
“kenapa kamu mengantarku ke apartemen? Harusnya kita ke hotelmu” Tanya caca setelah mobil arion berhenti di depan apartemennya.
“kita belum menikah, belum saatnya kita tidur bersama” jawab arion.
“apa maksudmu?” Tanya caca kembali.
“bukankah kamu ingin tidur bersamaku karena kamu tidak mau aku antar pulang ke apartemen.” Ucap arion,
“aku minta ke hotelmu karena mobilku masih disana” jelas caca.
“emmm, itu gampang nanti aku suruh karyawanku mengantarkan mobilmu, atau besok aku jemput kamu untuk mengambilnya. sekarang sudah malam.” ucap arion.
“turun sana, aku mau kembali ke hotel.” Ucap arion.
“Dasar” gerutu caca. “oh ya ini,” caca memberikan gantungan kunci warna biru.
“sebenarnya aku tidak ingin memberikannya padamu, tapi kamu yang membayarnya jadi kuberikan satu untukmu.” Ucap caca sambil memasukan kunci apartemennya di gantungan kunci.
Arion melihat-lihat dua gantungan tersebut lalu menarik milik caca dan memberikan miliknya.
“sepertinya ini gantungan pasangan? Kenapa kamu harus menyimpan yang milik cewek. Bukankah seharusnya aku menyimpan karekter cewek dan kamu yang laki-laki. Kitakan pasangan jadi harus saling menyimpan karakter pasangannya.” Ucap arion.
“tidak! Aku yang membelinya” ucap caca akan mengambil kembali gantungannya.
“aku yang membayarnya, jadi kamu harus menurutiku” tegas arion. Mendengar itu caca berhenti berusaha untuk mengambil gantungan kuncinya.
“kenapa kamu tidak keluar? Tadi aku sudah mengatakan untuk kamu turun.” Ucap arion.
“apakah kamu sudah jatuh cinta kepadaku sampai tidak ingin berpisah. Tapi kamu harus sabar sayang kita belum menikah” goda arion dengan menarik dagu caca kearahnya.
“cinta apanya, aku akan keluar sekarang juga” ucap caca sambil membuka pintu mobil.
Saat caca akan keluar arion menarik tangan caca, caca yang melihat tingkah arion hanya mengerutkan keningnya.
“apa kamu bebar-benar tidak mengenal kakekku? Aku ingin kamu mengungkapkan kebenarannya kepadaku sekarang. Aku tidak akan marah kepadamu jika selami ini kamu berbohong dengan mengatakan tidak mengenal kakekku secara pribadi.” Arion berusaha meminta penjelasan caca.
“apakah kamu sering membohongi orang? sehingga kamu merasa semua orang berbohong kepadamu” ucap caca. “sudahlah” imbuh caca melepaskan tangannya lalu turun dari mobil arion.
Saat akan berjalan ke apartemennya arion memanggil caca kembali.
“ada apa lagi” caca mulai kesal.
“ini,” arion memberikan kunci apartemen caca yang tergantung pada gantungannya.
“kok bisa?” Tanya caca.
__ADS_1
“mungkin tanpa sadar kamu tidak ingin berpisah dariku” jawab arion.
“Mimpi” ucap caca berusaha mengambil kuncinya.
“aku akan memberikannya jika kamu…” ucap arion sambil menunjuk-nunjuk pipinya.
“kamu gila ya, kembaliin, itu kunciku” pinta caca. namun, arion tetap menunjuk pipinya dan tidak akan memberikan kuncinya bila caca tidak mencium pipinya.
Caca yang sudah capek akhirnya memilih mencium pipi arion.
“ya udah, sini mendekat” ucap caca karena perbedaan tinggi badan. Arion yang mendengarnya pun merasa senang hati untuk mendekatkan pipinya kearah caca.
Saat caca akan mencium pipinya, arion berbalik sehinga bibirnya lah yang di cium oleh caca. Caca yang kaget hanya terdiam sedangkan arion merasa puas dan tersenyum lebar.
“apa yang barusan terjadi? Kenapa kamu membalikan wajahmu?” Tanya caca.
“bukankah wajar kita melakukannya, kita akan menikah” jawab arion.
“kita hanya menikah kontrak. Bukankah kita sudah menyetujui tidak akan ada kontak fisik” ucap caca.
Arion hanya cuek mendengar semua ucapan caca menurutnya hal ini wajar saja jika dia melakukannya. Dia hanya setuju tidak melakukan hubungan selayaknya suami istri tapi tidak pernah menyetujui larangan kontak fisik yang lain.
“ini” ucap arion dengan memberikan kunci apartemen caca. Caca yang jengkel dengan sikap arion menendang kaki arion.
“aku melakukan kontak fisik” jawab caca lalu berlari memasuki lobi apartemennya.
Arion hanya bisa jongkok dengan memegang kakinya yang di tendang oleh caca. rasa sakit akibat tendangan caca seperti mematahkan kakinya. perasaan Ia melakukan kontak fisik dengan lembut tapi caca membalasnya dengan sangat kasar.
Caca kembali ke arion yang masih berjongkok. “jangan lagi berani menciumku, kalau tidak aku akan memukulmu” ancam caca.
“bukankah kamu yang menciumku” ucap arion sambil berusaha berdiri.
“aku tidak ada niat untuk menciummu” ucap caca lalu pergi.
“kamu tidak mau mengucapkan terima kasih telah mengatarmu dan mengucapkan selamat tinggal” ucap arion.
“terima kasih telah mengatarku dan hati-hati di jalan” ucap caca lalu menginjak kaki arion lagi.
Setelah menginjak kaki arion caca berlari dan tidak menoleh saat arion berteriak kesakitan. Menurut caca itu adalah ganjaran yang pantas buat arion terima karena mengambil ciuman pertamanya.
Arion yang mendapakan tendangan dan injakan di kaki yang sama hanya berteriak kesakitan dan kembali berjongkok memegang kakinya.
Setelah di rasa kakinya telah membaik arion berdiri dan berjalan ke mobilnya. Entah mengapa arion merasa senang meski merasakan sakit akibat perbuatan caca. ini pertama kalinya ada seorang wanita yang berani melakukan hal ini kepadanya. Dan itu membuatnya senang karena merasa tingkah caca sangat lucu dan mengemaskan.
Di mobil saat perjalan pulang arion mengingat kembali ciumannya dengan caca yang membuat ia tersenyum tanpa sadar.
__ADS_1
“apa yang kau pikirkan arion, kenapa kau melakukan itu, kenapa kamu membalikan kepalamu mengarahnya? Kenapa kamu berusaha meminta dicium ” Tanya arion pada dirinya sendiri.
“Apakah aku mulai menyukainya?” pikir arion.
“tidak mungkin aku menyukai cewek bar bar seperti dia. Aku menyukai cewek yang anggun, Pasti aku tidak menyukainya. Tidak mungkin ada lelaki yang menyukainya” sangkal arion.
Di dalam apartemen caca memegang bibirnya dan bersandar di balik pintu merasa tidak percaya dengan yang baru saja terjadi.
“Dasar bajingan” umpat caca.
“aku yakin Dia benar-benar seorang playboy” ucap caca masih memegang bibirnya.
“bagaimana kalau kami telah menikah apa dia akan melakukan lebih?” pikir caca.
“tidak mungkin, pasti tidak mungkin karena kami sudah menanda tangani kontrak. Atau aku belajar bela diri saja. Tapi aku tidak memiliki waktu untuk latihan. Apa yang harus kulakukan” ucap caca pada dirinya sendiri.
Setelah dari apartemen caca, arion datang di kantor Rafael.
“ada apa kamu datang kemari” ucap Rafael setelah melihat arion memasuki ruangannya.
“kamu harus menghentikan wartawan yang memfotoku dengan caca” pinta arion.
“apa yang kamu lakukan dengan dokter caca sampai harus menghentikan wartawan?” Tanya Rafael.
“aku memeluknya di pembagunan hotel cabangku” ucap arion.
“kamu memeluk dokter caca? kamu yang berinisiatif melakukanya?” ucap Rafael tidak percaya.
“iya, aku merasa aneh. kenapa saat aku di dekatnya rasanya aku ingin memeluknya dan selalu mengandengnya agar ia tidak bisa pergi jauh dariku” ucap arion.
“kamu telah jatuh cinta” jelas Rafael.
“tidak mungkin seorang arion jatuh cinta sama wanita bar-bar sepertinya” sangkal arion.
“terserahlan. Untuk masalah wartawan kenapa kamu memintaku?” Tanya Rafael.
“karena kamu pengacara group utama” jawab arion santai sambil tersenyum-senyum.
“kau tersenyum?” Tanya Rafael tidak percaya dengan yang ia lihat.
“aku tidak tersenyum” sangkal arion.
“kau tersenyum! Katakan padaku kenapa kau tersenyum?” pinta Rafael.
“aku benar-benar tidak tersenyum!” sangkal arion. “aku pulang dulu.” Pamit arion lalu berjalan keluar.
__ADS_1