Menikah Demi Warisan

Menikah Demi Warisan
Bab 17


__ADS_3

Setelah mengantarkan arion dan caca ke bandara bagas pergi ke rumah kakek arion untuk membuat laporan.


“direktur hari ini ceo pergi ke Surabaya untuk menemui keluarga dokter caca untuk meminta restu” ucap bagas dan di jawab anggukan oleh kakek.


“sepertinya ceo sangat menyukai dokter caca karena ia meninggalkan kerjaannya saat di mobil demi mengajak dokter caca mengobrol “ jelas bagas.


Kakek yang mendengar penjelasan bagas senyum-senyum penuh kemenangan. Bagas pun melanjutkan laporannya kemudian pamit pulang dari kediaman Yusuf utomo.


Caca dan arion menunggu di bandara dengan mengobrol banyak hal tentang keluarga caca. arion ingin mengetahui banyak hal tentang keluarga caca agar saat di Surabaya dia tidak merasa canggung.


Caca dan arion mengobrol bukan hanya mengenai keluarga caca tetapi juga masa kecil mereka masing-masing. Mereka bercerita sampai tiba di Surabaya.


“Huh tidak terasa sudah sampai di Surabaya” ucap caca.


Arion mengandeng tangan caca dari dalam pesawat sampai turun. Mereka tampak seperti pasangan pada umumnya. Setelah turun dari pesawat mereka berdua mencari pegawai arion yang menjemput dan arion tidak melepaskan gandengan tangan.


Pegawai arion datang menjemput arion dan tidak lupa mengambil koper kecil di tangan arion dan menunjukkan jalan ke mobil yang akan mereka bawa.


“ini kuncinya tuan” ucap pegawai tersebut.


Arion menerima kuncinya lalu menyuruh caca naik ke mobil. Di dalam mobil arion menanyakan alamat caca lalu melajukan mobilnya sesuai dengan arahan caca.


Sebenarnya arion dapat mengetahui informasi tentang keluarga caca dengan mudah. Namun, ia lebih memilih untuk mendengar langsung dari caca.


Sesampainya di kediaman caca, arion di sambut dengan papa dan mama caca. papa dan mama caca telah menunggu mereka dari sore. Mama caca sangat bersemangat menyambut calon menantunya.


Dari sore mama caca telah memasak dan meminta asisten rumah tangganya untuk membersihkan kamar tamu untuk di tempati oleh arion.


Arion dan caca turun dari mobil disambut dengan pelukan oleh mama caca.


“hai, sayang” sapa mama caca dengan merentangkan tangannya kepada caca.


Caca yang sudah merindukan pelukan mamanya menyambut pelukan tersebut dengan gembira. Mama caca juga merentangkan tangannya untuk memeluk arion. Arion yang sudah lama tidak mendapatkan pelukan hangat dari orang tuanya merasa sangat tersentuh.


Lalu caca mencium tangan papanya begitu juga dengan arion. Caca juga tidak lupa untuk mengelus rambut adeknya yang masih di bangku SMA.


“ayo masuk” ajak mama caca.


“kamu tidak membawa pakaian ganti dari Jakarta?” Tanya mama pada arion.


“bawa tante ada di dalam mobil” jawab arion.


“kenapa tidak di bawa? Mama sudah menyiapkan kamar untuk kamu selama di Surabaya” ucap mama.

__ADS_1


“mama?” batin caca.


“saya akan menginap di hotel tante..” balas arion.


“MAMA, kamu kan akan menjadi anak mama jadi mulai sekarang jangan panggil tante lagi. Mama, papa” ucap mama sambil menunjuk kearahnya dan papa caca.


“baik mama” balas arion.


“bejo, bawain koper arion ke kamar tamu ya” perintah mama.


“baik nyonya” jawab bejo.


“anggap rumah sendiri. Kamu jangan heran ya kalau papa diam. Papa memang begitu orangnya kalau bukan masalah kerja dia jarang bicara. Bicara sama mama aja kalau penting-penting aja baru bicara.” Bercanda mama.


“anggap rumah kamu sendiri jangan sungkan” ucap mama sambil menepuk bahu arion.


“badan kamu bagus, kekar” imbuh mama.


Arion yang mendapat pujian pada badannya merasa malu. Arion merasa kakeknya tidak salah memilihkan pasangan untuknya.


Arion telah lama tidak merasakan kehangatan sebuah keluarga. Sejak kecil arion tidak mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya. Arion di rawat oleh kakek dan neneknya namun tak lama neneknya pun meninggalkannya. Ini pertama kalinya arion merasakan kehangatan setelah neneknya meninggal.


Caca yang telah lama tidak pulang bermanja manja dengan papanya. Caca tidak melepas lengan papanya dari luar rumah sampai di ruang makan. Mama yang memaklumi sikap caca karena caca sangat manja kepada papanya.


“ini nak di makan ya” ucap mama sambil memberikan sepiring nasi beserta lauknya.


“ini kebanyakan ma” ucap arion.


“makan saja, kalau tidak habis kasih caca. Papa juga kalau tidak habis di kasih ke mama” jelas mama.


Arion yang mendengar penjelasan mama menatap caca meminta bantuan. Caca yang melihat arion yang menatapnya menjadi tidak tega.


“sini setengahnya simpan di piring aku.” Ucap caca sambil menyodorkan piring kosongnya ke arion.


Mama yang melihat tersenyum bahagia. Arion dan keluarga caca makan dengan canda gurau. Namun arion belum menyampaikan maksudnya. Arion berniat menyampaikan maksud kedatangannya setelah makan.


“hari ini kalian istirahat dulu saja. Kita gobrolnya besok saja” ucap papa.


“baik pa” jawab caca.


“ca jangan lupa antar arion ke kamarnya ya. Mama dan papa duluan kalian santai saja makannya” ucap mama yang hanya di anggukin oleh caca.


“kamu sudah selesai belum?” Tanya caca.

__ADS_1


“sudah. Ayo antar aku ke kamar” pinta arion.


“aku mau cerita” ucap caca.


“cerita apa?” arion.


“jadi ada orang yang mengatakan bahwa dia gak akan menginap di rumahku tapi dia sekarang ada di rumahku menurutmu bagaimana,” cerita caca.


“kamu singgung aku?” Tanya arion.


“entah” jawab caca dengan berjalan menuju kamar tamu.


Drrt Drrt Drrt


Getaran ponsel caca. caca melihat ponselnya terlihat panggilan masuk dari johan. Namun, caca tidak berani mengangkat telfon johan karena ada arion di sampingnya. Caca pun menolak panggilan dari johan.


“siapa? Kenapa tidak di angkat?” Tanya arion.


“nomor tidak di kenal” jawab caca.


“yakin?” arion.


“iya, ini kamarmu. Aku kembali dulu ke kamarku. Selamat malam” jawab caca dengan membukakan pintu kamar untuk arion lalu pergi ke kamarnya.


Di kamar caca merasa panik karena takut arion tau johan menelfonnya dan memberikan hukuman kepadanya.


“bisa langsung di kawinin kalau sampai mama papa melihat arion memberikan aku hukuman” ucap caca dengan mengelus-elus dadanya.


Drrt Drrt Drrt


Getaran ponsel caca lagi. Lagi lagi johan belum menyerah untuk menghubungi caca.


“halo, ada apa jo?” Tanya caca.


“aku hanya mau tau kamu telah sampai di Surabaya?” Tanya johan.


“iya aku sudah sampai” jawab caca.


“ca bisa kita mengobrol” ajak johan.


“ Maaf ya jo. tapi aku gak bisa gobrol sama kamu karena aku sangat lelah. Kalau kamu mau cerita masalah serius aku akan mendengarkannya tapi besok” ucap caca berusaha mengakhiri panggilan johan dengan halus.


“baiklah, aku hanya mau gobrol santai saja karena kamu lelah besok saja kita gobrolnya. selamat malam.” Ucap johan lalu mengakhiri panggilan caca.

__ADS_1


Johan mengakhiri panggilan dengan caca lalu menatap ponselnya dengan tatapan yang tidak dapat di artikan.


“kamu akan menjadi milikiku apapun yang terjadi” ucap johan pada ponselnya.


__ADS_2