Menikah Demi Warisan

Menikah Demi Warisan
Bab 15


__ADS_3

Waktu makan siang pun tiba, caca pergi ke ruangan johan untuk mengembalikan bunga dan coklat pemberian johan.


Tok tok tok


Suara pintu di ketuk dari arah luar.


“masuk” ucap johan.


“hai jo” sapa caca dengan tersenyum manis dan setengah badan muncul dari balik pintu.


Johan yang melihat caca datang ke ruangannya dengan wajah ceria berpikir bahwa caca senang dengan hadiahnya.


“masuk ca” ucap johan. Caca masuk keruangan johan dengan membawa dua benda pemberian johan dan meletakkan benda tersebut di atas meja johan.


“kenapa di balikin ca?” Tanya johan.


“maaf jo, aku tidak bisa menerima bunga dan coklatnya. Kamu juga sudah mengatakan kalau kamu akan melupakan aku kan. sekarang Kenapa kamu memberikan dua benda ini ?” Tanya caca.


“aku hanya ingin memberikannya saja.” Jawab johan.


“jo aku sudah memiliki kekasih kami menjalin hubungan serius bahkan kami akan menikah jadi aku harap kamu tidak memendam rasa terhadapku. Lihatlah jo di sekitarmu banyak wanita yang siap kamu jadikan kekasih bahkan siap untuk kamu pinang.” Ujar caca.


Johan yang mendengar caca akan menikah merasa tidak terima.


“banyak orang yang menikah bisa cerai. Menurutku kamu hanya milikku. Kalau kamu tidak bisa ku miliki sekarang maka aku akan memilikimu setelah pernikahanmu” batin johan.


“ jo, johan” panggil caca.


“A apa ca. maaf ya tadi aku bengong” ucap johan.


“jangan bengong nanti kamu kesurupan” balas caca.


“bukannya itu menghayal ya ca” ucap johan.

__ADS_1


“HAHAHA sudahlah ayo kita pergi ke kantin makan siang” ajak caca.


Johan menerima ajakan caca dan berjalan bersama caca ke kantin untuk makan bersama. Caca dan johan makan di kantin dengan penuh canda gurau sampai selesai makan johan mengantar caca ke ruangannya.


Setelah tiba di ruangan caca kembali kepekerjaannya begitu pula dengan johan.


Lian yang melihat johan masih berusaha dekat dengan caca meski caca telah memiliki kekasih membuat lian khawatir.


“jo, ini bukan rasa cinta tapi obsesi. Bagaimana caranya agar aku bisa mengurungkan niatmu untuk memiliki caca, jo? Aku cinta kamu jo. Aku tidak ingin kamu terus-menerus terobsesi dengan caca.” batin lian.


Malam hari di apartemen caca menikmati coklat panas dengan menonton drama favoritnya.


Drrt Drrt Drrt


Suara getaran ponsel caca.


“halo, ada apa?” sapa caca ketus kepada orang di sebrang telfon.


“aku mau bilang jumat sore kita akan ke Surabaya minggu sore kita balik ke Jakarta.” Jelas arion.


“jumat sore aku akan menjemput kamu di tempat kerja kita langsung berangkat. Kamu tidak perlu kembali lagi ke apartemen, untuk pakaian pasti di rumah orang tuamu telah ada pakaianmu. jadi kamu hanya perlu bawa saja barang yang betul-betul kamu perlukan. Terus untuk tiket kamu tidak perlu pikirkan aku akan mengurus semuanya. Kamu hanya perlu mempersiapkan diri saja." Jelas arion.


“oh ya jumat pagi kamu akan di antar bagas ke rumah sakit tidak perlu membawa mobil karena sore kita langsung berangkat setelah aku menjemput kamu di tempat kerja. Mengerti! Tidak ada bantahan dan lain-lainnya.” Imbuh arion.


“kamu belum jawab pertanyaanku kenapa harus secepat itu? Aku belum memberitahukan orang tuaku. Mereka juga perlu persiapan untuk menyambut calon menantunya. Tuan arion.” Balas caca kesal.


“kamu bisa memberitahukannya sekarang. Masih tersisa 2 hari lagi sebelum kita ke Surabaya. Itu sudah lebih dari cukup untuk persiapan. Aku juga akan menginap di hotelku dan ada pegawaiku yang akan menjemput kita di bandara jadi kamu dan keluargamu tenang saja. Satu lagi ini bukan lamaran sesungguhnya. Aku hanya ingin memperkenalkan diri ke keluargamu. Soal lamaran resmi akan dilakukan setelah kamu bertemu dengan kakek” jelas panjang arion.


“kenapa kamu suka sekali mengatur? Aku ini butuh persiapan dan orang tuaku juga. Kenapa harus buru-buru. Ini bukan hanya persiapan barang-barang tapi juga mentalku. Kamu akan bertemu orang tuaku bukan pergi liburan yang tinggal datang maupun pergi sesukamu” balas caca makin kesal.


“kenapa kamu mempersulit, kita hanya pergi untuk perkenalan. Kemarin juga kita sudah bahas. Dasar cewek” ucap arion.


“emang aku cewek, kenapa?” Tanya caca.

__ADS_1


“Tidak, hanya…. Sudahlah. Aku hanya mau katakan itu. Kamu siap tidak siap kita akan tetap pergi ke Surabaya hari jumat sore titik” tekan arion.


“iya iya bawel” balas caca lalu mengakhiri panggilan telfonnya.


“dasar cewek bar bar” maki arion ke ponselnya.


Setelah mengakhiri panggilannya dengan arion, caca mengajak-acak rambutnya. Coklat panas kesukaannya pun tidak dapat menghilangkan rasa stresnya menghadapi arion.


Caca pikir arion akan menemui orang tuannya tidak secepat ini setidaknya minggu depan.


Untuk menenangkan pikirannya caca menarik napas panjang dan membuangnya. Hal ini di ulang oleh caca sampai ia merasa tenang.


Setelah tenang caca menelfon orang tuannya untuk memberitahukan niatan arion untuk datang ke Surabaya akhir minggu ini.


Orang tua caca yang mendengarnya pun merasa kaget tapi juga merasa senang karena akhirnya anak gadis mereka menikah juga.


“kenapa mendadak nak?” Tanya papa caca.


“arion bisanya hanya minggu ini, Ia orang yang sibuk. Papa dan mama tidak perlu mempersiapkan apapun karena arion akan tinggal di hotelnya yang cabang Surabaya dan dia sudah mengatur semuanya. Papa dan mama hanya perlu mempersiapkan diri aja.” Jelas caca.


“tidak bisa begitu dong sayang. Kita ini keluarga prawitri dan dia keluarga utomo. Kami tidak bisa hanya berdiri di depan rumah untuk mnyambut kalian tapi kami juga harus menyiapkan yang lain. Keluarganya yang datang berapa orang?” Tanya mama dengan suara yang sangat bersemangat.


“dia hanya datang sendiri. Keluarganya tidak ada yang ikut. Arion datang hanya untuk perkenalan saja ma. Untuk lamarannya akan di diskusikan setelah arion mendapat restu dari papa dan mama” jawab caca.


“kami sudah memberikan restu ca” ucap mama.


“nanti mama Tanya sama arion sendiri deh. Aku juga pusing. Sudah ya aku mau tidur, besok aku harus kerja lagi. I Love U Ma” ucap caca lalu mengakhiri panggilannya agar mamanya tidak banyak Tanya.


Setelah panggilan caca akhiri dia mendapat pesan dari mamanya yang menanyakan makanan dan minuman kesukaan arion dan hal-hal lainnya.


Caca yang merasa jenggah dengan kelakukan mamanta memilih untuk tidak membalas pesan mamanya. Jika caca membalas pesan maka pesan itu tidak akan berhenti sampai di situ.


Caca bersandar di sofa dan kepala melihat ke langit-langit ruangannya. Tv yang masih memutar drama favorit caca tidak dapat menarik perhatian caca. caca hanya dapat menarik napas panjang dan menghebuskannya.

__ADS_1


Caca merasa tidak percaya dia akan menikah secepat ini. Dia berpikir akan melajang lebih lama namun rencananya itu harus hancur setelah arion datang ke tempat kerja.


“semoga ini keputusan yang benar.” Doa caca.


__ADS_2