Mengubah Kehidupanku

Mengubah Kehidupanku
06


__ADS_3

"Ahh, kenyang banget.. Makasih ya bu sudah masak makanan kesukaan Nathan".. Ucap Nathan Bahagia sambil mengelus perutnya yang terlihat mengembung karena kenyang.


"Kamu suka sayang? Ya, udah ke rumah ya gak usah di apartemen lagi biar ibu bisa masak untuk kamu sepuasnya".. kata ibunya sambil terus menggoda Nathan untuk membatalkan niatnya untuk hidup mandiri, karena semenjak  dikabarkan untuk menetap di Indonesia Nathan sangat menolak keras namun karena dengan persyaratan hidup mandiri dan tinggal di apartemen maka ayahnya menyetujui agar Nathan mau mengikuti mereka ke Indonesia.


"Ah,ibu… Ayolah jangan gini bu, Nathan bukan mau jauh dari ibu dan ayah. Nathan hanya ingin hidup mandiri bu apalagi Nathan ini cowok, apa kata orang jika Nathan sudah besar dan dewasa namun masih tinggal dengan orang tua dan sampai kapan Nathan akan terus bersembunyi di bawah ketiak orang tua bu??" kata Nathan yang gemes pada ibunya sambil menjelaskan dengan menunjukan wajah memelas membuat ibunya sontak memeluknya dari samping.


"Anak ibu ternyata sudah besar dan dewasa, padahal ibu merasa kamu masih bayi kecilnya ibu yang tidak pernah mau berpisah dari ibu nak," katanya dengan benda crystal yang keluar dari sudut mata indahnya pelan-pelan.


"Siapa dulu dong anak ayah".. ucap ayah tiba-tiba dengan tertawa lantang sukses membuyarkan suasana haru kedua orang yang dicintai dan disayangi itu karena David tahu betul istrinya belum menerima sepenuhnya keputusan Nathan untuk tinggal sendiri di apartemen.


"Bu, ayoo kita balik biar Nathan bisa beristirahat dan belajar supaya besok ke sekolah tepat waktu", kata David yang berdiri dan berjalan pelan kea rah ruang tamu menunggu anak dan istrinya.


"Baiklah ayah tapi ibu bereskan sisa makan dan piring kotor dulu yah", kata Angelica pada suaminya.


"Ibu, benar kata ayah bu.. Ibu dan ayah harus istirahat, biar saja ini menjadi tugas Nathan bu".. kata Nathan kepada ibunya seraya membujuk ibunya untuk beristirahat.


"Tapi nak kamu itu baru pulang sekolah dan pasti cape, ibu akan menyelesaikan ini agar kamu juga bisa beristirahat ya".. kata Angelica dengan nada khawatirnya.


"Bu, Nathan mohon percaya sama Nathan bu untuk bisa hidup mandiri biar saja ini nanti Nathan akan bereskan semuanya bu. Nathan juga gak mau ibu terlalu cape dan nantinya sakit bu, kita ikut ayah ya bu di ruang tamu".. kata Nathan kepada ibunya yang masih terlihat khawatir karena bagaimana pun ibunya masih menganggap Nathan sebagai anak kecilnya yang tidak pernah berpisah darinya.


"Ibu percaya sama kamu nak, tapi kamu janji sama ibu untuk sering pulang ke rumah ya?? Ibu kadang merasa kesepian nak kalau ayahmu ke kantor dan kamu tinggal di apartemen ini".. kata ibunya karena memang keputusan Nathan untuk tinggal di apartemen ini karena dia tidak mau diajak untuk tinggal di Indonesia.


"Baik bu, sekarang kita kedepan ikut ayah ya bu??" kata Nathan sambil berjalan kearah ruang tamu Bersama dengan ibunya.

__ADS_1


"Sudah selesai beres-beresnya?" Kata ayahnya sambil melihat kearah Nathan dan ibunya yang datang dari arah dapur dan duduk di samping ayahnya.


"Belum yah, Nathan tidak mau membiarkan ibu yang menyelesaikannya yah, dia mau dia sendiri yang mengerjakannya karena mau dianggap mandiri yah".. kata Anglica kepada suaminya itu.


"Sebaiknya ayah dan ibu istirahat karena besok pasti merupakan hal yang panjang bagi ayah untuk bekerja".. kata Nathan kepada kedua orang tuanya.


"Ya,nak kamu benar. Besok ayah dan ibu akan terbang ke amerika karena ada meeting mendadak disana. Salah satu cabang perusahaan ayah sahamnya menurun secara tiba-tiba, ayah baru saja mendapatkan kabar dari sekretaris ayah".. kata David pelan sontak membuat Angelica kaget dengan perkataan suaminya tersebut.


"Kenapa bisa seperti itu yah?" tanya Angelica dengan kaget dan penuh kekhawatiran, bagaimana pun cabang perusahaan David yang di America merupakan perusahaan yang dirintis oleh David dan Angelica dari nol saat mereka berdua baru beberapa bulan menikah. Meskipun David mendapatkan harta warisan turun temurun dari keluarganya tetapi mimpi David dan Angelicayang ingin memiliki perusahaan sendiri dari hasil jerih payah sendiri harus dinyatakan oleh sebab itu mereka memilih negara Amerika untuk membangun perusahaan tersebut dimana perusahaan itu telah memiliki banyak anak perusahaan di seluruh dunia.


"Ayah belum tahu pasti bu, makanya besok pagi-pagi sekali kita berdua sudah harus berangkat dan Ketika sampai disana kita harus mengikuti meeting sayang, makanya sekarang kita pulang dan menyiapkan semua berkas-berkas dan pakaian untuk kita kesana besok".. kata David pelan kepada Angelica karena tidak ingin membuat wanita yang dicintainya itu merasa cemas dan khawatir.


"Ayah dan ibu akan berapa lama disana??" tanya Nathan dengan nada tenang meski sebenarnya dia begitu khawatir setelah mendengar penjelasan ayahnya, karena dia tahu bahwa perusahaan tersebut merupakan hal yang sangat penting untuk kedua orang tuanya.


"Baiklah ayah, besok setelah pulang sekolah Nathan akan langsung menuju perusahaan untuk melakukan pekerjaan ayah disini".. kata Nathan sambil menatap pasti kearah kedua orang tuanya.


"Sebaiknya kita segera pulang agar ibumu bisa beristirahat karena besok merupakan perjalanan Panjang untuk ibumu".. kata David sambil melihat kea rah istrinya yang tidak tenang saat mendengar kabar tersebut.


"Ayo ayah..ibu. Nathan antarkan ke depan. Dan hati-hati untuk perjalanan besok ayah,ibu segera hubungi Nathan jika terjadi sesuatu ayah".. kata Nathan sambil berdiri dan berjalan Bersama kedua orang tuanya menuju lift apartemen.


Setelah pintu lift apartemen yang dinaiki kedua orang tuanya tertutup Nathan pun Kembali ke apartemennya untuk


menyelesaikan semua pekerjaan yang tadi sempat dia tinggalkan, namun sebelum Langkah kaki-nya menggapai pintu apartemen dia mendengar suara seseorang yang sangat ia kenal.

__ADS_1


Ingin memastikan apa yang ia dengar tidak salah, Nathan pun menoleh kebelakang dan sedikit mengangkat bibirnya melengkung sempurna Ketika melihat seorang perempuan yang ia kenal Bersama dengan dua orang sahabatnya sedang bercanda ria di depan pintu apartemen yang bersebelahan dengan apartemen miliknya tersebut. Beruntung tempat Nathan berdiri terhalang dengan tiang tembok pada koridor apartemennya sehingga membuat tiga orang yang sedang tertawa dan bercanda itu tidak dapat melihat Nathan yang sedang memperhatikan mereka.


"Kita bertemu kembali Sya".. kata Nathan yang tersenyum saat melihat kearah Nesya yang tertawa memperlihatkan lesung pipi sambil memegang dadanya yang berdetak tak beraturan dan sangat cepat seperti ingin melompat dari tempatnya.


"Dadaku kenapa seperti ini ya?? Apa karena efek tadi berantem disekolah? Ah, sepertinya harus segera periksa jangan sampai terjadi sesuatu".. kata Nathan kaepada dirinya sendiri sambil berpikir dan melangkah untuk masuk ke dalam apartemen dan menyelesaikan sisa pekerjaannya.


************


Nesya segera membuka pintu apartemennya dengan menekan beberapa angka pada sandi pintunya tersebut dan


segera membuka pintu dan mereka bertiga pun masuk ke apartemen dengan mengambil posisi santai masing-masing karena kelelahan.


"Aku mandi dulu ya, gerah banget, Kalau kalian berdua ingin mandi dan berganti pakaian ada di tempat biasa ya guyss"... kata Nesya kepada dua sahabatnya yang dimana sudah sering menginap bersama dengannya berhari-hari dan meninggalkan pakaian mereka di apartemennya.


"Ok, bos".. kata keduanya sambil mengangkat jari jempol ke arah Nesya dan melanjutkan istirahatnya di sofa ruang tamu milik Nesya.


*hai para penikmat novel seantero jagat raya, sudah di up ya hehehe..


Dukungan kalian adalah semangatku..


jangan lupa vote, like, comment dan bintang 5 ya.. di favorite-in juga ya guys..


maaaacccciiiiuuuuwwwww

__ADS_1


__ADS_2