Menikah Demi Warisan

Menikah Demi Warisan
Bab 9


__ADS_3

Caca berjalan dengan cepat setelah memarkirksn mobilnya. Caca lupa bahwa hari ini akhir pekan jadwalnya untuk berkencan dengan arion. Saat melihat kaca caca berhenti untuk melihat penampilannya karena tadi terlalu terburu-buru ia lupa memperhatikan penampilannya.


Saat berkaca caca berpikir apakah pakaiannyaa sudah sesuai dengan kencan karena pakainan yang ia pakai terlalu santai hanya celana jeans dan kaos putih, tas ransel kecil dan sepatu kets.


“apa aku perlu menganti pakaian? Ahhh, terserahlah aku juga tidak ingin terlihat cantik di depannya” batin caca. setelah memeriksa dirinya di kaca caca kembali berlari memasuki hotel untuk bertemu dengan arion di kafe hotel.


Saat tiba di kafe arion telah menunggu caca dengan hawa dingin yang menyelimutinya.


“aku minta maaf banget, aku terlambat karena lupa.” Ucap caca pada arion yang menatapnya dengan kesal.


“kau terlambat 25 menit, seharusnya kau di hukum agar tidak mengulangnya di lain waktu” tegur arion.


“aku tidak akan terlambat lain kali. Hari ini aku benar-benar lupa. Aku pikir aku akan santai di akhir pekan setelah menanda tangani kontrak ternyata aku tetap tidak memiliki kebebasan. kebebasan hanya angan-angan” ucap caca yang hanya di tatap tajam oleh arion.


“kamu mau terus berdiri atau mau duduk” kata arion penuh penekanan. Arion merasa makin kesal setelah mendengar ucapan caca.


“dia yang terlambat dia yang mengomel seharusnya kan aku yang marah” batin arion.


“mengubah penampilan apanya? Untung saja aku tidak memakai pakaian yang anggun. Kalau aku pakai dia akan mengira aku lama karena mempercantik diri untuk bertemu dengan dia” batin caca menatap sinis kearah arion.


Setelah caca duduk arion meminum kembali kopinya dan suasana menjadi canggung.


“emm apakah harus kita kencan di hotelmu? Kamu gak mau pergi nonton atau kemana gitu” ucap caca untuk mencairkan suasana.


“kamu lupa kita kencan untuk mengecoh mata-mata kakekku” jelas arion.


“tapikan aku bosan kalau harus di hotel terus” ucap caca.


“nanti kita akan kencan di luar karena aku juga mau keluar setelah makan siang” kata arion.


“benarkah?” Tanya caca yang hanya dianggukin oleh arion.


Kruuk… Krukk… Kruk… Suara perut caca. arion yang mendengar suara perut caca berusaha menahan tawanya sedangkan caca merasa sangat malu dan hanya dapat menutup mukanya dengan tangannya.


“kalau mau ketawa, ketawa aja kali” ucap caca menahan malu dan masih menutup mukanya. Arion yang mendapatkan izin untuk ketawa langsung melepaskan tawanya.


“HAHAHAHAHA” tawa Arion lepas. Caca yang melihat arion mengetawainya merasa kesal.


“kenapa kamu ketawa beneran sih” kesal caca.


“ Ha, ha, hah, kan kamu yang tadi suruh ketawa” ucap arion sambil masih terus ketawa.

__ADS_1


“kamu gak pernah dekat dengan wanita ya” ucap caca yang hanya di anggukin dengan arion.


“pantas gak pengertian” kata caca dengan ketus.


“apa maksudmu?” Tanya arion.


“kalau cewek bilang gak boleh, berarti boleh. Kalau cewek bilang boleh berart gak boleh. Kalau cewek bilang mau berarti gak mau begitu juga sebaliknya.” jelas caca.


“gak jelas” ucap arion di depan caca.


“mau makan gak?” Tanya arion.


“MAU” ucap caca dengan semangat.


“gak jadi deh” ucap arion.


“kok gak jadi?“ Tanya caca.


“kan kalau cewek bilang gak boleh, berarti boleh. Kalau cewek bilang boleh berart gak boleh. Kalau cewek bilang mau berarti gak mau begitu juga sebaliknya. Ucap arion mengulang perkataan caca.


“ya gak gitu juga aku lapar tau” ucap caca.


Mereka berdua pun berjalan bersama ke restoran dengan arion yang masih mengoda caca.


Setelah mereka duduk di restoran makanan mereka pun tiba.


“aku kan belum pesan” ucap caca.


“makan saja, itu makanan kesukaan ku” jelas arion.


“ baiklah” ucap caca tersenyum kearah arion.


Mereka berdua makan dengan suasana hening yang terdengar hanya suara sendok dan garpu yang bergesakan dengan piring serta suara riuh pengujung restoran yang sedang mengobrol.


Caca memakan makanan dengan sangat lahap dan tidak menunjukan keanggunan seperti wanita-wanita lain, saat makan bersama laki-laki. Arion yang melihat hal itu merasa senang karena caca bukanlah wanita yang sok cantik untuk menutupi sesuatu namun menunjukkan dirinya yang sebenarnya kepada arion.


Setelah makan mereka pergi menuju tempat yang arion janjikan untuk berkencan. Setelah tiba di tempat tersebut caca hanya mengangga melihat tempat itu.


“Huuuh tempat kencan macam apa ini? Apakah kamu tidak pernah hidup normal?” ucap caca kesal.


“aku harus memeriksa pembangunan cabang hotelku yang baru” ucap arion santai. “ kamu tadi mengatakan kamu bosan harus kencan di hotel jadi kita kencan di luar” imbuh arion.

__ADS_1


“ apa kamu sudah gila mana ada orang yang kencan di tempat pembangunan yang belum jadi” kesal caca.


“aku harus mengecek pembangunananya, dan kamu ingin keluar. Bukankah ini sudah di luar dari hotel” jelas arion ikut kesal.


“tau ah” ucap caca keluar mobil. Arion mengejar caca yang keluar dari mobil dengan tidak memakai APD.


“pakai ini” ucap arion sambil memasangkan topi dan rompi sebagai APD di tempat pembangunan. Caca yang di bantu arion mengguanakan APD hanya diam dan melihat kearah lain.


“kamu jalan-jalan saja aku mau bicara dulu dengan pihak pekerja mengenai pembangunan ini” ucap arion santai lalu meninggalkan caca. caca yang di tinggalkan merasa sangat kesal dengan sikap arion.


“mana ada orang normal yang kencan di tempat seperti ini. Kalau aku bawa mobil pasti aku sudah pergi. Kenapa dia menjengkelkan sekali, apakah kencan menurutnya sama dengan kerja. Apakah dia tidak pernah berpikir normal.” Gerutu caca dengan menatap arion. Arion yang di tatap caca hanya tersenyum kearahnya.


Caca melihat sekeliling dan tidak sengaja melihat seorang bapak tua menjual mainan dengan sepedanya. Lalu caca mendatanginya.


“ permisi pak, ini gantunganya berapa ya?” Tanya caca dengan menunjukkan gantungan kunci berbentuk boneka.


“itu 5000 neng, ini pasangan neng yang warna merah muda untuk yang perempuan yang biru untuk laki-lakinya” jelas bapak tersebut.


“apa yang lakukan disini” Tanya arion tiba-tiba.


“aku ingin membeli ini” tunjuk caca pada gantungan kunci itu.


“baiklah” ucap arion sambil menyodorkan uang seratus ribu.


“tidak, aku yang akan membayarnya” tolak caca.


“sudahlah” ucap arion lalu memberikan uang tersebut ke bapak penjual.


“tapi saya tidak memiliki kembalian den, kalian pembeli pertama saya.” Ucap bapak menjelaskan.


“bapak ambil saja” ucap caca lalu mengambil gantunganya.


“makasih neng” ucap bapak.


“ayo kita pergi” ajak arion sambil menarik tangan caca.


“kenapa kamu membayarnya? Aku membeli ini untuk membantu bapak itu” kesal caca.


“bukannya sama saja” jawab arion.


Arion mengengam tangan caca sambil terus melihat pembagunan gedungnya. Arion tidak melepaskan sedetik pun tangan caca. caca yang di ajak keliling untuk melihat pembanguan hanya mengurutu didalam hati dan jalan dengan malas. Namun, setiap caca berjalan dengan malas dan melambat arion akan menariknya sehingga mau tidak mau caca mengikuti langkah kaki arion. Caca berusaha melepaskan gengaman arion namun tidak pernah berhasil justru hal itu membuat arion semakin mengeratkan genggamannya.

__ADS_1


__ADS_2