
Aku terbangun di pagi hari. Seperti biasa Haru chan sudah mulai beraktivitas sebelum aku bangun. Padahal awalnya akulah yang selalu bangun lebih cepat dari dia. Perkembangan nya memang mengerikan.
Aku keluar kamar. Saat di dapur, aku melihat Haru chan yang sedang membuat pancake. Dia berbalik melihatku.
"Selamat pagi Izu kun."
"Ah, selamat pagi Haru chan."
Tunggu, ada yang aneh. Entah kenapa wajahnya tampak lebih cantik dari biasanya. Tidak tidak, hanya perasaanku saja kan ya haha. Oke aku penasaran.
"Haru chan, apa kamu memakai riasan wajah?"
Setelah aku menanyakan hal itu, Haru chan tersentak kaget. Sepertinya benar ya.
"Fufu, padahal aku berniat mengejutkanmu tapi kamu terlalu peka untuk hal seperti ini ya Izu kun."
"Ya-yah jujur aku juga terkejut melihat wajahmu yang le-lebih."
"Lebih?"
"Le-lebih cantik, begitu deh."
Haru chan langsung menundukkan kepala. Begitupun juga dengan aku. Bagaimana bisa aku mengatakan hal semacam itu? Ta-tapi Haru chan yang malu juga imut.
"Be-berhentilah menatapku. Kemarilah rasakan pancakenya ini."
Aku berjalan menuju arahnya dan dia mulai menyuapiku seperti biasa.
"Silahkan Aaahhh."
"Aaammm."
Tunggu bukankah itu garpu yang kamu gunakan tadi? Jadi kalau begini ciuman tidak langsung kan.
"Ke-kemanisan..."
"Ohh, jadi kemanisan ya. Apa aku menaburkan gula nya terlalu banyak tadi?"
"Bu-bukan itu."
"Eh? Lalu tentang apa?"
"Jika aku memakannya dengan garpuku sendiri dan tidak melihat kearahmu mungkin manisnya akan berkurang."
"..."
Haru chan terdiam. Tangan yang memegang garpunya bergetar. Aneh sih padahal biasanya dia tidak semalu ini. Tapi, reaksinya membuatnya lebih imut lagi.
__ADS_1
"Ja-jadi kamu tidak ingin disuapiku lagi ya?"
"Ya-yah begitulah."
Mata Haru chan menurun. Bibirnya mengerucut dan kepalanya kembali merunduk. Aku bisa merasakan hawa sedih dan kesal bercampur disana.
"Ta-tapi aku akan mencobanya. Kamu akan membuatku jatuh cinta kan. Aku juga akan berjuang."
"Eh? Maksudmu kamu akan membantuku membuatmu jatuh cinta kepadaku?"
"Anggap saja aku hanya penasaran dengan perasaan seseorang yang jatuh cinta."
"Kalau begitu aku akan mencontohkan nya."
Haru chan mendekatiku. Matanya menatapku. Jarinya menunjuk kearah mulut nya. Dan ia mulai bicara.
"Aku mencintaimu Izu kun."
BUM! rasanya seperti terkena bom yang meledak sangat besar. Perasaan dalam diriku bercampur campur. Jantungku berdetak cepat. Padahal sebelumnya aku tidak bereaksi separah ini.
"Kutunggu balasanmu ya Izu kun."
Setelah mengatakan itu Haru chan menyiapkan sarapan di meja. Akupun langsung pergi ke kamar mandi dan membasuh wajahku. Aku mencoba menenangkan diri disana.
"Cinta kah? Menarik juga."
Di sekolah club basket sedang mengadakan latihan besar besaran. Mungkin karena turnamen musim dingin sudah dekat jadi para senior sangat bersemangat. Yap, tentu saja aku juga merasa seperti itu.
[Apa Akane san memakai seragam manager?]
Aku berbalik arah dan melihat Haru chan didepanku. Dia hanya diam sambil menundukkan kepalanya seakan akan menunggu respon dariku.
"I-itu tampak cocok untukmu Haru chan."
"Te-terima kasih Izu kun."
Seketika bola basket terbang menuju Haru chan. Akupun dengan cepat menghalaunya. Namun, sayangnya aku malah terjatuh diatas Haru chan.
"Aduhh, Maaf Haru chan..."
Wajahnya berubah menjadi merah tomat. Aku baru sadar, saat ini kami sedang dalam posisi Man on top. Aku langsung cepat cepat berdiri dan meminta maaf. Tapi, Haru chan justru lari dariku.
[Cabul]
[Orang mesum]
[Hentai]
__ADS_1
Semua hinaan itu menuju kearahku. Padahal aku hanya ingin melindungi nya, tapi yang diliat orang hanya keburukannya saja. Yah bagaimanapun aku sudah pernah mengalami ini.
Kemudian, Yuuta datang menepuk pundakku.
"Kerja bagus Izumi."
Kehadirannya itu benar benar membantuku. Aku bersyukur bertemu dengannya.
Setelah latihan berakhir, kami berkumpul di GOR karena ada pengumuman dari ketua. Ketua kami Aki Tomoya, kelas 12, Posisi Center. Badan dia besar dan tinggi. Serta dia memiliki keunggulan di wajahnya itu. Yap dia cukup tampan.
"Oke teman teman. Hari ini kita akan kedatangan manager baru. Sungguh beruntung ya disaat kita perlu tenaga tambahan untuk menghadapi turnamen musim dingin. Oke langsung saja silahkan masuk."
Manager baru itu masuk. Perempuan berambut hitam panjang. Tubuh nya ideal dan paras wajahnya yang cantik. Tentu saja itu adalah Akane Harumi.
"Hei hei Izumi, Kurasa alasan Akane san menjadi manager sama dengan alasan Chi chan dulu."
"Haha, mana mungkin bego."
Yap Chisato juga menjadi manager kami. Dulu dia menjadi manager semata mata hanya untuk dekat dengan Yuuta. Tapi beruntunglah dia melakukan pekerjaannya dengan baik.
"Namaku Akane Harumi. Kelas 10. Ini adalah pengalaman pertamaku sebagai manager. Jadi mohon bantuannya semua."
"WUAHHHHHH."
Setelah perkenalan singkat, terjadilah kegaduhan dimana mana. Yah, siapa yang menyangka bahwa Putri salju kita akan menjadi manager.
Ketua dengan cepat membubarkan kami. Yah kegaduhannya memang cukup meresahkan. Begitupun diriku, aku mengambil tasku dan berjalan pulang. Tapi, Haru chan kembali memanggilku.
"Izu kun..."
"Hmm? Ada apa Haru chan?"
"Terimakasih. Terimakasih sudah melindungiku tadi."
"Eh? Ah bukan apa apa kok."
"Yasudah, kalau begitu ayo pulang!"
Saat aku tersenyum mendengar kata terimakasih dari Haru chan. Yuuta berjalan disampingku dan berbisik.
"Akhirnya ada yang mengucapkan nya."
Yuuta pun tidak menghentikan langkah nya setelah mengatakan hal itu.
(Jadi dia mengawasinya ya daritadi.)
Kuakui aku senang. Aku senang mendengarnya. Kata terimakasih itu membuatku terasa dihargai.
__ADS_1
"Hmm, ada apa Izu kun?"
"Tidak... Bukan apa apa, ayo pulang."