Mengutang Dapat Tunangan?

Mengutang Dapat Tunangan?
Kamu Itu Milikku


__ADS_3

Setelah perjalanan cukup lama. Kami akhirnya sampai didepan pintu. Disaat kami membuka pintu terdapat sepatu seukuran kaki siswi SMP.


"Jangan jangan..."


Haru chan terkejut melihat sepatu dan langsung berlari kearah ruang tamu. Disana terdapat seorang gadis yang sedang memeriksa setiap sudut rumah.


"Ai chan?"


Gadis itu terkejut dan berbalik. Rambut hitam pendek, matanya berwarna merah muda menyala dan tahilalat dibawah matanya.


"Onee chann~~"


"Uwaahh. Yosh yosh."


Gadis yang dipanggil Ai chan itu meloncat kearah Haru chan. Melihat Haru chan membelai rambut gadis itu membuatku sedikit iri.


"Haru chan?"


"Oh, maaf Izu kun aku mengabaikanmu."


"Tidak apa apa, ngomong ngomong siapa dia?"


"Dia adalah adikku, Akane Airi."


Airi chan berdiri dan menatap tajam kearahku.


"Heee, jadi ini yang dibilang tunanganmu Onee chan?"


"Apa ada masalah?"


"Tidak... Hanya saja terlihat tidak menjanjikan."

__ADS_1


Apa ini yang disebut tantangan untuk mendapatkan restu?


"Sudahlah Ai chan. Itu kan hanya menurutmu."


"Apa maksudmu sudahlah? Yang didepanku adalah laki laki yang akan menjadi kakak iparku loh. Jika dia tidak menjanjikan lalu untuk apa dia? Bahkan dari yang kudengar, orang tuanya adalah bajingan yang membuang anaknya sendiri. Apa kamu tidak khawatir dia akan seperti itu?"


"Hey, bisakah kamu berhenti mengatakan hal buruk seperti itu?"


Aku langsung memikirkan apa yang dikatakan Airi menurutku tidak salah berpikir seperti itu apalagi ini menyangkut keluarga. Namun, apakah harus menghina keluargaku seperti itu?


"Sudahlah Haru chan. Tidak apa apa bagiku. Bukankah yang dia katakan fakta haha."


Aku mencoba mencairkan suasana disini, tapi aku hampir tidak dapat menahan air mataku. Aku langsung masuk ke kamar.


[Sudut pandang Akane Harumi]


Senyuman? Apa yang tadi itu Izu kun? Aku tidak merasakan apapun dari senyuman itu. Jelas itu senyuman yang biasanya, namun yang kurasakan hanyalah kesedihan.


"Airi kamu berisik sekali ya."


"Oneechan?"


"Padahal ga tau apa-apa lalu sok sokan mengatur hidupku. Bahkan menyakiti orang pertama yang kupilih sebagai pendamping hidupku. Disini jelas siapa yang brengsek kan?"


"Ta-tapi aku melakukannya demi kamu. Jika, jika... Jika orang itu yang menjadi suamimu, apa kamu yakin akan bahagia? Aku tidak ingin melihat oneechan bersedih."


"Apa kamu bermaksud mengatur kebahagiaanku? Apa kamu tidak sadar siapa yang paling tersakiti atas perkataanmu? Sudahlah, sebaiknya kamu telpon ibu dan memintanya menjemputmu. Aku agak muak."


Aku masuk ke kamar dan melihat Izu kun yang sedang mengemasi barang barangnya sambil menangis. Kepalan tangannya seakan akan bermakna 'aku ingin membalas nya, namun aku sadar di posisiku di keluarganya. Aku tidak bisa berbuat apa-apa'


"Ah, maaf Haru chan. Kamu melihatku menangis ya."

__ADS_1


"Tidak itu tidak penting. Yang lebih penting, kamu mau kemana Izu kun?"


"Ah, aku akan pergi. Aku akan tinggal di sanak saudaraku, yah semoga mereka membiarkanku tinggal beberapa malam."


Pergi? Siapa yang mengizinkanmu pergi? Aku tidak mau. Aku tidak mau itu terjadi.


"Seperti kata Airi, kamu mungkin akan mendapatkan seseorang yang lebih..."


"Tidak, aku tidak mengizinkanmu pergi Izu kun."


"Hah? Tapi aku."


"Mendapatkan seseorang yang lebih baik? Jika memang ada orang seperti itu, bawalah kesini. Aku ingin melihat orang seperti itu. Apa itu benar benar ada? Apa aku harus menunggu 16 tahun lagi untuk menemukan orang sepertimu?"


"Haru chan..."


"Pokoknya aku tidak mengizinkanmu pergi. Katakan, apa kamu tidak ingin tinggal bersamaku lagi Izu kun?


"Eh, ituu..."


"Camkan ini baik-baik Izu kun."


*Menarik nafas


"KAMU ITU MILIKKU. TAKKAN KUBIARKAN KAMU PERGI SHUJI IZUMI."


Setelah mengatakan itu, aku melihat kearah Izu kun. Dia mulai menangis dan terus menangis.


Aku memeluknya dan membelai rambutnya. Untuk pertama kalinya, aku melihat Shuji Izumi yang menangis dan egois. Ternyata, masih banyak sisi Izu kun yang belum kuketahui.


"Yosh yosh, kamu sudah bekerja keras Izu kun."

__ADS_1


__ADS_2