
Nesya dan kedua sahabatnya berjalan sepanjang koridor menuju ke tempat parkiran sekolah, mereka berjalan tanpa henti bersenda gurau. Karena asiknya bercanda mereka tak menyadari bahwa ada sepasang mata yang terus melihat mereka dari dalam mobil, siapa lagi kalau bukan Nathan. Nathan begitu penasaran dengan sosok cantik nan imut itu.
"Kau sangat cantik, bahkan siapapun yang melihat senyum dan tawamu akan merasa jatuh cinta saat pandangan pertama, tapi aku penasaran apa yang selalu membuatmu tidur dikelas saat jam pelajaran dimulai?? Ah, sudahlah mending aku pulang dan merebahkan tubuh ini di atas kasur kesayanganku", gumam Nathan pelan dibelakang kemudi mobilnya.
Setelah mobil Nesya dan kedua sahabatnya beranjak dari parkiran, mobil Nathan juga keluar dari parkiran dan beriringan dengan mobil mereka dari belakang.
"Kita ke apartemen gue dulu yukk guysss".. kata Nesya tiba-tiba yang mengagetkan Keren dan Euginno, pasalnya Euginno yang sedang menyetir dan Keren sedang bermain dengan ponselnya.
'Ngapain sih ce? Udah ah kita ke bengkel dulu ambil mobil setelah itu ke apartemenmu ce biar sekalian istirahat gimana?" Tanya Euginno dengan melihat Nesya dari kaca spion depan karena Nesya duduk di kursi belakang.
"Hmmm baiklah, kita ke bengkel dulu tapi singgah bentar dulu ya di supermarket gue mau beli es krim dulu, kalian mau nitip gak?" tanya Nesya kepada kedua sahabatnya itu.
"Aku nitip deh es krim juga ya rasa strawberry, aku rasa coklat ya ce".. kata mereka bersamaan yang membuat Nesya hanya menggelengkan kepala.
Nesya berjalan memasuki supermarket dan langsung menuju tempat es krim berada, saat mau mengambil es krim rasa vanilla kesukaannya tiba-tiba ada juga yang mengambil es krim yang sama dengan yang dia ambil. Mereka berdua sama-sama saling tatap dan terkejut.
"Looooooo"... seru mereka berdua secara bersamaan.
"Lo kok bisa ada disini??" kata Nesya yang menatap Nathan terkejut, ya orang yang mengambil es krim yang sama dengan Nesya itu adalah Nathan.
**Flashback On
Saat Nathan sementara melajukan mobilnya menuju apartemen miliknya, ponselnya berdering di kursi penumpang sebelahnya. Nathan melihat ID penelpon adalah ibunya. Nathan segera mengangkat telp miliknya itu.
"Halo Bu".. kata Nathan saat sudah terhubung dengan panggilan ibunya.
"Nathan, kamu dimana sayang? Kok, jam segini belum pulang sekolah nak?" tanya ibunya dengan lembut.
__ADS_1
"Ini lagi dijalan menuju apartemen bu, ibu dimana?" tanya Nathan kembali karena tumben ibunya menghubunginya tiba-tiba.
"Ibu ada di apartemen kamu sayang, baiklah kalau pulang singgah sebentar ya sayang di supermarket untuk beli beberapa sayur agar ibu masak untuk makan siang ya sayang." ucap ibunya memberitahu.
"Baiklah bu, WA saja sayur dan bahan-bahan apa saja yang akan Nathan beli ya bu sekalian Nathan juga mau beli keperluan sehari-harinya Nathan bu. Oh ia, apakah ibu datang bersama ayah?" tanya Nathan kembali kepada ibunya.
"Ia nak, ibu bersama ayah. Ayahmu sedang duduk di balkon apartemenmu nak sambil minum kopi. Baiklah ibu dan ayah menunggumu ya nak, cepatlah untuk pulang." kata ibunya sambil berjalan mengikuti sang ayah di balkon apartemen Nathan.
"Baiklah ibuku sayang, Nathan tutup ya bu. Byeee" kata Nathan sambil menutup panggilan dari ibunya.
Dia melewati sebuah supermarket dan kemudian berhenti didepan supermarket tersebut, berniat untuk membeli pesanan ibunya juga keperluan sehari-harinya dan membeli es krim vanilla kesukaannya karena cuaca saat itu terbilang sangatlah panas.
*Flashback off*
"Ya semua orang bisa dong ke sini, ini kan supermarket untuk umum bukan milikmu pribadi", jawab Nathan dengan ketusnya.
"Ia juga ya hehehe, oh ia nih ambil aja buat lo gue nanti ambil yang lain saja".. kata Nesya dengan cengengesan dan memberikan es krim yang sudah diambilnya kepada Natan.
"Gak apa-apa kok nih masih ada satu lagi", kata Nesya sambil mengmbil es krim vanilla yang lain.
"Oh ia daritadi kita bercakap tapi gue gak tahu nama lo, mungkin tadi disekolah juga gue yakin lu gak dengar saat gue perkenalkan nama didepan karena asyik tidur di kelaskan? Gue Nathanael Alfonso panggil saja Nathan".. kata Nathan dengan memberi tangannya berkenalan dengan Nesya.
"Hehehe ia gue gak denger sama sekali malah, gue Nesya Angela panggil aja Nesya", kata Nesya sambil menyambut tangan Nathan bersalaman dan tersenyum kepada Natan.
"Kamu semakin cantik saat dilihat dari dekat seperti ini dengan senyum dan lesung pipit di kedua pipimu, jantungku kenapa berdetak tak karuan gini ya.. apa karena efek tadi berantem di sekolah??" seru Nathan dalam hati saat terpesona dekat dengan Nesya.
"Ehmmm lo pulangnya sama siapa sya??" tanya Nathan pelan saat mereka menuju ke kasir untuk membayar belanjaan mereka.
__ADS_1
"Oh sama kedua sahabatku tan, soalnya kita mau singgah di bengkel dulu untuk mengambil mobil gue yang baru diperbaiki", kata Nesya lanjut membayar belanjaannya.
"Eh tidak ada uang pas saja mba?" kata sang kasir karena tidak memiliki uang kembalian.
"Oh gak ada mba, uang yang saya bawa hanya itu mba", kata Nesya yang hanya memiliki uang lima puluh ribuan.
"Ehmm nanti bayarnya dijadikan satu saja mba dengan belanjaan saya", kata Nathan tiba-tiba karena melihat Nesya kebingungan bagaimana caranya dia membayar.
"Apa tidak apa-apa??" tanya Nesya pelan merasa tidak enak dengan sikap Nathan yang tiba-tiba.
"Gak apa-apa, lo gak perlu menggantinya anggap saja ini sebagai traktiran gue untuk teman sebangku gue".. kata Nathan dengan tersenyum pada Nesya.
"Uhmmm baiklah besok gue akan mentraktirmu kembali. Oh ia tan gue balik duluan ya maaf gak dapat membantu soalnya gue harus ke bengkel dulu bareng sahabat gue. Sampai ketemu di sekolah besok ya tan dan ingat besok gue traktir ya. Makasih untuk hari ini".. kata Nesya tersenyum setelah mengambil belanjaannya dan segera keluar supermarket dan menuju kedua sahabatnya.
Nathan yang tersenyum melihat Nesya pergi sampai punggungnya tidak kelihatan lagi membuat detak jantungnya tidak berhenti berdetak dengan kencang.
"Lo lama amat sih ce, keburu mati kepanasan, kehausan, kelaparan kita disini nunggu lo ce", kata Euginno dengan gaya kemayunya.
"Sorry, gue lama karena ketemu sama temen tadi di dalam dan antrian kasir yang panjang".. kata Nesya tanpa menjelaskan kalau dia bertemu dengan Nathan kepada kedua sahabatnya.
Nesya pun memberikan es krim dan beberapa cemilan untuk mereka nikmati sambil menuju bengkel tempat mobil Nesya diperbaiki. Nesya tersenyum saat mengingat kejadian di supermarket tadi yang membuat detak jantungnya seakan mau lompat dari tempatnya dan tanpa sadar dia bergumam "Ganteng dan aku suka dengan senyum yang begitu memukau".
*hai para penikmat novel seantero jagat raya, sudah di up ya 😜😜..
Dukungan kalian adalah semangatku..
jangan lupa vote, like, comment dan bintang 5 ya..
__ADS_1
di favorite-in juga ya guysss 🥰🥰..
maaciuwwww