
Tidak butuh waktu lama, Nathan sudah sampai di lantai apartemennya dengan membawakan semua belanjaan dari supermarket.
"Ibu…ibu…ibu…" teriak Nathan memanggil ibunya saat masuk ke dalam apartemen sambil mencari wanita cantik paruh baya yang sangat dicintainya tersebut.
"Ibu disini sayang".. teriak ibu Nathan dari arah balkon Ketika mendengar suara anak semata wayangnya tersebut.
Sampai di balkon apartemen Nathan pun langsung memeluk ibunya, sang ayah yang melihat tingkah anaknya itu hanya menggelengkan kepalanya karena sudah sebesar ini tetapi tingkah Nathan masih saja sama seperti anak kecil di depan kedua orang tuanya.
"Ehmm".. suara deheman tersebut sukses membuat ibu dan anak tersebut sontak kaget dan melepaskan pelukan mereka.
"Jadi, hanya ibu yang dikangenin dan ayah gak nih??" Kata sang ayah pura-pura marah karena tidak mendapatkan pelukan dari anak semata wayangnya yang lebih memilih tinggal di apartemen daripada rumah mereka sendiri.
"Maaf ayah, Nathan juga kangen sama ayah".. kata Nathan sambil berjalan menuju sofa yang ada pada balkon apartemennya itu dan duduk di samping ayahnya dengan mencium tangan ayahnya karena meskipun mereka tinggal dan menetap di Australia namun dari kecil Nathan diajarkan oleh ibunya tentang tata krama dan budaya di Indonesia.
"Ibu dan ayah datang dari jam berapa?? Maaf ya bu, yah Nathan pulangnya telat karena jalanan sangatlah macet dan harus singgah dulu ke supermarket".. kata Nathan yang sangat senang saat melihat dua orang paruh baya yang sangat dia cintai datang ke apartemennya.
"Ibu dan ayah baru saja selesai bertemu dengan klien ayahmu nak di restoran depan apartemenmu ini, dan karena sangat dekat dengan apartemenmu ibu memilih untuk ikut ayahmu bertemu dengan kliennya kemudian kesini. Ibu tahu pasti kamu belum makan setelah pulang sekolah nanti makanya Ibu menghubungimu untuk singgah sebentar di supermarket untuk membeli bahan-bahan yang bisa Ibu masak untuk makan siangmu nak".. kata sang ibu dengan penuh kasih sayang membelai kepala anaknya tersebut.
"Baiklah ibu tinggalkan kamu dan ayahmu dulu ya, ibu mau segera memasak makan siang untukmu pasti kamu sangat lapar kan sayang sepulang dari sekolah".. kata ibu Nathan yang yang langsung berdiri dan mencium kepala anaknya.
"Ok bu, ibu memang ibu terbaik yang Nathan miliki".. kata Nathan yang tersenyum saat melihat ibunya yang mulai melangkah untuk meninggalkan anak dan ayah tersebut untuk berbincang berdua.
"Oh ia nak, bagaimana hari pertamamu sekolah?? Apakah kamu sudah mendapatkan teman baru??
Apakah kamu nyaman nak dengan lingkungan sekolahnya??" Tanya sang ayah sambil meminum kopinya yang tersisa di meja.
"Baik ayah, bahkan Nathan juga sudah mendapatkan teman baru. Natan mencoba untuk mulai beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang sekarang ayah".. kata Nathan pelan sambil menatap kedepan.
"Ingat Nathan, kamu ini anak ayah satu-satunya dan kamu ini penerus perusahaan ayah kedepannya. Pintar-pintarlah mencari teman agar tidak merugikan kamu kedepannya". Kata David memberikan nasihat kepada Nathan.
"Ia ayah Nathan akan selalu ingat semua nasihat yang pernah ayah ucapkan pada Nathan".. kata Natan sambil berpelukan dengan ayahnya.
Setelah beberapa saat berbincang berdua dengan sang anak, terdengar suara dari arah dapur..
"Ayah, Nathan ayoo masuk dulu kita makan siang. Ibu sudah selesai masak makanan kesukaanmu sayang, sayur capcay dan ayam kecap".. kata Angelica mengagetkan David dan Nathan yang serius dengan pembicaraan mereka.
__ADS_1
"Ayo bu, Nathan sudah sangat lapar tapi Nathan ganti baju sebentar ya bu".. kata Nathan sambil berlari ke kamarnya untuk mengganti pakaian seragamnya yang belum sempat ia ganti setelah pulang sekolah tadi.
"Ada-ada saja anakmu ayah".. kata Angelica sambil menggelangkan kepala melihat tingkah Nathan yang tidak berubah sama sekali seperti anak kecil yang baru mendapatkan permen.
"Anak ibu juga, ayah hanya mengingatkan kalau ibu lupa hahahaha" kata David dengan tertawa lebar yang membuat Angelica menatapnya dengan spontan dan ikut tertawa bersamanya.
*********
Di meja paling pojok Restoran Raffles, terlihat tiga orang siswa dan siswi yang duduk menikmati makan siang mereka sambil bercanda, bersenda gurau dan tertawa riang. Siapa lagi kalau bukan Nesya, Keren dan Euginno.
Saat mereka sedang asyik bercanda terdengar suara handphone Nesya yang berbunyi tanda adanya panggilan masuk, Nesya pun mengambil handphonenya dan melihat ID pemanggil yang tertera di layarnya yaitu Bunda Merry. Namun, Nesya tidak menerima panggilan telp tersebut
dia membiarkan saja telp-nya berdering sampai panggilan tersebut berakhir dengan sendirinya.
*Sekilas mengenai Bunda Merry,
Bunda Merry ini orang yang menemukan Nesya pada umur Nesya yang terbilang cukup muda yaitu 8 tahun saat dijalanan Ketika Nesya sedang mengikuti teman-temannya untuk mengamen di lampu merah. Karena kecantikan yang Nesya miliki Bunda Merry sangat yakin bahwa Ketika Nesya besar nanti nilai yang akan Nesya berikan
kepadanya akan sangat besar jumlahnya. Ya, Bunda Merry ini seorang mucikari yang berperan sebagai pengasuh, perantara, dan/atau pemilik wanita malam.
Nesya tidak menjawab Keren karena ponselnya kembali berdering dengan ID pemanggil yang sama yaitu Bunda Merry.
"Angkat saja ce siapa tahu telp penting ya kan".. kata Euginno yang melihat Nesya tampak ragu untuk menerima telp tersebut.
"Kalian tunggu sebentar ya gue angkat telpnya dulu".. ucap Nesya sambil menggeser tombol hijau untuk menerima panggilan tersebut.
"halo..." kata Nesya menjawab panggilan Bunda Merry.
"Datang ke tempat Bunda malam ini ya baby".. seru Bunda dari seberang panggilan.
"malam ini?? jam berapa bun??" tanya Nesya lagi.
"nanti Bunda kabari kamu lewat WA ya baby" kata Bunda pada Nesya.
"baiklah, bunda kirim saja alamatnya ke Nesya nanti malam Nesya ke sana.. kata Nesya dengan tidak semangat.
__ADS_1
"Ok bunda, Huffttttt"... kata Nesya sambil menutup telpnya dan membuang nafasnya kasar.
"Siapa ce?? Bunda telp lagi?? kamu dapat job lagi malam ini ce??" tanya Euginno yang memang sudah mengenal Bunda Merry sejak lama bersama Keren namun belum pernah bertemu dengannya sekali pun.
"Ya, begitulah"... kata Nesya cuek.
"Loh.. loh.. loh.. bukannya hari ini kamu ada job di cafe ya sya??" tanya Keren yang secara tiba-tiba mengingatkan Nesya.
"Nah, untuk itu gue baru saja mau tanya sama kalian berdua siapa yang mau gantiin gue kerja di cafe malam ini. Biar tinggal konfirmasi saja sama Mr. Erick".. tanya Nesya pada Keren dan Euginno dengan menatap melas ke arah mereka berdua yang sering mengganti posisi Nesya di cafe milik Mr. Erick saat Nesya menerima job dari Bunda Merry.
"Gue aja ce, maklum lagi BU (butuh uang) banget nih biasa nambah buat bulan ini".. sahut Euginno senang menerima tawaran Nesya.
"Baiklah, jadi lo mau konfirmasi sendiri atau gue yang telp Mr. Erick buat konfirmasi??" Tanya Nesya pada Euginno sambil makan makanan siangnya yang tadi sempat tertunda karena menerima panggilan telp tadi.
"Gue aja biasa gak usah konfirmasi ce sekali ke ruangannya semua beres, lo tau sendirikan gimana perlakuan dia ke gue".. kata Euginno dengan tersenyum nakal dan genit yang sontak membuat Nesya dan Keren tertawa lebar.
Selesai makan siang, mereka bertiga memanggil pelayan untuk mengambil bill dan Nesya pun menyelipkan beberapa lembar uang kedalam bill pesanan dan mereka bertiga pun berjalan sambil bercanda menuju mobil mereka masing-masing dengan posisi Nesya dan Keren karena tadi Nesya sudah mengambil mobilnya dari bengkel dan Euginno dengan mobilnya sendiri beriringan menuju Apartemen Nesya yang tepat di seberang restoran.
Mereka bertiga melangkah dengan penuh semangat dan riangnya menuju lantai dimana apartemen Nesya berada. Namun, mereka bertiga tidak menyadari ada sepasang mata yang terkejut menatap ke arah mereka, dia begitu lama menatap mereka sambil tersenyum tenang serta bersemangat karena tidak menyangka mereka akan bertemu di gedung dan lantai yang sama.
"Tak disangka kita bertemu lagi, apakah ini kebetulan atau memang ini jalan takdir hidup kita untuk bertemu disini Nesya Angelica??" katanya sambil terus menatap ke arah mereka bertiga sampai punggung mereka tak kelihatan dan pintu apartemennya tertutup.
*hai para penikmat novel seantero jagat raya, sudah di up ya 😜😜..
Maaf ya guysss baru bisa ke up cz authorr di dunia nyata lagi sibuk banget, bukan mengabaikan kalian loh tapi memang tidak bisa meninggalkan yang didunia nyata.
Btw, Kira-kira penasaran gak siapa laki-laki itu???
hmmm... ikuti terus ya guysss kisah lanjutannya..
Dukungan kalian adalah semangatku..
jangan lupa vote, like, comment dan bintang 5 ya..
di favorite-in juga ya guysss 🥰🥰..
__ADS_1
maaciuwwww 😘😘😘 untuk kalian.