Mengutang Dapat Tunangan?

Mengutang Dapat Tunangan?
Pasangan Tolol SMA Meiwa


__ADS_3

"Yuu kun... Yuu kun."


"Tenanglah Chi chan. Kita sedang bekerja dan banyak pelanggan juga."


"Mouu, apa kamu sudah tidak mau bersmesraan denganku lagi Yuu kun?"


"Hah? Mana mungkin begitu. Setelah pulang kerja kupastikan kamu akan mabuk oleh cintaku padamu."


"Oke, bisakah kalian berdua menghilang disini? Benar benar menyebalkan tau."


Sesuai judul bab ini, mereka benar benar pasangan tolol. Bahkan mereka bermesraan sampai di tempat kerja dan menjadi pusat perhatian.


"Ayolah Izumi, apa kamu tidak tau aku tidak bisa hidup tanpa Chi chan?"


"Yang membuatmu bisa hidup adalah orangtuamu bego."


"Hahaha, seperti biasa tsukkomi mu itu memang menarik."


Nifuji Yuuta. Dia adalah teman sekelasku dari SD sampai sekarang. Dia selalu duduk disampingku setiap tahunnya sampai sampai orang mengira kami pasangan sesama lelaki. Bahkan di tempat kerja kami, dia tetap disampingku sebagai kasir kedua.


"Izumi, apa kamu ini tidak tau gombalan? Tadi itu Yuu kun menggombali aku loh. Dan apa kamu bisa terpisah oleh Yuu kun, aku iri melihat kalian bersama terus menerus seperti terikat oleh benang takdir."


"Jika yang kamu maksud adalah benang takdir kesialan maka aku tidak akan menyangkalnya."


Hana Chisato. Dia adalah pacar Yuuta. Sebelum dia mengenal Yuuta, sudah banyak yang menembak dia di sekolah. Karena pada saat itu, dia masih bertindak cool, keren dan cantik. Tapi setelah mengenal Yuuta, aku bahkan tidak bisa berkata kata dengan perubahan 180°.


Disaat kami bercanda, pelanggan mulai datang dan memesan. Waktunya bekerja serius.


"1 mcd burger sedang, minuman cola."


"Baik. Selanjutnya."


"Paket 1, minuman soda dingin."


"Baik. Selanjutnya."


"2 mcd burger sedang, 1 french fries besar dan..."


"Dan?"


"1 Izu kun. Tolong dibungkus."


Aku terkejut, satu satunya orang yang memanggilku seperti itu adalah


"Wuahh, Haru chan. Apa yang kamu lakukan disini?"


"Hanya memesan makanan dan mengisi ulang daya Izu kun."


Apa itu daya Izu kun? Apa kamu ini robot?


"Maaf Izu kun, aku tidak tahan dirumah sendirian. Jadi aku memutuskan menemuimu disini."


"Oke oke. Aku tidak masalah Haru chan, namun bisakah kamu segera berpindah? Antrian mulai panas tuh."


"O-oh, maaf. Kalau begitu itu saja."


Tiba tiba, Yuuta memotong kami.


"Anoo, Akane san. Bisakah kamu menunggu Izumi pulang? Ada yang ingin kubicarakan dengan kalian berdua."


"Tidak masalah, itu juga memang niatku fufufu."


Haru chan pergi dari antrian dan duduk di salah satu meja makan sembari memandangiku.


*2 jam kemudian


Manajer toko mendatangi kami.

__ADS_1


"Kerja bagus, Yuuta kun, Izumi kun."


"Kerja bagus juga Yumemiru san."


"Sudahlah tidak perlu formal. Hey Izu kun, kamu sudah ditungguin lama tuh." (Yumemiru)


"I-iya Iya aku mengerti." (Izumi)


"Tunggu Izumi, masih ada yang perlu dibicarakan. Yumemiru san, maaf bisakah kami meminjam meja disana? Sebentar saja." (Yuuta)


"Oke, jangan lama lama ya hari sudah mulai larut." (Yumemiru)


Yumemiru san pergi ke kantornya dan aku pergi ke meja tempat Haru chan menunggu.


"Maaf menunggu lama Haru chan. Kamu pasti bosan ya."


"Tidak, aku senang melihat Izu kun yang bekerja keras seperti itu. Terlihat keren. Kerja bagus, Izu kun."


"Te-terima kasih."


Disaat kami mengobrol, pasangan tolol menghampiri kami.


"Wah wah, jadi ini kejutannya."


"Ya kan? Tidak bisa disangka, putri salju bisa tersenyum dan tertawa seperti itu."


"Hey dia itu tetap manusia kalian tahu."


Chisato dan Yuuta mengambil kursi meja lain dan duduk di meja kami.


"Perkenalkan Haru chan, mereka adalah pasangan tolol yang terkenal di sekolah kita. Untuk yang laki bernama Nifuji Yuuta dan untuk perempuannya Hana Chisato."


"Halo Akane san." (Yuuta)


"Salam kenal, Harumi chan." (Chisato)


"Heee, kukira Haru chan." (Chisato)


Bisakah kamu tidak memanggilnya seperti itu? Itu panggilan spesialku tau.


"Langsung saja Akane san, Apa hubunganmu dengan Izumi?"


"Eh Izu kun? Ah, kami tun----."


"Teman oke teman."


Maaf Haru chan, jika kamu melanjutkan perkataanmu barusan mungkin di sekolah seluruh siswa akan menjadi musuhku.


"Chi chan, tahan Izumi."


"Siap."


Chisato langsung menahan kedua lenganku dan menjatuhkanku. Padahal dia perempuan tapi kuat banget. Jadi ini yang disebut perempuan Gorila.


"Tolong lanjutkan, Akane san."


"Baiklah, kami tunangan."


Mantap Haru chan, barusan kamu membunuhku secara tidak langsung.


"Izumi... Kamu berkembang pesat ya."


"Hey Chisato san, terharu boleh tapi tenagamu semakin kuat loh. Lenganku bisa patah disini."


"Ah iya, maaf. Tehee."


Aku dan Chisato kembali duduk.

__ADS_1


Setelah mendengar jawaban Haru chan, Yuuta menatap tajam kearahku.


"Izumi, jelaskan kronologisnya."


"Hah? Mengapa aku harus..."


*Tek *Tek


Suara jari Chisato terdengar jelas di telingaku.


"Lupakan. Akane san bisakah kamu menjelaskan kronologisnya? Bagaimana kamu bisa jadi tunangannya Izumi?"


Aku mencoba kontak mata dengan Haru chan, namun dia hanya memiringkan kepala dan menunjukkan wajah bingung.


Akhirnya Haru chan menceritakan semua kejadian kemarin.


"Izumi, kamu benar benar beruntung ya."


"Berisik, sekarang apa informasi yang ingin kamu dengar lagi tentang kami?"


"Ah, apa kalian sudah ****?"


"Hah? Pertanyaan tolol macam apa itu? Tentu saja belum lah."


"Heeee... Yah untuk hari ini hanya itu. Ayo kita pulang."


Akhirnya kami semua pulang ke rumah masing masing.


"Nee Izu kun."


"Ada apa Haru chan?"


"Malam ini cukup dingin dan aku tidak memakai sarung tangan. Ja-jadi..."


Memang benar malam ini cukup dingin dan dia juga tidak memakai dingin. Tapi bukankah ini yang dinamakan kode dari perempuan.


"Ma-maksudmu?"


"Ya-yah kamu kelihatan tidak keberatan saat Chisato chan memegang lenganmu tadi."


Tidak aku bukannya aku tidak keberatan. Dan tadi itu bukan memegang dia memelintir lenganku tau.


"Jadi, apa kamu keberatan be-berpegangan tangan denganku?"


Mana mungkin ada yang bisa menolaknya bukan? Dia bahkan menunjukkan wajah sedihnya.


"Tentu saja tidak. Mana mungkin aku menolak berpegangan tangan dengan tunanganku sendiri."


"Be-benarkah?"


"I-iya, tapi maaf jika tanganku agak kasar."


"Fufufu bukannya itu menggambarkan kerja kerasmu?"


"Ya-yah, aku tidak akan menyangkalnya."



Aku menjulurkan tangan diantara kami dan Haru chan meraih telapak tanganku.


"Tangan Izu kun. Besar dan hangat, aku menyukainya."


"Ya-yah, tangan Haru chan juga. Mungil dan lembut, itu membuatku mudah mengenggam nya. A-aku juga menyukainya."


Akhirnya kami pulang sambil berpegangan tangan di sepanjang jalan.


Ket : Ilustrasi diatas diambil dari Light Novel Ryoushin no Shakkin.

__ADS_1


__ADS_2