai tuan, apa anda menginginkan sesuatu?" tanya Andrew yang sebenarnya paham dengan kejenuhan tuannya namun ia tak dapat melakukan apapun karena memang acara ini harus di hadiri.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sampai di ruang makan, kedua keluarga tersebut masih bercanda ria membicarakan masa lalu, kenakalan Mario dan Robert dahulu ketika masih sekolah, serta membicarakan tentang pernikahan anaknya sementara Carlos dan Keren masih terdiam satu dengan yang lainnya.
Carlos terkejut saat ponselnya bergetar di saku celananya menandakan ada pesan masuk.
"*Bro, Lo dimana? Jam sembilanan kita ketemu di Club dekat Taman Mutiara ya bro, si Nathan ngajak buat main-main" isi pesan Aldo pada Carlos.
"Ok bro gue kesana nanti" balas Carlos dan langsung menaruh ponselnya di dalam saku kembali*.
"Jadi, bagaimana kalau pernikahan kedua anak kita dipercepat saja?" tanya Robert tiba-tiba.
Robert dan Via memang dari awal sangat menginginkan Keren menjadi menantunya karena tanpa sepengetahuan Mario, mendiang istrinya Sarah sebelum meninggal telah menitipkan Keren pada mereka berdua karena Sarah diam-diam tahu masalah perselingkuhan suaminya Mario dengan Mery yang membuat Robert dan Via menyetujui permintaan Sarah selaku sahabat baik mereka juga.
Disatu sisi, Via yang sangat ingin memiliki anak perempuan juga sangat menyayangi Keren sebagai anaknya sendiri. Bahkan dari awal Keren lahir Robert dan Via mengklaim bahwa Keren itu adalah anak mereka.
"Aku sih setuju sama Rob, toh mereka berdua juga sudah saling mengenal dan mereka juga akan segera tamat dari sekolah kan?"
"Jadi aku rasa tidak apa-apa kalau mereka dinikahkan segera" ucap Mario yang menyetujui usul Robert.
"Tak lama lagi, aku akan menjadi besan Kel Gonzales dan pelan-pelan harta kalian akan jatuh ke tanganku" batin Mery dengan senyuman liciknya.
"Boleh juga itu Pa, Mama juga nggak sabar melihat anak kita menikah segera" ucap Mery bahagia.
"Ia nih jeng, aku juga udah nggak sabar pengen menimang cucu" sambung Via yang lebih bahagia karena bisa punya anak perempuan dan cucu nantinya.
Keren pun tiba-tiba tersedak dan Carlos pun dengan segera memberikan minumannya kepada Keren yang posisi duduk berhadapan dengannya kemudian Keren meminum airnya dengan cepat.
"Pelan-pelan sayang makannya" ucap Mery yang berakting mengelus punggung Keren pelan di depan Kel Gonzales.
"Apa cucu?? Gila aja siapa juga sih yang mau nikah sama dia" Batin Keren dengan mengerutkan dahinya.
Sejenak pandangan mereka bertemu dan menatap dengan bahasa matanya seperti saling mengirim telepati.
"Malam ini Lo cantik banget Ren, Akhirnya impian gue buat dapatin Lo udah di depan mata Keren" Batin Carlos yang memuji Keren sambil tersenyum.
"Ngapain sih nih anak senyam-senyum nggak jelas ke arah gue?" Batin Keren lagi.
__ADS_1
Tepat pukul 21:00 Keluarga Gonzales pun pamit, dan Keren pun langsung masuk ke kamar untuk bersiap-siap akan tidur dan menghadapi hari esok.
Jangan lupa vote, coment dan like ya guyssss. Makasih