Menikah Demi Warisan

Menikah Demi Warisan
Bab 5


__ADS_3

Di rumah keluarga besar utomo kakek arion terlihat sedang mengobrol dengan bagas sang mata-mata yang di kirim kakek arion untuk mengawasi arion.


“anda yakin pak di rektur?” ucap bagas yang di jawab anggukan oleh kakek arion. “apakah anda berniat membalas air susu dengan air tuba.” Imbuh bagas lagi.


“apa maksudmu?” ucap kakek arion.


“anda yakin ingin membalas kebaikan dokter tersebut yang seperti malaikat dengan menikahkan ceo yang seperti iblis” ucap bagas. “aku tidak yakin hal ini benar direktur. Tapi tidak adakah cara lain untuk membalasnya? Saya merasa kasian terhadap dokter tersebut” imbuh bagas.


” apakah cucuku seburuk itu?” ucap kakek arion.


“emmm Ti,,Tidak terlalu buruk tapi anda mengetahuimya bagaimana cucu anda.” Ucap bagas. “pak direktur juga tau bagaiamana HP saya hancur. Saya hanya tidak ingin dokter itu bernasib sama dengan HP saya” gumam bagas.


“kenapa kau berbicara berbisik begitu.” Ucap kakek.


“tidak direktur. Dia hanya kurang baik menurut saya. Ceo memiliki penampilan yang sempurna hanya saja sikapnya yang kurang” Ucap bagas.


“itulah dia membutuhkan caca. Caca memiliki sikap seperti neneknya itu yang membuat aku yakin arion akan luluh. Anak itu hanya jinak dengan neneknya. Sekarang neneknya sudah lama tiada dan dia menjadi liar, aku perlu menjinakkannya kembali melalui caca” ucap kakek arion.


“tapi banyak wanita di luar sana. Apa tidak sebaiknya mencarikan yang lain?” ucap bagas.


“kamu kenal arion dengan baikkan, selama kamu bekerja dengannya pasti kamu mengenalnya bukan. Dan semua wanita yang pernah di jodohkan dan mendekatinya sama sepertinya. Hanya uang tidak memikirkan keluarga ” ucap kakek dengan membuang napas.


“aku tidak bisa membiarkan dia hidup seperti itu selamanya. Aku sudah mencoba selama beberapa tahun tapi aku gagal dan aku takut aku tidak memiliki waktu lama lagi untuk memperbaiki kesalahan itu.” Ucap kakek arion.


Arion memiliki sifat dingin setelah meninggalnya neneknya. Sebelumnya ia adalah anak yang sangat ceria dan ramah. Setelah meninggal neneknya, arion menjadi kekurangan kasih sayang, kakeknya yang di tinggalkan istrinya dan sebelumnya telah di tinggalkan anak-anaknya kalut dalam kesedihan dan tidak memperhatikan arion.


Ayah dan paman arion telah meninggal sebelumnya dalam kecelakaan, ibu arion menikah lagi dan meninggalkan arion hanya neneknya selama ini yang memperhatikannya.


Tumbuhlah arion dengan sifat sekarang. Arion yang ceria dan ramah tenggelam dengan arion yang dingin karena tidak adanya kasih sayang. Kakek arion setelah mengetahui itu berusaha mengembalikan sifat arion seperti semula namun selalu gagal.


Saat masih di bangku sekolah dan kuliah arion hanya belajar-belajar jarang bersosialisasi. Sehingga arion hanya memiliki sedikit teman. Namun, Rafael yang mengerti keadaan arion berhasil bertahan hingga sekarang. Kakek arion merasa bersalah akan kelalaiannya dan berusaha menjodohkan arion dengan wanita yang menurutnya baik.


Namun, saat arion di jodohkan dengan hana 2 tahun lalu kakek arion tidak mengetahui maksud hana tidak lain adalah harta yang membuat arion menjadi tambah tidak suka terhadap kakeknya.


Di kantor Rafael setelah kepergian caca. arion meminta air dingin untuk mendinginkan kepalanya setelah menghadapi caca yang menurutnya membutuhkan tenaga ekstra.


“bagaimana menurutmu mengenai dokter caca? Bukankah dia menarik?” ucap Rafael.


“tidak ada hal menarik dari dirinya. Dia seperti singa liar yang susah di jinakkan yang membuat aku lelah dan marah. Dia adalah wanita yang licik dan super tidak tahu malu yang pernah aku temui. Kamu tahu kan setiap wanita yang aku temui mereka memohon-mohon kepadaku untuk dinikahi tapi dia mencoba tarik ulur” ucap arion.


“jadi maksudmu dia pandai, cerdas dan tidak kenal takut?” ucap Rafael.

__ADS_1


“HEI” teriak arion tidak terima namun di dalam hati mengiyakan.


“arion dia adalah satu-satunya wanita yang menolakmu beberapa kali dan menurutku itu sangat menarik.” Ucap Rafael.


“kamu tau apa yang dikatakannya saat aku mengatakan dia dapat mengambil semua warisan kakek setelah bercerai ” ucap arion.


“apa yang dia katakan” ucap rafael.


“dia mengatakan aku bisa melakukan apa saja, tapi dia tidak mau terlibat. Dia tidak tertarik pada uang maupun pernikahan. Dia juga mengatakan dia tidak kekurangan uang sampai harus menikahiku” ucap arion.


“terus bagaimana bisa dia menyetujui dan siap menanda tangani kontrak?” Tanya Rafael.


“aku terus menekannya dan mengancamnya sampai dia mau. Apa kau pernah melihat aku kalah? Cara baik-baik tidak bisa maka cara buruk pasti bisa selalu banyak jalan menuju roma.” Ucap arion sambil menarik napas panjang.


Setelah pulang dari kantor Rafael, caca pergi ke kafe yang menyediakan buku-buku untuk pengunjungnya. Caca membaca buku dengan di temani segelas jus. Tidak lama caca membaca buku ada yang mencolek punggung caca.


“astaga, kenapa kamu ada disini? Apakah kuliahmu sudah selesai” Tanya caca.


“saya hanya mengerjakan tugas dengan teman-teman tapi mereka sudah pulang” ucap doni.


“ayo duduk, kamu mau pesan apa aku yang teraktir” ucap caca.


“tidak dok aku sudah kenyang tadi makan bersama teman-teman.” Ucap doni.


“tapi saya tidak enak” ucap doni.


“kamu jangan sungkan. Aku sudah menganggapmu seperti adekku sendiri” ucap caca. “kamu masih tinggal di panti asuhan?” Tanya caca.


“sudah tidak, aku kos” ucap doni.


“kamu dapat uang dari mana untuk bayar kos?” ucap caca.


“aku kerja di toko, kerjanya shif-shifan jadi tidak membebaniku dan uangnya cukup untuk bayar kos dan makan.” Jawab doni.


“kamu kan kuliah beasiswa ya.” Ucap caca.


“iya, dok, eh kak caca masih sering datang ke panti?” Tanya doni.


“tidak, aku sibuk akhir-akhir ini” ucap caca.


“emm kak aku pamit dulu ya sudah waktuku untuk kerja” pamit doni.

__ADS_1


“oke, eh don nanti kalau kamu ada waktu hubungi aku ya. Kita pergi makan karena hari ini kamu tidak bisa” ajak caca.


“iya, kalau ada waktu kosong aku hubungi.” Ucap doni lalu berjalan pergi. Caca melanjutkan bacaannya.


Keesokan harinya di rumah sakit caca memeriksa pasiennya yang terakhir. “adek harus hati-hati lain kali ya, biar gak sakit lagi” ucap caca setelah memeriksa pasiennya. “bu, ini resepnya silahkan di ambiil di apotek.” Ucap caca pada ibu pasien.


“suster, ini pasien terakhir?” Tanya caca.


“Iya,, dok” jawab suster.


“baiklah aku mau pulang” ucap caca sambil melakukan peregangan setelah duduk lama.


“dokter, tadi dokter johan cari anda” ucap suster.


“dokter johan cari saya ada keperluan apa?” Tanya caca.


“beliau hanya menanyakan keberadaan dokter” ucap suster.


“baiklah, suster saya pulang duluan” ucap caca. Setelah keluar dari ruangannya caca pergi ke ruangan dokter johan seorang dokter bedah.


“dokter johannya ada?” Tanya caca pada perawat di depan ruangan dokter johan.


“ada di dalam dok” jawab perawat.


Mendengar jawaban itu caca langsung masuk ke dalam ruangan dokter Johan.


“hai Jo, ada apa kamu cari aku?” Tanya caca. belum sempat johan menjawab terdengar suara notifikasi pesan masuk di Hp caca. setelah membaca caca hanya dapat menarik napas panjang.


“ada apa ca?” Tanya johan.


“bukan apa-apa. Kamu tadi cari aku ada apa?” Tanya caca kembali.


“aku hanya ingin mengajak kamu makan malam.” Ucap johan.


“ aku ada janji malam ini bagaimana lain kali” ucap caca.


“baiklah tapi kamu harus menempati janjimu.” Ucap johan.


“tentu, ya udah aku pulang dulu” pamit caca lalu pergi.


Di perjalanan ke tempat parkir caca bertanya-tanya mengapa arion mengajaknya bertemu malam ini. “apa ada masalah.” Batin caca.

__ADS_1


setelah di tempat parkir caca langsung menaiki mobil cooper kesayangannya menuju kafe tempat arion mengajak bertemu.


__ADS_2