
[Sudut pandang Akane Harumi]
Ahh, di rumah akan sendirian ya. Apa sebaiknya aku langsung tidur ya? Tidak tidak, aku harus membuat makan malam. Tapi setelah itu harus apa?
*bunyi telpon smartphone
"Halo. Selamat malam chisato san."
"Halo halo Harumi chann."
"Semangat seperti biasa ya. Ada apa menelponku jam segini?"
"Sudah satu bulan semenjak aku datang ke sarang cinta kalian kan. Kuputuskan untuk datang lagi bulan ini."
"Hah? Kenapa tiba tiba..."
"Kita akan bahas masa lalu Izumi."
"Datanglah secepat yang kamu bisa Chisato chan."
Aku menutup telponnya dan segera membeli kue di toko dekat apartemen kami.
Akhirnya aku mendapat kegiatan baru tiap bulannya yaitu bergosip dengan Chisato san diawal bulan.
Matahari terbenam. Bulan mulai muncul. Langit siang berganti gelapnya malam dan sepasang kekasih muncul didepan gerbang. Yap mereka adalah Nifuji kun dan Chisato san.
"Silahkan masuk."
"Maaf menganggu."
Setelah sambutan singkat kami duduk di meja makan. Awalnya kukira hanya Chisato san yang akan bicara tapi Nifuji kun juga ikutan sekarang.
"Langsung saja kita mulai." (Chisato)
"Jadi apa yang ingin kamu ketahui tentang Izumi, Akane san?" (Nifuji)
"Semua... Semuanya tolong beritahu aku semua tentang Izu kun." (Harumi)
__ADS_1
Chisato dan Nifuji kun mulai menceritakan masa lalu Izumi sembari menyeruput kopi dan memakan kue.
"Dulu saat SD, Izumi adalah orang yang ceria. Dia memiliki banyak teman, membuat mereka semua tersenyum bahagia dengan tingkah konyolnya. Namun di kelas 6 terjadi insiden. Dia terlibat dengan peristiwa pembullyan. Saat itu Izumi dalam pihak yang membela korban. Namun karena banyaknya suara mengarah ke pelaku, peristiwa itu dianggap hanya candaan semata dan Izumi dipanggil ke ruang kepala sekolah bersama orang tuanya." ( Nifuji)
"Dan setelah kejadian itu, Izumi dijadikan sasaran bullying. Setiap Izumi melawan pastinya kejadian yang sama akan terjadi. Setelah itu Izumi memutuskan hubungan dengan siapapun di kelas." (Lanjut Nifuji)
"Lalu? Apa yang terjadi setelah kalian lulus? Bukankah kalian masih tetap di SMP yang sama?" (Harumi)
"Ah aku ingat. Dulu saat masuk muka dia suram sekali tidak ada senyuman. Tetapi justru Yuu kun mendekati nya dan kelihatan akrab dengannya." (Chisato)
Jadi dia sudah tertekan cukup lama ya. Kumohon matilah untuk yang membully nya dulu.
"Akane san. Apa Izumi pernah mengungkapkan cintanya kepadamu?" (Nifuji)
"Eh? Ti-tidak pernah sih seingatku." (Harumi)
"Sudah kuduga. Jadi dia masih trauma dengan hal itu ya." (Nifuji)
"Eh trauma? Apa maksudmu Nifuji kun?"
"Yah seingatku dulu Izumi pernah ditembak wanita. Mereka berpacaran." (Nifuji)
Apa-apaan itu? Dia tidak pernah menceritakan apapun soal ini.
"Iya pacaran satu bulan." (Nifuji)
"Satu bulan?" (Harumi)
"Yap, awalnya semua berjalan biasa. Wanita itu terlihat ceria cantik didekat Izumi. Izumi juga perlahan membuka kembali hatinya. Namun setelah sebulan, dia sadar kalau sedang dipermainkan. Ternyata wanita itu jadi pacar Izumi karena hukuman permainan dengan kumpulannya. Akhirnya Izumi dicampakkan." (Nifuji)
"Ehhh, aku baru tau soal itu. Bagaimana menurutmu Harumi chan?" (Chisato)
"Wuahh, ada apa Akane san? Kamu menangis tuh." (Nifuji)
Ha? Aku menangis? Kenapa ya? Apa mendengar masa lalu seseorang membuatku sesedih ini ya?
Selagi aku menangis, pintu terbuka dan terdengar suara Izu kun.
__ADS_1
"Aku pulanggg.. Eh? Ada kalian berdua? Haru chan..."
Aku berlari memeluk Izu kun di pintu. Air mataku masih menetes. Namun aku ingin memeluknya. Aku ingin memilikinya. Aku ingin dia mengatakan cintanya kepada diriku.
[Sudut pandang Shuji Izumi]
Eh? Ada apa ini? Kenapa Haru chan memelukku tiba tiba? Kenapa dia menangis? Apa... Apa yang harus kulakukan.
Aku melihat kearah Yuuta dan Chisato. Mereka melakukan adegan peluk pelukan. Chisato memeluk Yuuta dan Yuuta memeluknya kembali dengan perlahan.
(Apa aku harus berbuat seperti itu?)
Setelah aku memikirkan itu, pelukan Haru chan perlahan melemah. Dia mulai melepaskannya tangan dan tubuhnya dariku. Namun, aku langsung memeluknya kembali. Erat... Sangat erat sampai dia tidak bisa pergi dariku.
"Haru chan. Ada apa?"
"Bi-bisakah kamu mengatakan cinta kepadaku?"
"E-ehh?"
Kenapa tiba tiba? Tunggu, jika ada Yuuta disini dan Chisato serta kue dan kopi di meja. Artinya mereka habis membicarakan sesuatu. Motor Yuuta juga sepertinya sudah sejak tadi disini. Apa jangan-jangan...
"Iya, aku menceritakan nya." (Yuuta)
Sialan kau Yuuta. Kalau begini bagaimana aku bisa menolak? Aku juga tidak ingin melihatnya bersedih seperti ini.
"Sudahlah katakan saja." (Chisato)
Jika semudah itu maka sudah kukatakan daritadi. Namun...
"Tidak Haru chan. Jika aku mengatakan sekarang, aku hanya berbohong. Saat ini aku belum merasakan hal itu. Ma..."
"Sstt... Jujur seperti biasa ya Izu kun. Jika seperti itu maka yang harus kulakukan hanyalah membuatmu mencintaiku kan?"
"Iya, eh? Apa?"
"Yap sudah kuputuskan. Aku akan membuatmu jatuh cinta kepadaku Izu kun."
__ADS_1
"Tunggu kenapa jadi seperti ini?"
"Bersiaplah Izu kun xixixi."