Mengutang Dapat Tunangan?

Mengutang Dapat Tunangan?
Pergi Ke Sekolah


__ADS_3

Setelah sarapan, seharusnya kami langsung ke sekolah. Namun ada beberapa masalah. Maksudnya masalah yaa...


"Jadi maunya gimana?"


"Gendong."


"Hah? I-itu candaan kan."


Haru chan menatapku dengan wajah berkaca kaca.


Hey hey, berhentilah menatapku dengan wajah seperti itu. Sulit menolaknya.


"Ngga ini serius. Kamu kan sudah pernah menggendongku. Sekarang kenapa tidak mau?"


Kamu tanya kenapa? Ya jelas, jika seseorang melihat aku menggendong putri salju seketika sekolah berubah menjadi Mahkamah Agung dengan tersangkanya yaitu aku.


"Oneechan, Izumi san pasti tidak akan mau jika kamu menyuruhnya seperti itu."


"Fuuh, akhirnya ada yang memahamiku..."


"Jika kamu ingin Izumi san melakukan itu, kamu harus melukai kakimu misalnya tergores pisau, keseleo atau sebagainya."


"Ku tarik ucapanku. Saran gila macam itu Airi chan, kamu tidak akan melakukan nya kan Haru chan."


Saat aku melihat wajah Haru chan, dia seperti sedang mengahayalkan rentetan kejadian jika dia melakukan sesuai saran Airi chan. Tidak tidak tidak, tidak mungkin kan dia melakukannya.


"Oneechan biar kubantu."


*prak

__ADS_1


Kaki Airi menginjak kaki kiri Haru chan dengan sangat keras. Itu pasti sakit.


"Aduhh... Ai, apa yang kamu lakukan sih?"


"Oke, Izumi san sekarang sisanya tugasmu ya."


"Hah?"


"Akan kubawakan tas dan sepatu oneechan. Sisanya kuserahkan padamu."


Tanpa pikir panjang Airi langsung tancap gas dan melarikan diri. Kalau begitu, ini semua sesuai dengan skenario yang dibuat Airi chan dong.


"Aduhh, kakiku sakit sekalii. Jika begini aku mungkin tidak bisa berangkat sekolah."


"Yah, kamu bisa memesan taksi kan?"


"Tapi tidak akan kuat berjalan tau."


"Ahhh mouuu... Baka Izu kun."


Haru chan memalingkan wajahnya kearah lain. Tiba tiba ada kertas masuk dibawah pintu.


"Jika kalian masih seperti itu, kalian akan terlambat dan juga untukmu Izumi san. Jika kamu bersikeras menolaknya oneechan akan menangis loh. Kamu mau melihat oneechan berlinang air mata?"


Tulisan itu jelas dari Airi chan. Sepertinya dia menunggu kami di luar. Sesuai tulisannya, kami akan terlambat jika terus terusan seperti ini.


Disaat aku berpikir di dalam otakku, Haru chan hendak membuka pintu dan pergi berangkat. Karena kakinya baru saja terluka, mau tidak mau dia agak pincang. Itu membuat hatiku teriris sedikit demi sedikit.


"Sial jika kamu bersikeras seperti itu, mana mungkin aku dapat menolaknya lagi."

__ADS_1


...



...


"Begini kan?"


"Ah, etto.... I-iya."


Padahal kamu malu malu tapi tetap memaksakan diri. Yah selama tidak ada yang melihat, aman kan.


Aku membuka pintu dan melihat Airi chan sedang memegang kantung penuh dengan sesuatu.


"Ini oneechan, taruh di kaki yang terluka."


Ternyata itu adalah kompres es untuk luka kaki Haru chan. Meskipun tadinya bajingan sekarang malah perhatian.


"Terimakasih Ai chan."


Aku dapat merasakan daging dan paha Haru chan ditanganku. Jika kau bertanya kualitas daging apa ini maka dengan senang hati kujawab setara dengan wagyu a5. Selain daging dan paha yang tersentuh oleh tanganku, entah kenapa sekarang dia mengelus elus kepalanya ke tubuhku.


"Haru chan, bi-bisakah kamu hentikan?"


"Ara, Kamu malu kah Izu kun?"


"Tentu sajalah."


"Kalau begitu akan kulakukan sampai kita tiba di sekolah."

__ADS_1


"Kumohon bunuh aku."


Ket : Illustrasi diatas diambil dari Light Novel Otonari no Tenshi Sama.


__ADS_2