
Dikantin SMA Harapan Bangsa
Suasana di kantin sangatlah riuh dan ramai penuh dengan siswa-siswi yang menghabiskan waktu istirahat mereka dengan makan,ngobrol ataupun bercanda ria. Semua tatapan tiba-tiba tertuju pada dua orang yang berjalan menyusuri koridor sekolah menuju kantin, siapa lagi kalau bukan Nathan dan Emmanuela yang mengekorinya dari belakang karena tidak dapat menyamakan langkah kaki Nathan yang begitu cepat.
Di dalam kantin, Nathan duduk disalah satu bangku paling pojok di kantin tersebut kemudian Emmanuela mengikuti duduk disebelahnya.
"Tan, kamu mau pesan apa?" tanya Emmanuela pada Nathan sambil memberikan daftar menu ke depannya.
Tanpa menjawab Nathan pun mulai memesan makanan sesuai dengan menu yang ada dalam daftar menu yang dia ambil sendiri dengan mengacuhkan kehadiran Emmanuela disana.
"Cih, sombong sekali kamu Nathan, tapi aku akan tetap berusaha untuk mendapatkan hatimu sayang", gumam Emmanuela dalam hati.
Emmanuela pun ikut memesan makanan dengan menu yang sama dengan Nathan, kemudian sang pelayan pun pergi meninggalkan keduanya untuk segera membuat pesanannya.
Sambil menunggu pesanan makanannya, Nathan melihat kiri kanan suasana kantin tersebut sehingga pandangannya jatuh kepada tiga orang yang baru masuk kantin dan memilih tempat duduk pojok tak jauh dari tempat yang dia duduki. Ia menatap ketiga orang tersebut khususnya seorang wanita cantik, baby faces, pemilik lesung pipit di kedua pipinya dengan make up tipis kelihatan natural yang sementara asik bercanda dengan dua sahabatnya siapa lagi kalau bukan Nesya.
Nathan begitu terkesima melihat Nesya yang sedang bercanda dengan Keren dan Euginno, sampai dia tersadar ketika makanan yang Ia pesan datang. Sambil makan, tak hentinya Nathan menatap ke arah Nesya dan itu membuat Emmanuela terbakar api cemburu.
"Apa hebatnya dia sehingga kamu terus melihat ke arah dia padahal aku disini di depanmu Nathan. Tunggu pembalasanku Nesya", seru Emmanuela geram dalam hati.
Tiba-tiba suara Keren mengagetkan Nesya juga Euginno disampingnya.
__ADS_1
"Ah, bukannya itu anak baru di kelasmu ce?" Ucap Keren sambil memukul pelan pundak Nesya dan menatap ke arah Nathan.
"Eh, Ia bener ce, itu dia oh my god tampan sekali ce. eike mau dong ce sama babang tampan, tapi wait apa dia sedang melihat kearah kita???" sambung Euginno yang tampak antusias dan terkesima melihat Nathan yang juga melihat ke arah mereka.
Dua orang tersebut sangat riuh dengan ucapan mereka tanpa henti, namun Nesya tidak peduli sedikitpun dia tetap tertunduk dan sibuk membuka daftar menu yang ada didepannya.
"Kok, dia duduk disamping wanita iblis ce, tapi kenapa pandangannya tetap ke kita ya ce??" seru Keren yang terus memandangi ke arah sebelah tempat mereka duduki sambil merubah arah pandangan mengikuti arah pandangan Nathan.
"Oh My Lord, Nesyaaaaa dia sedari tadi melihat ke arahmu cece", girang Keren saat tahu kemana arah mata Nathan sambil mencengkeram pergelangan tangan Nesya dengan begitu kuat.
"Auuu, sakit Keren.. apa kau mau mematahkan tanganku??" sewot Nesya sambil mengelus pergelangan tangannya yang memerah akibat ulah Keren.
"Apa jangan-jangan dia menyukaimu ce??" tanya Euginno pelan.
Melihat Nathan sudah selesai makan ketoprak yang ia pesan tadi dan meninggalkan sedikit saus kacang disamping mulutnya membuat Emmanuela dengan refleks memberanikan diri untuk menghapus saus kacang tersebut dengan tisue di atas meja kantin.
"Makanmu seperti anak kecil sayang", seru Emmanuela sambil membersihkan saus di mulut Nathan.
"Awas tangan kotormu itu, jangan pernah menyentuhku sama sekali", teriak Nathan sambil menghempaskan tangan Emmanuela dengan kasarnya membuat semua orang menatap ke arah mereka kemudian pergi meninggalkan kantin sekolah untuk kembali ke kelas.
Ketika hendak mencapai pintu kantin tak sengaja Nathan menyenggol bahu Aldo dengan kuat membuat bahu Aldo sakit bukan main. Ya Aldo Sebastian ketua tim basket SMA Harapan Bangsa yang paling populer, serta ditakuti di sekolah karena merupakan anak kepala polisi di Jakarta.
__ADS_1
"Maaf, saya tidak sengaja dan saya tidak melihatmu yang masuk dengan tiba-tiba", seru Nathan dengan melihat ke arah Aldo.
"hahahaha apa kamu pikir hanya dengan kata Maaf dapat menyembuhkan sakit di bahuku, heh?" teriak Aldo kepada Nathan dan sukses membuat kantin yang tadinya riuh dan ramai menjadi tenang dan sepi seketika.
"Terus apa yang harus dilakukan? membawamu ke rumah sakit dan me-rontgen bahumu? Bro, gue hanya menyenggol bahumu bukan mematahkan bahumu", seru Nathan dan mulai berjalan namun dihadang oleh Aldo Cs yaitu Dimas, Gerry dan Carlos.
"Kamu anak baru disekolah ini ya?" tanya Aldo kepada Nathan yang sudah meliriknya dengan tajam.
"Kalau ia memang kenapa? ada masalah dengan status gue sebagai anak baru?" tanya Nathan balik dan sukses membuat Aldo kesel.
Tiba-Tiba, Bukkkk..
Tinju Aldo mengenai wajah tampan nan ganteng milik Nathan. Merasa tidak terima dengan perlakuan Aldo membuat Nathan juga melayangkan pukulan ke wajah Aldo sehingga perkelahian pun terjadi secara membabi buta.
Keributan di kantin sukses membuat seorang guru yang kebetulan lewat pun menghentikan aksi mereka dan menyeret mereka ke ruangan BP.
"So, gentlemen... so sexi, eike suka cara anak baru itu berantem ce", seru Euginno tiba-tiba dengan ganjennya membuat Nesya dan Keren bergidik ngeri dan tertawa pelan.
"Ayooo, cepat habiskan makan kalian kita harus segera balik ke kelas sedikit lagi jam istirahat selesai", kata Nesya mengingatkan kedua sahabatnya.
** hai para penikmat novel seantero jagat raya. Mohon dukungannya ya berupa vote, like dan komentnya ya..
__ADS_1
😘😘😘 teruntuk penikmat novel sekalian.
Salam hangat dari author Grey Granger..