Menikah Demi Warisan

Menikah Demi Warisan
Bab 8


__ADS_3

Kring, kring, kring suara alarm menandakan waktu telah pagi. Caca mematikan suara alarmnya lalu bangun dan melakukan peregangan agar lebih segar. Setelah merasa nyawanya telah terkumpul dia mengambil ponsel untuk melihat hari dan pesan. Setelah menguap panjang caca melihat baik-baik layar ponselnya yang tertulis bahwa hari ini adalah hari kamis dan ada satu pesan masuk.


Pesan masuk dari mamanya yang mengingatkan akhir pekan untuk ikut perjodohan yang telah diatur.


Kedua orang tua caca belum mengetahui hubungan caca dengan arion sehingga mereka masih mengatur perjodohan. Caca yang membaca pesan mamanya lalu menyentuh gambar telfon untuk menghubungi mamanya


“halo ma” sapa caca pada orang di sebrang telfon.


“kamu tidak lupa akhir pekan ini kan” jawab mama.


“iya, tapi aku tidak bisa.” Ucap caca.


“tidak ada kata tidak bisa sebelum kamu memiliki pasangan” tekan mama.


“aku sudah memiliki pasangan.” Jelas caca.


“ini bukan pertama kalinya kamu mengatakan sudah punya pasangan tapi kamu masih saja sendiri” ucap mama.


“kali ini caca serius. Mama tunggu sebentar saja, kalau ada waktu caca akan membawanya ke rumah papa dan mama” ucap caca menyakinkan.


“namanya siapa? Dia kerja apa? Bagaimana bibit bobot dan bebet ? keluarganya bagaimana? kamu tidak asal pilih orang kan ca. kamu harus ingat kamu itu keturunan prawitri tidak bisa memilih pasangan sembarangan. Kalau mau mencari pasangan harus yang sama seperti kita ngerti ca” ucap mama panjang lebar.


“iya, mama pasti suka sama dia. aku tidak asal pilih” jelas caca. “ sudah dulu ya. Caca mau mandi lalu pergi kerja. Love you ma” imbuh caca.


“love you too, “ jawab mama lalu memutuskan sambungan telfonnya.


Setelah selesai berbicara dengan mamanya caca pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan tak lupa ia sarapan. Setiap pagi caca tidak pernah melupakan sarapan, ia selalu sarapan gandum dan susu rendah kalori.


Setelah melakukan segala rutinitasnya caca berangkat ke Rumah sakit dengan mobil cooper kesayangannya. Rasanya dia sangat merindukan mobilnya karena kemarin ia tidak membawanya.


Caca melajukan mobilnya dengan santai kearah rumah sakit. Sesampainya di dalam rumah sakit caca merasakan hawa lain dari hari biasanya.


“kenapa aku merasa ada yang aneh ya” batin caca.


“dok, gosip yang beredar itu benar” tegur perawat pada caca.


“gosip apa?” Tanya caca.


“gosip dokter caca merebut dokter johan dari dokter lian lalu mencampakan dokter joha karena tidak menarik lagi” jelas perawat tersebut.

__ADS_1


“gosip gak berdasar” ucap caca.


“kemarin dokter lian terlihat sedih setelah keluar dari ruangan dokter johan terus hari ini dokter johan terlihat sedih setelah kemarin pulang bersama dengan dokter caca. jadi deh gosip itu” jelas perawat.


“kalian datang ke Rumah Sakit untuk mengosip ya?” heran caca.


“hehe, gosip itu penyedap kehidupan dok. Kalau tidak bergosip rasanya kurang sedap hidup kami” ucap perawat.


“ya udah, sekarang panggil pasien pertama. Gak enak kalau terlalu lama mereka menunggu.” Ucap caca.


Sepanjang hari caca memikirkan johan dan merasa bersalah. Jika benar gosip yang disampaikan perawat tadi. “aku harus menemui johan setelah jam praktekku selesai untuk meminta maaf atas kejadian kemarin” batin caca.


Setelah jam praktek selesai caca langsung ke ruangan johan. Namun, johan telah pulang dengan alasan kurang enak badan. Caca makin merasa tidak enak.


“ini ni penyebab jo patah hati” sindir dokter kila setelah melihat caca dari ruangan johan.


Dokter kila adalah sepupu johan. Melihat caca tidak merespon sindirannya dokter kila merasa geram.


“kamu kenapa ke ruangan johan?” Tanya dokter kila dengan arogan.


“bukan urusanmu” ucap caca.


“dasar wanita murahan” hina kila.


“seperti yang kamu dengar MU RA HAN. Di rumah sakit kamu deketin johan, setiap akhir minggu kamu kencan dengan cowok yang berbeda-beda. Kalau bukan murahan terus apa” ucap kila.


setelah Caca mendengar ucapan kila, ia berusaha menahan emosinya karena tidak ingin menganggu pasien di Rumah Sakit. Setelah puas menghina caca, kila pergi dengan perasaan menang.


Setelah dari ruangan johan, caca pergi keruangan lian berusaha untuk mencari tahu tentang keadaan johan.


Tok tok tok suara pintu


“ masuk” ucap lian.


“hai li” sapa caca.


“hai ca, ada apa?” Tanya lian.


“aku mau Tanya tentang johan. Aku merasa tidak enak soal masalah kemarin” ucap caca.

__ADS_1


“ aku tidak tau masalah kalian apa tapi akan berusaha membantu” Jelas lian.


“li, kamu bisa menemaniku ke rumah johan untuk meminta maaf. kalau kamu tidak keberatan” pinta caca.


“boleh sekalian aku mau lihat keadaannya” ucap lian.


Setelah itu caca dan lian pergi ke rumah johan dengan mobil masing-masing dengan mobil lian di depan caca. sesampainya di depan pagar rumah johan, lian turun untuk meminta satpam membukakan pintu. Setelah pintu gerbang terbuka caca dan lian pun masuk ke halaman rumah johan yang memiliki halaman yang sangat luas. Keluarga johan memiliki usaha di bidang kesehatan seperti rumah sakit tempat caca dan lian kerja.


“eh neng lian, cari den johan ya?” Tanya bi ani.


“iya bi, johannya ada dimana bi?” Tanya lian.


“ada di kamar neng, hari ini den johan terlihat tidak seperti biasanya” ucap bi ani.


“iya bi, aku mau menemui johan tapi aku akan membuatkan jus kesukaan johan dulu baru ke kamarnya. Jadi tolong antarkan teman saya ke kamarnya johan.” Pinta lian.


“baik neng, mari” ucap bi ani.


Bi ani mengantar caca menaiki tangga menuju lantai dua. Kamar johan berada di lantai dua, kamar pertama setelah tangga. Bi ani mengantarkan caca sampai pintu kamar lalu ia kembali ke dapur untuk membantu lian.


Di dalam kamar johan berdiam diri memikirkan caranya untuk menaklukan caca. johan merasa tidak mau kalah dalam hal ini. Sedari kecil johan selalu mendapatkan apa yang ia inginkan. Hanya caca yang selama ini susah untuk dia dapat dan membuatnya tertantang.


Perasaan johan terhadap caca tidak sebesar itu tetapi rasa ingin menaklukan caca sangat sangatlah besar sehingga selama ini dia hanya memandang caca sebagai mangsa buruannya tanpa melihat sekelilingnya bahwa ada wanita yang selalu menantinya.


Saat johan masih memikirkan caca tiba-tiba terdengar suara pintu. Johan pun memberikan izin untuk orang yang mengetuk pintunya untuk masuk.


“caca? pucuk di cinta ulam pun tiba” batin johan dengan senyuman jahat.


“ada apa kamu ke sini ca, kalau kamu hanya mau menyakitiku lebih lagi. lebih baik kamu pergi” ucap johan.


“maafkan aku jo, aku tidak bermaksud menyakitimu. Jo bisakah kita tetap berteman” pinta caca.


“untuk sekarang aku belum bisa, tapi aku akan berusaha setelah aku menata kembali perasaanku” ucap johan.


“terima kasih jo, aku harap kamu dapat dengan cepat menata kembali perasaanmu lalu melihat sekitarmu” ucap caca tulus.


“aku hanya akan melihat kamu ca, sampai aku mendapatkanmu aku tidak akan pernah menyerah” batin johan.


“ca bisakah aku memelukmu” pinta johan. Caca mengizinkan johan memeluknya untuk terakhir sebelum ia menikah.

__ADS_1


“baiklah” ucap caca sambil merentangkan tanganya kearah johan. Johan membalas pelukan caca dengan senyuman jahat di wajahnya.


Di pintu kamar Lian melihat senyuman jahat johan merasa khawatir terhadap caca. “ jo, aku harap kamu tidak melakukan hal yang dapat menyakiti banyak orang “ batin lian lalu masuk ke dalam kamar untuk ikut mengobrol dengan mereka berdua.


__ADS_2