Mengutang Dapat Tunangan?

Mengutang Dapat Tunangan?
Apa yang akan kamu lakukan jika penguntit itu adalah tunanganmu?


__ADS_3

*kringg


Akhirnya bel jam makan siang yang kutunggu tunggu berbunyi. Aku langsung bergegas keatap. Namun, aku melihat Haru chan agak kesulitan mengikuti kecepatanku jadi kuputuskan untuk menyamainya saja. Aku juga tidak ingin dia kelelahan karena aku.


Seperti biasa, saat kami tiba di atap pasangan tolol sudah mempersiapkan tempat nyaman dengan karpet dibawahnya. Aku bingung sebenarnya itu karpet siapa?


"Halo Izumi Akane san."


"Fuuhhh... Halo, jadi siapa penguntit itu?"


"Oi oi tenang dulu waktu jam makan siang masih panjang loh."


"Sudahlah, nih 1000 yen."


"Seperti biasa Izumi memang bisa diandalkan."


Tiba tiba ditengah percakapan, Chisato memotong.


"Hei Izumi jika kamu ingin mengetahui penguntit nya kamu harus menjawab teka teki dulu."


"Hahhhh? kenapa? aku sudah memberikan uangnya kan."


"Fufufu itu hanya biaya masuk."


"Baiklah baiklah. Pastikan berikan yang mudah."


Aku sudah tidak sabar mengetahui siapa penguntit ini. Tapi kenapa Haru chan tampak malu malu sendiri. Aku jadi bingung.


"Oke, sekarang bisakah kita memanggil penguntit itu dengan sebutan malaikat/bidadari?"


"Hah? Kenapa harus begitu?"

__ADS_1


"Tolak. Kamu hanya harus mendengar nya dulu setelah selesai baru menjawab. Jika tidak tau kamu bisa jalan pintas dengan 1000 yen lagi."


"Kamu ingin merampokku kan?"


"Inilah yang disebut investasi Izumi."


"Oke, setelah menyebutnya malaikat/bidadari ia juga adalah orang yang memperhatikanmu setiap hari dan orang yang dekat denganmu."


"Terakhir, orang itu ada di kelas kita."


"Hanya itu?"


"Jalan pintas?"


"Tch. 1000 yen 3 petunjuk. Dasar perampok."


Dia hanya mengabaikan ejekanku dan tertawa tawa.


Yang bisa kutemukan hanyalah pasangan tolol dan... Haru chan. Ti-tidak mungkin kan. I-itu hanya cerita dulu.


"Yuuta itu kamu kan?"


"Mana mungkin bego. Aku masih normal."


"Chisato?"


"Daripada mengurus kamu yang pulang terlambat mendingan aku bersama Yuu kun."


Oi oi kalau begini sisa 1 orang kan.


"Jalan pintas? Tidak, maksudnya mau memastikan?"

__ADS_1


"Ba-baiklah."


Oke hari ini aku sudah dirampok 2000 yen untuk hal tidak berguna ini. Namun yasudahlah, jika jawabannya sama seperti yang kupikirkan maka itu cukup memuaskan.


"Tapi sebelum itu, jika kukatakan orang itu adalah wanita dan ia menyukaimu sejak lama. Apa yang akan kamu lakukan?"


"Jika kamu tanyakan itu kepadaku sebelum aku bertunangan mungkin aku menerimanya. Tapi sekarang situasinya sudah berbeda, aku bahkan sudah memiliki calon istri jadi tentu saja aku akan menolak nya."


"Kamu akan menyakitinya loh? Dia pasti akan sedih."


"Namun jika aku ragu ragu menjawabnya itu hanya menghancurkan bagi kita berdua dan sebaliknya jika aku menerimanya sekarang, aku bahkan tidak memiliki perasaan apapun padanya. Cukup Haru chan di hatiku saat ini, aku tidak membuka nya kepada siapapun."


"Selamat Izumi. Kamu berhasil."


"Eh? Berhasil maksudnya?"


"Lihatlah Akane san saat ini."


Saat aku melihat Haru chan, wajahnya tampak sangat merah. Wajahnya tersenyum senang mendengar ucapanku tadi. Kalau begini sudah jelas kan.


"Haru chan. Terimakasih."


"Ti-tidak bukan apa apa. Aku hanya membantumu dalam hal kecil."


"Iya, namun hal kecil itu yang sangat kuperlukan. Terimakasih."


"I-iya, sama sama."


"Apa kamu akan tetap membantuku diam diam lagi saat ini?"


Dia tertawa...

__ADS_1


"Hihihi, itu rahasia."


__ADS_2