
Sudah seminggu lamanya Nathan menyandang status sebagai murid sekolah SMA Harapan Bangsa.
Meski demikian hubungan antara Nathan dan Nesya teman sebangkunya belum terlalu dekat, bahkan bagi Nathan temannya tersebut sangatlah misterius. Rasa penasaran yang sangat luar biasa setelah kejadian Nathan membuntuti mobil Nesya waktu itu namun tidak berhasil karena terhalang lampu merah.
"Uhh, sungguh membuat penasaran ni orang. Malam kelayapan, paginya molor di kelas".. kata Nathan dalam hati sambil melihat ke arah Nesya.
Nesya yang saat itu terbangun saat denger suara gurunya memulai pelajaran dengan saksama bangun dan mulai memperhatikan gurunya sambil mengeluarkan buku dan alat tulisnya.
Sejak masuk sekolah dan duduk bersebelahan dikelas Nathan dan Nesya belum bertegur sapa sama sekali bahkan melihat ke arah Nathan pun tidak. Karena rasa penasaran yang begitu tinggi Nathan mulai mengetes telinga cewek kulkas itu.
"Punya pulpen lebih gak??" kata Nathan yang sudah memulai aksinya.
Namun, tidak ada sahutan sama sekali dari yang ditanya. Karena merasa tidak direspon Nathan mulai kembali memperhatikan ke depan tetapi tiba-tiba dengan tanpa jawaban dan menoleh Nesya memberikan pulpen ke atas meja Nathan.
"Anjayy, jadi klo disekolah lo mau dingin sama gue??" umpat Nathan dalam hati sambil melayangkan senyum melihat tingkah Nesya yang acuh dan cuek.
Nathan tidak tinggal diam, 1001 cara dia pikirkan untuk membuat Nesya cewek kulkas itu bisa bicara padanya disekolah.
"Abis ini pinjam catatan loe ya gue tadi gak ada pulpen jadi gak catat dari awal".. jelas Nathan kepada Nesya yang memang benar adanya hanya karena ingin membuat Nesya bicara padanya.
Dengan lunglai dan menarik napas kasar, Nesya menoleh ke arah Nathan menatapnya dengan tajam dan tanpa merespon sama sekali Nesya memberikan buku pelajaran yang sudah selesai dia catat kepada Nathan.
TRINGGGGGGGG... TRINGGGGGGGGGG!!!!
Nathan yang kaget dengan reaksi tiba-tiba dari Nesya hanya melihat antara buku Nesya diatas meja dan Nesya secara bergantian.
"Wowww.. It's Amazing ini cewek".. gumam Nathan pelan sambil senyum sendirian.
Jam pelajaran berikutnya pun berbunyi namun Nesya hendak pergi ke toilet.
Nathan melihat Nesya berdiri sungguh kaget karena pakaian seragam yang Nesya gunakan lebih pendek dari seragam yang dia gunakan saat mereka bertemu untuk pertama kalinya di supermarket. Rok yang pendek, kemeja yang super duper ketat barhasil mempertontonkan lekuk tubuhnya serta dua kancing baju yang sengaja dibuka memperlihatkan belahan dadanya. Kalau dilihat para pria bisa muntah koin mereka.
"Kalian gibahin gue??? Gak perlu dibelakang kalau gibahin gue, nih gue didepan kalian"... kata Nesya tiba-tiba dari belakang karena mendengar Emmanuela dengan teman sebangkunya membicarakan Nesya sambil menggambar dirinya di kertas.
Nesya mengambil kertas milik Emma dan melihat hasil gambarnya secara saksama..
__ADS_1
"Ini hasil gambar lo yang lo kata mirip sama gue??? Hmmm, gue bayar lebih bahkan gue bisa beli lo sekalian kalau lo bisa gambarin gue persis seperti aslinya".. kata Nesya sambil melangkah hendak ke toilet.
"Sarap lo ya, sinting"... maki Emmanuela tidak terima dengan perlakuan Nesya.
"Lo ngomong sama tangan"... kata Nesya sambil mengangkat tangan dan menggoyangkan tangannya ke belakang tidak perduli dengan Emmanuela sedikitpun.
"Hahaha, gue suka gaya lo bibeh".. kata Nathan dalam hati sambil melihat tingkah menggemaskan Nesya.
Bagi Nathan, Nesya merupakan tipikal cewek yang sangat berbeda dari cewek-cewek pada umumnya.
*************
Selama seminggu ini, hubungan pertemanan Nathan dan Aldo CS semakin hari semakin akrab. Meski beda kelas namun mereka selalu ngumpul di kantin atau dilapangan basket untuk main basket bareng atau hangout bareng jika diluar sekolah.
"Gimana bro seminggu rasanya sekolah disini??" tanya aldo membuka pembicaraan saat mereka ngumpul bareng di kantin.
"Ya, begitulah.. tapi lumayan adaptasinya".. kata Nathan menjawab pertanyaan Aldo.
"Lumayan?? hmm, untuk usia seminggu di sekolah ini tidak terlalu buruk jawaban itu".. sela Gerry sambil manggut-manggut mendengar jawaban Nathan.
Ya dari dulu SMA Harapan Bangsa memang terkenal dengan siswa-siswi yang ganteng dan cantik. Apalagi cewek-cewek nya yang fantastis perawatannya.
Tiba-tiba mata Nathan tertuju kepada tiga orang yang baru masuk ke kantin dan mengambil tempat duduk di bagian tengah karena hanya itu tempat yang masih muat dan masih kosong. Siapa lagi kalau bukan Nesya CS.
Lamunan Nathan terhenti saat Aldo menepuk bahu kirinya.
"Liat apa lo bro??" sahut Aldo pada Nathan sambil melihat kearah tatapan mata teman barunya itu.
"Wah, gila jangan bilang lo lagi liat ke arah Emmanuela bro".. kata Aldo lagi yang berpikir Nathan melihat ke arah Emmanuela yang memamg duduk sejajar dengan Nesya saling membelakangi.
"Hmm, not bad pilihanmu bro.. Emmanuela adalah salah satu most wanted Harapan Bangsa. Dapat dia itu sebuah keajaiban bro".. kata Gerry menjelaskan sambil menatap Emmanuela dari jauh.
"Maksud lo semacam piala bergilir??" sahut Nathan yang sedari tadi melihat ke arah Nesya tanpa tertarik dengan pembicaraan teman-temannya.
Seketika Aldo dan yang lainnya tertawa lepas mendengar pertanyaan Nathan. Ya memang benar Emmanuela bisa dikatakan sebagai piala bergilir karena hampir semua cowok disekolah ini pernah menjadi pacarnya.
__ADS_1
Nathan tidak peduli dengan pembahasan teman-temannya itu, perhatian dia tetap jatuh pada sosok perempuan yang seminggu terakhir ini selalu membuat dia penasaran.
"Apa memang dia seperti itu ya??" gumam Nathan pelan namun masih bisa didengar oleh Aldo dan yang lainnya.
"Siapa bro??" tanya Carlos yang mengikuti arah tatapan Nathan bersamaan dengan yang lainnya.
"Nesya???" tanya Aldo kaget pada Nathan.
"Ya, Apa dia selalu seperti itu disekolah??" tanya Nathan lagi dengan rasa penasaran tinggi.
"Nesya cewek cantik, pintar, juara kelas, juara olimpiade se-SMA Indonesia. Tapi dibalik itu dia pembangkang, sombong, irit banget bicara selama ini gue baru tiga kali denger suaranya dia".. tutur Aldo akan sikap Nesya yang campur aduk seperti nano-nano berjuta rasanya...
"Kulkas".. sahut Dimas tiba-tiba dan membuat temen-temennya pun membenarkan perkataannya.
"Ya, dia dingin seperti kulkas. Tidak ada org lain yang bisa berteman dengannya hanya dua orang itu saja yang selalu mengikuti kemana pun ia pergi".. sambung Dimas tanpa menoleh dari pandangannya.
"Tapi meski kulkas dia cantik, sexi dan uhmm setiap lelaki selalu menjadikan dia objek fantasi bro. Liat saja penampilannya yang sekarang sumpah body goals banget"... kata Carlos dengan semangatnya.
"Ya kali ya yang kayak Nesya gak bikin pengen, sexy parah sumpah. Duduknya anggun, jalannya layak model papan atas, silang kakinya membuat paha putih mulus itu terekspos apalagi dua kancing dadanya terbuka memperlihatkan belahan dadanya".. seru Aldo sambil menatap Nesya dengan saksama.
"Gue aja sering berkhayal dia tanpa sehelai benangpun didepan gue, kata carlos menimpali pembicaraan teman-temannya.
"Fantasy lo sungguh liar bro"... kata Nathan tanpa menoleh ke temen-temennya membuat mereka tertawa terbahak-bahak.
Nathan terus memperhatikan Nesya dari ujung kepala hingga kaki.
Semua yang digunakan Nesya adalah barang-barang berkelas dan trendy mengikuti zaman. Harga sepatu dan handphonenya saja membuktikan kalau Nesya orang yang kaya dan bukan berasal kelas menengah.
*hai para penikmat novel seantero jagat raya, sudah di up ya 😜😜..maaf jarang up karena urusan di RL masih belum selesai.
Dukungan kalian adalah semangatku..
jangan lupa vote, like, comment dan bintang 5 ya..
di favorite-in juga ya guysss 🥰🥰..
__ADS_1
maaciuwwww