Menikah Demi Warisan

Menikah Demi Warisan
Bab 13


__ADS_3

Setelah 1 jam melakukan rapat akhirnya arion mengakhiri rapatnya. Semua pegawai yang mengikuti rapat akhirnya bisa menarik napas. Saat rapat bersama arion terasa sangat menyesakkan.


“baiklah kalau begitu kita akhiri rapat untuk hari ini. Untuk pembangunan hotel membutuhkan banyak tenaga kerja lagi. Jadi defisi SDM mulailah membuka untuk penerimaan tenaga kerja jadi saat hotel telah beroperasi mereka telah siap.” Ucap arion menutup rapat.


Arion kembali ke ruangan setelah menutup rapat lalu dia memeriksa ponselnya. Bagas yang menata dokumen di atas meja merasa heran setelah melihat arion tersenyum.


“apa yang membuat ceo tersenyum seperti itu” batin bagas.


Arion tersenyum setelah membaca chat dari caca yang mengomel karena arion tidak mengangkat telfonnya. Dalam chat tersebut caca mengirimkan emot marah-marah yang membuat arion gemas. Selama ini belum pernah ada orang yang berani chat arion dengan emot seperti itu .


tanpa disadari, bagas telah ketahuan oleh arion sedang berusaha mengintip ponselnya. Mengetahui kelakuan bagas arion menatap tajam kearah bagas.


Bagas yang merasa arion sebentar lagi akan meledak memilih untuk keluar ruangan.


“emm pak ceo mau makan siang apa?” Tanya bagas sebelum keluar.


“tidak, sudah terlambat juga. Oh ya aku mau pergi keluar. kalian bisa istirahat makan selama 40 menit lalu lanjutkan kerja kalian. Kalau sudah jam pulang kalian boleh pulang jangan menunggu saya” ucap arion masih sibuk dengan ponselnya.


“baik pak” ucap bagas lalu keluar ruangan.


Saat keluar dari ruangan arion, bagas tersenyum lebar membuat pegawai lain penasaran.


“bagas kamu kenapa senyum-senyum gitu dari ruangan ceo?” Tanya seorang pegawai.


“sepertinya ceo telah bertemu dengan malaikatnya.” Ucap bagas.


“beneran?” Tanya pegawai lain yang hanya di anggukin bagas.


“dari mana kamu yakin” Tanya yang lain.


“kalian gak perlu tau. Aku pergi ke toilet dulu.” Ucap bagas.


Di dalam toilet bagas menelfon kakek arion.


“halo direktur” sapa bagas.


“ada apa?” tanya kakek.


“sepertinya ceo telas jatuh cinta dengan dokter caca” ucap caca.


“dari mana kamu yakin” Tanya kakek.


“setelah rapat aku tidak sengaja lihat ceo tersenyum setelah membaca chat dari seseorang. Bukan hanya itu saja ceo juga keluar kantor saat masih jam kerja” lapor bagas.


kakek yang mendengar laporan hanya tersenyum puas lalu mengakhiri telfonnya setelah mendengar laporan bagas.


“akhirnya kamu jinak juga” batin kakek.


Di kafe caca dan arion telah datang dan memesan minuman. Caca yang sudah tidak memiliki pasien memilih pulang sebelum jam kerja selesai. Caca buru-buru pulang untuk menemui arion di kafe.


“ada apa? Ini bukan akhir minggu?” Tanya arion. “ jangan katakan kamu sudah merindukanku. Kalau itu benar akau tidak tanggung jawab setelah rindu kamu akan jatuh cinta padaku” imbuhnya lagi.


Caca yang mendengar semua ucapan arion hanya mengeryitkan alis merasa tidak percaya dari mana semua kepercayaan diri arion berasal.


“hai, apa kabar? Bagaimana pekerjaanmu di rumah sakit? Tadi malam apakah tidurmu nyenyak?” Tanya caca membuat arion merasa heran. “ bukankah itu sikap yang benar saat bertemu. Apakah kamu tidak mengetahui memulai obrolan. Setidaknya kamu menanyakan dulu keadaanku bukannya mengoceh saat baru bertemu” imbuh caca.

__ADS_1


Arion yang mendengar semua ucapan caca hanya merasa heran menurutnya bukannya sama saja. Kalau caca bisa datang ke kafe dan rumah sakit bukankah dia dalam keadaan sehat. Arion merasa heran kenapa dia harus bertanya jika dia sudah mengetahui caca dalam keadaan baik-baik saja. Arion yang merasa tidak mengerti caca hanya meminum kopinya.


“apa saat kamu sekolah kamu tidak bergaul dengan teman-temanmu” ucap caca.


Arion yang mulai jengah dengan semua omelan caca mulai merasa kesal. Di tambah masuknya panggilan bagas. Arion yang merasa kesal dengan bagas yang terus menelfonnya memutuskan untuk mematikan telfonnya.


“kamu sudah mengetahui kemarin ada wartawan? Dan sekarang mereka telah menulis tentang aku” Tanya caca untuk membuat arion focus kembali padanya.


“iya, tapi wajahmu juga tidak terlihat. itu sudah yang terbaik yang bisa kulakukan untuk menghentikan mereka. Kemarin juga kesalahanmu kalau kamu tidak berusaha memberontak aku tidak akan memelukmu. Tapi bagus juga aku memelukmu jadi wajahmu tidak terlihat.” Ucap arion.


“bagus apanya? Tetap saja banyak yang melihat. Wartawan memang tidak melihat wajahku tapi bagaimana dengan pekerja di bangunan? Tidak ada yang dapat menjamin mereka akan diam saja” kata caca.


“kamu tenang saja aku akan bertanggung jawab kalau media memberitakan tentang kita” ucap arion.


“bagaimana caranya kamu bertanggung jawab?” Tanya caca.


“aku akan menikahimu. Kamu tidak usah khawatir kita juga akan segera menikah jadi itu bukan masalah” jawab arion dengan percaya diri. Caca yang mendengar itu merasa tidak dapat percaya dengan ucapan arion.


“kalau itu juga aku mengetahuinya, tapi kalau berita keluar tanpa keluarga besar mengetahuinya bagaimana. Kamu juga belum bertemu keluargaku, bagaimana kalau keluargau kaget dengan berita ini” ucap caca.


“oh ya, kamu juga seharusnya meminta maaf kepadaku karena membuat aku masuk berita tanpa izin. Ini semua kesalahanmu.” Imbuh caca.


“untuk masalah keluarga kakekku sudah mengetahuinya bukannya dia yang menjodohkan kita berdua. Kalau keluargamu kita juga akan bertemu mereka tidak lama lagi. Untuk media aku sudah berusaha menghentikan tapi tidak semua dapat ku hentikan. Anggap saja itu untuk memperkenalkan hubungan kita ke public” jelas arion.


Arion tiba-tiba merasa senang dan mulai tersenyum sambil memegang bibirnya.


“kenapa kamu senyum-senyum?” Tanya caca.


“aku memikirkan ciuman kemarin kamu pasti merasa senang jugakan?” ucap arion sambil memajukan bibirnya. Caca menendang kaki arion karena merasa sangat kesal mendengar ucapan arion.


“kenapa kamu melakukan ini? Seorang dokter seharusnya tidak melakukan kekerasan tapi seorang dokter seharusnya menyelamatkan” kesal arion.


“kalau kamu masih melakukan hal itu, aku akan menendangmu di tempat lain yang akan membuat kamu benar-benar merasa kesakitan. Kalau kamu tidak percaya kamu bisa mencobanya” tantang caca.


Arion yang mendengar ancaman caca secara reflex memundurkan kursinya agar kaki caca tidak sampai mengenainya. Arion hanya dapat menelan salivanya dengar kasar setelah berhasil menghindar dari tendangan caca


.


Setelah pertengkaran mereka berdua selesai arion mengaktifkan kembali ponselnya. Arion membuka chatnya dengan caca.


“bukankah ini sangat lucu? Aku sangat kagum dengan mereka yang membuat ini” ucap arion senang dan menunjukan emot yang di kirim caca.


“apakah kamu tidak mengerti itu artinya aku sangat marah?” Tanya caca.


“ aku tahu tapi bukannya sangat imut. Hanya kamu yang berani mengirimiku hal seperti ini” ucap arion. Caca mulai merasa bosan dan hendak pergi dengan mengambil tas dan bunganya.


“mau kemana?”Tanya arion sambil menahan caca agar kembali duduk.


“mau pulang urusan kita sudah selesai. Kalau kita terus bersama hanya ada pertengkaran.” Jelas caca.


“apa ini?” Tanya arion dengan menunjuk bunga yang di pegang caca.


“bunga” jawab caca.


“aku juga tahu kalau itu bunga. Maksudku apa maksudnya kamu membawa bunga. Kamu tidak berniat memberikan aku bunga kan?” Tanya arion kembali.

__ADS_1


“tentu saja tidak. Mana mungkin aku memberikanmu bunga. Ini bunga dari teman kerjaku. Dia di berikan oleh pasiennya, karena dia pria jadi dia berikan kepadaku.” Jelas caca.


“jadi yang memberikanmu bunga adalah pria. Mana ada laki-laki memberikan bunga tanpa alasan. Buang” perintah arion.


“aku tidak mau. Aku suka bunga ini” balas caca.


“mari kita menambahkan persyaratan dalam kontrak.” Ajak arion.


“apa yang akan kamu tambahkan?” Tanya caca.


“kamu dilarang bertemu dengan pria kecuali keluargamu. Kamu juga harus jaga jarak pada semua pria minimal 2 meter mau itu pria dijalan, pasienmu tau teman-temanmu.” Ucap arion kesal.


“kalau begitu apakah kamu akan melakukan hal yang sama pada setiap wanita yang kamu temui?” Tanya caca. arion menjawabnya dengan hanya anggukan.


“heh, aku tidak bisa melakukannya kamu tau aku bukan tinggal di pulau yang isinya hanya wanita. Jadi aku juga harus melakukan social dengan pria.” Jelas caca.


“baiklah tapi kamu dilarang melakukan hal lain selain berteman dan memeriksa. Jika kamu melakukan lebih aku akan langsung menghabisi laki-laki itu.” Ancam arion.


“oke, kalau mau menambah persyaratan kontrak lebih baik menambahkan kalau kamu di larang melakukan kontak fisik berlebihan seperti dilarang menarik tangan dan ….”ucap caca terputus dengan memegang bibirnya.


Arion yang melihat sikap caca merasa caca sangatlah mengemaskan.


“kamu belum pernah pacarankan?” Tanya arion dan di jawab anggukan oleh caca.


“pantas, bukankah aku sudah mengatakan bahwa kontak fisik pada pasangan hal yang wajar apalagi kita akan segera menikah.” Ucap arion.


“tapikan kita sudah menyetejui untuk tidak melakukan kontak fisik” balas caca.


“aku kan sudah mengatakan kalau tidak melakukan hubungan suami istri. Untuk kontrak yang lain aku akan tetap melakukan karena kita pasangan.” Ucap arion.


“kalau begitu kamu harus membayar denda karena kamu menciumku kemarin” balas caca.


“kamu mau berapa? Aku akan membayar denda tapi aku tidak akan berhenti setelah menciummu” tantang arion. Caca merasa kesal dan akan menendang kaki arion tapi arion reflek memundurkan kursinya dan ketawa mengejek kearah caca.


“ terserahlah, kita bertemu hari ini anggap saja sebagai akhir pekan” ucap caca.


“tidak bisa. Akhir pekan kita tetap kan bertemu. Hari ini tidak masuk dalam hitungan” jawab arion.


“kenapa kan kita bertemu sekali seminggu anggap saja hari ini sabagai akhir pekan” pinta caca.


“aku katakan tidak bisa, ya tidak bisa” balas arion. “ sudahlah ayo kita pergi” imbuh arion dengan mengambil bunga caca.


“itu bungaku mau kamu apakan?” Tanya caca sambil mengejar arion.


Arion membawa bunga caca menuju tempat sampah lalu membuangnya. Caca yang melihat bunganya di buang oleh arion hanya merengek dan mengambil bunganya dari tempat sampah. Namun, arion yang melihat kelakuan caca mengambil kembali bunga itu meremasnya lalu membuangnya kembali. caca yang melihat bunganya telah hamcur lebur hanya bisa keluar dengan perasaan hancur.


"Awas saja kalau dia menerima sesuatu dari seorang wanita akan ku hancurkan lalu ku bakar" batin caca.


arion yang menunggu caca di luar berteriak meminta caca cepat untuk menyusulnya.


"mana kunci mobilmu?" tabya arion.


" untuk apa?" tanya caca.


"aku tidak bawa mobil jadi aku ikut kamu." jelas arion. caca yang mendengarnya memberikan kuncinya.

__ADS_1


__ADS_2