
Fajar menyingsing, matahari mulai terbit, saat itulah aku bangun. Meskipun tidur tengah malam, kebiasaan bangun pagiku tidak pernah mengecewakan. Namun akibatnya aku sering kelelahan lebih cepat. Saat aku membuka mata, tak disangka Akane san juga bangun di waktu yang sama. Mata kami bertemu, tanpa sepatah kata Akane san langsung kabur ke kamar mandi.
[Sudut pandang Akane Harumi]
Kyaaa, ap-apa aku? Tadi malam apa aku tidur di satu ranjang dengan Shuji kun? Pas-pasti aku salah liat kan yah. O-oke sekarang tenangkan dirimu Harumi tenangg.
Disaat aku keluar kamar mandi, aku mencium bau seseorang memasak. Ya benar saja, itu adalah seorang laki-laki berumur 16 tahun yang tidur satu ranjang bersamaku tadi malam.
"Pa-pagi Akane san."
"O-oh pagi Shuji kun."
"Silahkan duduk Akane san, tunggulah aku sedang memasak omurice."
Aku duduk tanpa sepatah kata, aku terlalu malu untuk mengatakan sesuatu. Tapi tak disangka, Shuji kun adalah anak laki-laki yang pandai dalam hal rumahan seperti memasak yah.
(Aku ingin memasak makanan untuknya juga sih)
Disaat aku bergumam dalam pikiranku, makanan datang di depanku. Disana ada omurice yang tergulung rapi, baunya harum, dan teksturnya lembut. Namun ada sesuatu yang kurang kurasa.
"Anoo, Shu-shuji kun."
"Iya, ada apa Akane san?"
"A-apa kamu tidak akan menulis atau menggambar sesuatu diatas sini?"
__ADS_1
"Eh? Ah, aku tidak tau apa yang ingin kutuliskan disana."
"Hoo... Apa kamu sedang membuatnya lagi?"
"Iya, menurut riset sarapan pagi itu sangat penting. Jadi aku juga membuatnya untukku."
"Bisakah kamu menyerahkannya padaku?"
"Eh?"
"Ayolah aku juga mau membuatnya."
"Ba-baiklah kalau begitu."
Aku berjalan mendekati kompor, disana sudah ada omurice yang sudah matang dan siap digulung. Aku menggulung nya secara hati hati dan perlahan. Setelah menggulung, aku meletakkannya di piring dan memegang saus.
Karena aku ingin memperdalam hubunganku dengan Shuji kun, mungkin.
"Iya seperti ini saja."
[Sudut pandang Shuji Izumi]
Aku tidak tau ada apa, tapi diriku berdebar debar melihat Akane san sedang menulis sesuatu di Omurice ku. Mungkinkah harus kulakukan hal yang sama? Tidak tidak itu memalukan, apalagi aku tidak memiliki ide apapun. Ta-tapi...
"Silahkan Shuji kun."
__ADS_1
Omurice datang diatas piring bersih. Bentuknya cantik dan tidak ada kerusakan di telurnya. Namun diatasnya ada tulisan 'Izu-kun'. Itu membuatku terguncang. Saat aku melihat kearah Akane san, dia hanya memalingkan perhatiannya kearah lain.
"A-apa boleh aku memanggilmu seperti itu?"
"Eh, te-tentu saja boleh."
Akane san menghembuskan nafas lega mendengar jawaban ku. Seperti nya dia sudah mempersiapkan diri sejak tadi. Melihat hal seperti ini, aku kepikiran sesuatu.
"Tolong pinjam Omuricemu sebentar Akane san."
"Eh..."
Aku mengambil piring Akane san dan menuju ke tempat saus. Aku mengambil saus dan mulai menulis.
(Singkat saja, yap seperti ini) Gunamku dalam pikiranku sendiri.
Aku kembali ke meja makan dan mengembalikan Omurice Akane san.
"A-apa boleh aku memanggilmu seperti itu?"
"Tentu saja, Izu kun."
"Te-terima kasih Haru chan."
"Jadi agak sayang ya memakannya."
__ADS_1
"Fufuu, itu benar. Aku jadi tidak rela."
Akhirnya kami sarapan dengan mengobrol bersama. Meskipun sebagian obrolan tidak penting, aku dapat mendengar Haru chan mengatakan Izu kun beberapa kali.