Mengutang Dapat Tunangan?

Mengutang Dapat Tunangan?
Sebelahan Dengan Tunanganku


__ADS_3

Jarak sekolah dari rumah kami tidak terlalu jauh. Namun karena aku sedang membawa Haru chan di tanganku, aku harus diam diam supaya tidak kelihatan teman sekolah.


"Izu kun. Kalau kita ambil jalan memutar pasti akan terlambat loh. Tidak bisakah lewat jalan biasa saja?"


"Ya-yah kita bisa lewat jalan biasa. Kalau saja kamu bisa berjalan sendiri."


"A-aduhh... Kakiku masih sakit. Tehee."


Sudahlah berhenti berpura-pura aku sudah tau kamu sudah bisa berjalan. Tapi aku juga menikmati ini hehe.


Disaat aku sedang berkhayal nakal, tiba tiba-tiba dari belakang seseorang menepuk punggungku.


"Yo, I-zu-mi..."


Ya, itu adalah Yuuta yang ingin langsung melarikan diri melihat kami. Beruntung aku menendang kakinya sebelum dia berhasil lari.


"A-aku tidak lihat apa apa oke?"


"Jika kamu katakan sesuatu..."


Ancamanku ini bukan bercanda, ini beneran ancaman. Jika dia memberitahu teman teman lain, akulah yang akan jadi korban.


"Ya-yah, tenang saja Izumi aku hanya akan memotretmu seperti ini. Jadi berpose lah yang keren."


*cekrek


Suara kamera hp Yuuta aktif dan mengambil gambar kami.


"Hey hapus sialan."


Sebelum aku menangkapnya, Yuuta sudah melarikan diri dengan jurus seribu langkah. Sudah kuduga berakhir seperti ini.


"Izu kun, apa kamu baik baik saja? Melelahkan ya? Kalau begitu turunkan saja disini."


"Ah, tidak perlu."


"Eh?"


"Karena sudah kuduga akan terjadi seperti ini jadi tidak perlu menyalahkan dirimu Haru chan. Lagipula kamu bilang ingin digendong sampai sekolah kan."


"Tapi..."


"Ayo jalan lagi."

__ADS_1


Akhirnya kami memutuskan untuk tetap pergi sekolah seperti ini.


*10 menit kemudian


*Teng teng


Bunyi bel sekolah berbunyi. Beruntung kami datang tepat disaat saat terakhir sebelum gerbang ditutup. Aku menurunkan Haru chan.


"Terimakasih kerja kerasnya Izu kun."


"Fuuhhh... Oke. Ayo kita ke kelas."


"Tunggu, ini tas tas kalian pasangan brengsek."


"Ah terimakasih juga Ai chan. Ini semua terjadi karenamu."


Tunggu apa barusan kamu mengejek kami? Yah sudahlah.


Kami Menyusuri lorong kelas. Biasanya lorong akan dipenuhi oleh murid-murid yang sedang bermain atau mengobrol. Namun, karena bel sudah berbunyi semua sudah masuk.


Kami masuk ke kelas bersama. Ya sesuai dugaan semua terdiam melihat aku dan Haru chan datang bersamaan. Aku dapat melihat wajah Yuuta dan Chisato yang senyum senyum sendiri.


"Pagi Yuuta, Chisato."


"Pa-pagi... Chisato chan, Nifuji kun."


"Pagi juga Akane san."


"Pagii Haru chann."


Setelah sapaan singkat, muncullah teriakan sekelas.


"EHHHHH."


Sepertinya mereka terkejut melihat Haru chan yang tidak pernah menyapa siapapun tiba tiba mengucapkan selamat pagi.


"Iya iya tenanglah Izumi. Aku tidak akan mengambil panggilan itu darimu."


[Mengambil panggilan? Apa maksudnya Haru chan yang tadi?]


[Eh? Maksudnya Shuji punya hubungan dengan Akane san gitu]


Aku dapat mendengar seluruh bisikan tentang aku dan Haru chan. Yah untungnya aku hanya diam.

__ADS_1


Saat semua sedang berbisik satu sama lain, pak guru memasuki kelas. Seketika, semua kembali ke tempat duduknya masing-masing.


"Sampai jumpa nanti ya Izu kun."


"Ah iya, sampai jumpa Haru chan."


Aku dan Haru chan duduk agak berjauhan. Aku bersama Yuuta seperti biasa sih. Sedangkan Haru chan sendiri.


Sebenarnya semua ingin duduk bersamanya, namun sayangnya saat itu suasana dingin di sekitarnya membuat yang duduk bersamanya tidak tahan.


"Anak anak, hari ini kita akan menata ulang tempat duduk hari ini."


Hah? Kenapa tiba tiba? Tidak seperti biasanya.


Akhirnya semua murid berdiri. Yah aku hanya tinggal mengikuti arus saja, palingan aku duduk dengan Yuuta lagi.


Tiba tiba pak guru Azami mengeluarkan kertas yang berisi meja seperti di kelas dan setiap meja sudah ditulis sesuai nomor absen kami.


"Hey Yuuta ayo langsung ke meja kita saja."


"Hah? Apa maksudmu Izumi? Lihat baik baik."


Saat aku melihat kertasnya, disana tertulis nomor 20 dengan angka disampingnya 14. Kalau begitu,


"Yeyy, aku bersama Yuu kun."


"Tunggu jika kamu bersama Yuuta, kalau aku..."


Semua murid menatap satu angka yaitu nomor 3 dengan angka disampingnya yaitu 33.


Mataku bertemu dengan mata Haru chan yang juga sedang terkejut. Tiba tiba seseorang menepuk punggungku dari belakang dan itu adalah pak guru Azami.


Sambil mengacungkan jempolnya, pak guru Azami menyemangatiku.


"Izumi, berjuanglah."


Mendengar ucapan itu aku menatap Yuuta yang sedang tersenyum jahat seperti mengatakan "hehe, sesuai rencanaku."


Aku berjalan ke mejaku yang tepat di samping Haru chan. Saat aku melihat bangku dan mejaku, semuanya bersih tidak ada debu sedikit pun. Sepertinya Haru chan sudah berharap lama agar seseorang menempati kursi ini.


"Mo-mohon bantuannya, I... Izu k-kun."


"I-iya mohon bantuannya juga Ha... Haru chan."

__ADS_1


__ADS_2