Mengubah Kehidupanku

Mengubah Kehidupanku
11


__ADS_3

Keesokan harinya Nesya ke sekolah menggunakan mobil kesayangannya, saat telah memarkirkan mobil Nesya melihat kedua sahabatnya Keren dan Euginno yang sudah menunggu untuk ke kelas bersamaan.


"Pagi ce, berapa ronde semalam? hahaha" tanya Euginno dengan sedikit tertawa.


"Ah, sudahlah jangan dibahas lagi sumpah gue ngantuk banget" ucap Nesya tanpa menjawab pertanyaan Euginno.


"Eh Ren Lo kenapa?" tanya Nesya yang melihat Keren seperti tidak bersemangat sama sekali.


"Gue nggak kenapa-kenapa kok, hanya saja mungkin malam ini gue nggak bisa ikut kalian untuk kerja" ucap Keren mengingat kalimat orang tuanya tadi pagi.


Keren POV


"Pagi ma, pa" sapa Keren yang baru turun untuk sarapan dan bersiap ke sekolah.


"Pagi sayang" ucap kedua orang tuanya bersamaan


"Kok ada yang beda ya dari orang tuaku, biasanya mereka nggak menjawab tapi ini menjawab dengan tersenyum pula, apa ada sesutu yang mereka sembunyikan?" Batin Keren bertanya-tanya dalam kebingungannya.


"Keren" panggil mamanya.


"Ia ma," jawab Keren dengan mengambil rotinya untuk mulai sarapan.


"Sepulang sekolah nanti kamu langsung pulang ke rumah ya, jangan kemana-mana lagi." ucap mamanya dengan tegas namun terdengar masih lembut.


"Eh, kenapa ma?" tanya Keren yang langsung menatap ke arah mamanya karena selama ini setiap pulang sekolah Keren selalu menghabiskan waktu dengan Euginno dan Nesya itupun tidak pernah dilarang sama kedua orangtuanya.


"Hari ini lelaki yang dijodohkan denganmu akan datang untuk menemui kamu juga mama dan papa" jelas mamanya pelan-pelan seperti tidak ingin dibantah.


"Tapi ma.." ucap Keren yang ingin membantah.


"Cepat selesaikan sarapannya dan segera berangkat sekolah, ingat apa yang tadi mama sampaikan." Ucap mamanya tegas dan mengingatkan layaknya tidak mau berdebat dengan Keren pagi-pagi.


End of POV


"Keren hei, Keren" panggil Nesya pada temannya yang terlihat melamun itu.

__ADS_1


"Ah kenapa?" Keren terkejut dari lamunannya.


"Kamu kenapa? Ada yang ingin kamu ceritakan?" tanya Nesya pelan.


"Nggak ada apa-apa kok, aku mungkin hanya sedikit lelah" ucap Keren yang belum mau untuk menceritakan semuanya ke Nesya dan Euginno.


Nesya paham dengan perasaan Keren saat ini yang belum mau untuk terbuka pada sahabatnya namun Nesya tak mendesak Keren sama sekali karena apapun yang terjadi dalam hubungan persahabatan mereka jika seseorang mengalami masalah dan belum siap untuk menceritakan maka tidak ada paksaan sama sekali hingga mereka siap untuk bercerita.


"Baiklah, kalau kamu sudah siap untuk bercerita kami akan mendengarkan." ucap Nesya ingin menenangkan Keren.


"Tapi, ingat beban yang Lo rasakan jangan di pendam sendiri, bisa mati muda Lo nanti siapa lagi yang temenin gue di cafe" ucap Euginno blak-blakan ingin membuat Keren tersenyum lagi.


"Makasih untuk kalian berdua yang selalu ada buat gue" ucap Keren tulus dengan tersenyum dan langsung memeluk Nesya dan Euginno barengan.


"Ya udah yuk masuk gue mau tidur nih nggak kuat lagi gue nahan ngantuk" ucap Nesya yang ingin segera bersandar di atas meja kesayangannya.


Tiga orang yang menyebutkan diri mereka adalah Three Angel's itu pun berjalan dengan santainya menuju ruang kelas mereka masing-masing.


Sampai di kelas mereka pun terpisah Nesyayang masuk ke kelasnya dan Euginno serta Keren masuk ke kelas mereka berdua di samping kelas Nesya.


Euginno yang sadar ada yang berbeda dengan sahabatnya itupun mulai menyadarkan Keren dari lamunannya dengan menghubungi ponsel Keren. Sesaat Keren tersentak dengan getaran ponselnya yang menandakan adanya panggilan masuk.


Keren pun segera mengeluarkan ponselnya dan melihat nama yang tertera di ponselnya "Lady Gino" pun tanpa menjawab panggilannya Keren langsung mengarahkan tatapan pada sahabatnya itu.


"Kenapa?" tanya Keren tanpa bersuara.


Tanpa menjawab Euginno pun menulis di atas kertas dan melemparkannya ke arah Keren dengan tidak mengganggu suasana hening karena jam pelajaran yang belum selesai.


Keren pun mengambil kertas yang dilemparkan Euginno dan segera membuka isi pesan tersebut.


Lo yang kenapa? Kalau sampai Lo ketahuan sedang melamun dan nggak menyimak pelajaran Lo tahu sendiri kan apa hukuman bagi anak yang nggak menyimak, jangan melamun lagi.


Keren pun membuang napasnya dengan berat dan berpikir sebaiknya pas jam istirahat ia harus menceritakan semuanya pada Nesya dan Euginno siapa tahu saja mereka berdua bisa membantu untuk menemukan jalan keluar bagi masalahnya ini.


Keren masih ingin bersama dengan sahabat-sahabatnya, masih ingin menjalani masa mudanya dengan kebahagiaan dan keceriaan. Bukan dengan memikirkan perjodohan kemudian pernikahan.

__ADS_1


Ia juga nggak tahu lelaki pilihan orang tuanya ini seperti apa, apakah om-om ataukah yang seumuran atau lebih tua 2 tahun diatasnya.


Semua pikiran itu membuat Kerena nampak lebih frustasi dan sisa 5 menit terakhir sebelum jam pelajaran pertama selesai ia pun segera meminta izin untuk ke toilet membersihkan wajah dan pikirannya disana.


Karena terburu-buru ingin ke toilet tanpa melihat ke depan Keren menabrak seseorang, ia pun dibantu berdiri oleh orang yang menabraknya tadi dan saat ingin mengucapkan terimakasih serta maaf Keren kaget karena orang yang bertabrakan dengan dirinya adalah Carlos teman Nathan dan Aldo yang sering mencuri pandang ke arah dirinya.


"Kamu" ucap mereka berdua bersamaan.


"Ehm, maaf ya gue gak sengaja nabrak Lo tadi gue buru-buru ke toilet" ucap Keren pelan dan merasa bersalah.


"Gue juga minta maaf karena tadi gak perhatikan kedepan sambil nerima telepon" ucap Carlos yang terus memandangi Keren tanpa berkedip.


"Ya udah kalau gitu gue ke toilet dulu" ucap Keren dengan berlalu meninggalkan Carlos ke arah toilet.


"Kenapa jantungku berdetak nggak karuan kayak gini ya?"


"Jangan bilang gue suka sama dia, astagaaaaaaa Keren mikir dong hari ini saja Lo mau dijodohkan sama orang tua Lo ih boro-boro mikirin hal lain yang nggak-nggak. Jangan nambah beban pikiran deh." Batin Keren sambil menepuk-nepuk pipinya saat tiba di depan wastafel toilet.


Berbeda dengan Carlos yang senyam-senyum sendirian saat melihat gadis sang pujaan hati dari jarak begitu dekat yang memegang tangannya tadi.


"Aduh kenapa saat gue berada dengan jarak yang begitu dekat dengannya, dia terlihat sangat cantik ya?" Batin Carlos mengingat kejadian tadi saat menabrak Keren.


"Carlos Lo jangan mikir aneh-aneh malam ini Lo akan bertemu dengan wanita yang telah dijodohkan oleh orang tua Lo."


"Haiss, nasib sial apaan ini? Udah di era modern gini tapi orang tua gue masih mikirin tentang perjodohan kayak jaman Siti Nurbaya aja. Di satu sisi gue pengen lari dari keadaan yang sekarang, di satu sisi pun gue gak mau ngecewain orang tua gue apalagi di ancam kayak tadi sama bokap gue." Batin Carlos dengan pikiran yang kemana-mana"


**Hai para penikmat novel seantero jagat raya, ada apa dengan Carlos dan Keren ya? Apakah yang dijodohkan itu mereka berdua? Tunggu jawabannya di bab berikutnya.


Jika suka dengan novel ini mohon dukungannya untuk vote, llike, bintang 5 serta komentnya ya untuk lebih menginspirasi author dalam penulisan.


Jika ada salah kata dan penulisan mohon dimaafkan ya. Dukungan kalian adalah semangatku. Di favorite-in juga ya guyss..


Terima Kasih


😍🥰😍🥰😍😘😘😘😘 teruntuk para penikmat novel sekalian.

__ADS_1


__ADS_2