
Setelah menemukan restoran yang di cari caca mengeluarkan HP nya untuk melihat foto yang dikirimkan oleh mamanya yaitu foto laki-laki yang di jodohkan kepadanya. Caca berjalan sambil melihat Hp nya dan melihat kesana- sini mencari pria yang dijodohkan dengannya. Setelah menemukan pria itu caca berjalan kearahnya.
“hai, aku caca. Maaf terlambat tadi aku nyasar karena hotel ini begitu besar” ucap caca menjelaskan dan mengulurkan tangannya untuk berkenalan.
“santai aja, lagi pula aku juga baru datang. Perkenalkan namaku leon” ucap leon sambil menerima uluran tangan caca. Leon dan caca bengobrol sambil sekali-kali tertawa bersama. Setelah lama mengobrol leon menjelaskan keadaannya bahwa ia memiliki wanita yang ia sukai tetapi tidak bisa menolak permintaan mama caca yang merupakan istri dari bosnya. Caca pun menanggapi dengan santai karena caca tidak pernah menganggap perjodohan yang di atur oleh mama dengan serius. Selama ini caca selalu menghadiri perjodohan hanya demi tidak di omeli terus-menerus oleh mamanya. Caca selama ini ingin menemukan jodohnya secara alami tanpa paksaan siapapun. Prinsip caca dalam mencari jodoh adalah jodoh pasti bertemu jadi dimanapun dan bagaimana pun kalau bukan berjodoh caca tidak akan memaksa lagian ia belum mau cepat menikah.
Setelah mengobrol leon berpamitan duluan. Sebelumnya leon menawarkan untuk mengantar caca tetapi caca menolak karena membawa mobil dan ingin menikmati makanannya. Setelah leon pergi caca melanjutkan makanannya.
***
Di tempat lain arion mendapatkan telfon dari Rafael pengacaranya sekaligus teman dekat arion.
“halo, kenapa?” ucap arion.
“kamu bisa datang kekantor sekarang ada masalah penting yang harus kita bahas” ucap Rafael.
“aku sibuk” ucap arion.
“ini penting mengenai grup utama ” ucap Rafael.
“kenapa dengan group utama?” Tanya arion. Group utama adalah perusahaan keluarga arion yang memiliki usaha di bidang perhotelan yang sekarang di kelola oleh arion, mall A yang di kelola oleh paman arion yang serakah dan masih banyak lagi.
“makanya datang ke kantorku sekarang” ucap Rafael. Mendengar itu arion langsung pergi ke kantor temannya itu.
Sesampainya di kantor Rafael, tanpa bertanya pada sekertaris arion langsung masuk ke dalam ruangan Rafael.
“kau sudah sampai ceo arion ” sambut Rafael ke arion sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan kepada arion agar terlihat lebih professional.
“sudahlah langsung saja” ucap arion hanya melirik ke arah tangan Rafael. Rafael hanya tersenyum telah memahami sifat dingin arion.
“aku bukan temanmu sekarang. Aku sekarang adalah pengacara group utama” ucap Rafael kepada temannya.
“ gak usah basi basi langsung aja, ada apa kamu memanggilku kemari” ucap arion tidak sabar. Rafael hanya mengikuti gerak bibir arion.
“huh,,, kakekmu merubah surat wasiat warisannya ” ucap Rafael sambil memberikan surat wasiat itu kepada arion.
Arion menerima surat wasiat itu lalu membacanya. Setelah membaca surat wasiatnya mata arion melotot memperhatikan setiap detail isi surat itu lalu ia memukul meja.
“arion” ucap Rafael mencegah arion yang hendak pergi dengan marah. “surat wasiat ini serius” imbuh Rafael.
“aku juga serius. Ini harta kakek jadi terserah dia mau ngapain. Itu tidak ada hubungannya denganku” jawab arion kesal.
“baiklah, tapi duduklah dulu aku akan menjelaskan” ucap Rafael berusaha membujuk arion. Setelah menarik napas panjang arion kembali duduk.
“apakah kamu tidak mengerti isi wasiatnya. Ini berarti jika kamu tidak mendapatkan warisannya berarti kamu bukan ceo hotel yoko lagi” ucap Rafael yang mendapatkan pelototan dari arion. “apa kamu lupa kalau hotel yoko adalah bagian dari group utama” ucapnya lagi.
“ apakah harus dengan menikah wanita yang tidak aku kenal untuk mendapatkan hotel yoko, Ini tidak masuk akal. Apa kamu pikir aku akan mau menikah dengan wanita yang aku tidak ketahui” ucap arion kesal.
“apakah kamu tidak penasaran siapa wanita yang dijodohkan dengan kamu?” Tanya Rafael.
“Aku tidak penasaran karena aku tau wanita itu pasti hanya mengincar harta. Ini bukan pertama kali kakek menjodohkanku dengan wanita yang tidak jelas” jawab arion. Rafael hanya dapat menarik napas dalam-dalam mendengar ucapan arion.
“kamu ingat saat pertama kali kakek menulis surat wasiat 2 tahun lalu. Dia menuliskan hal yang sama tetapi wanita itu hanya menginginkan harta saja” imbuh arion.
“tapi kali ini bukan hana ” ucap Rafael yang di tatap tajam oleh arion.
__ADS_1
“terserah siapapun wanitanya aku gak mau, ini tidak ada hubungannya denganku” ucap arion.
“berarti kamu sudah tidak ingin untuk mengelola hotel yoko lagi. Karena semua harta kakek akan diberikan kepada cucunya yang menikah dengan wanita ini. Ingat cucu kakek bukan hanya kamu tapi ada anak pamanmu. Kalian berdua memiliki hak sama dalam mendapatkan hak warisan” ucap Rafael mengingatkan.
“dan wanita ini tidak kamu kenal dan aku yakin sepupumu juga tidak mengenalnya. Kamu mungkin tidak menginginkan harta warisan ini tapi bagaimans dengan pamanmu yang serakah. Apa kamu rela menyerahkan hotelmu kepda pamanmu setelah usaha yang kamu berikan selama ini untuk membuat hotelmu lebih maju.” Imbuh Rafael.
“jadi aku harus bagaimana apakah aku harus menikahi wanita itu? Jangan harap” ucap arion.
“mungkin kamu berpikir akan membuat keputusan yang tepat seperti waktu itu terhadap hana tapi kali ini berbeda. Kakekmu serius akan memberikan hartanya kepada cucunya yang berhasil menikahi wanita tersebut. Semua harta kakekmu. Kamu adalah cucunya yang pertama diberi tahu karena kamu cucu tertua tapi jika kamu tidak berhasil menikah dengan wanita tersebut maka sepupumu akan di beri tahu dan akan di nikahkan dengan wanita tersebut.” Ucap Rafael serius. Arion menatap tajam ke arah Rafael dan memikirkan semua ucapan Rafael.
Arion tidak mengingikan hotelnya dimiliki oleh orang lain karena itu hasil jerih payahnya untuk usaha yang lain itu terserah kakeknya karena ia tidak tertarik.
Malam hari di kantor hotel arion membaca kembali surat wasiat kakeknya sambil terus memikirkan ucapan Rafael yang tergiang di teliganya.
Isi surat wasiatnya yang menuliskan Seseorang yang menikahi wanita ini akan mewarisi seluruh kekayaanku tidak terkecuali bersahutan dengan perkataan Rafael bahwa anak pamannya dapat memiliki hak sama terhadap harta kakeknya selama ia berhasil menikah dengan wanita ini.
“huh sialan kenapa harus ada wasiat seperti ini” umpat arion. “kalau begitu, ayo kita lakukan kakek. Aku tidak suka kalah dalam permainan” ucap arion menatap ke jendela kantornya.
Keesokan harinya di rumah sakit caca sibuk seperti biasanya. Memeriksa pasien bocil-bocil yang datang untuk berobat dan konsultasi. Caca selalu memberikan pelayan pemeriksaan dengan tersenyum dan bercanda sehingga banyak pasien yang merasa puas dengan pelayan yang caca berikan.
Di dalam mobil Rafael dan arion berjalan menuju tempat wanita dalam wasiat.
“aku penasaran seperti apa wanita yang disukai kakekmu” ucap Rafael kepada arion yang duduk disebelahnya.
“mungkin dia singa berbulu domba yang hanya mengejar harta” ucap arion.
“mungkin dia cantik seperti artis Hollywood dan juga pintar karena pekerjaanya dokter” kata Rafael.
“tidak mungkin karena dia, aku akan kehilangan hotelku” ucap arion dengan wajah kesal.
Setelah sampai arion memperhatikan ruangan caca kemudian menatap ke arah caca dengan tajam tetapi merasa ada sesuatu dihatinya.
“permisi ada yang bisa saya bantu” ucap caca ramah. Caca telah mengetahui bahwa ada yang ingin mengobrol dengannya karena direktur Rumah sakit telah menghubunginya.
Arion dan Rafael duduk di kursi depan meja caca. Arion dan Rafael memberikan kartu nama mereka berdua kepada caca untuk memperkenalkan diri. Caca membaca kartu tersebut dan merasa aneh. “kenapa pengacara group utama dan ceo hotel yoko mencarinya. Apakah mereka mau memeriksakan anak mereka tapi kemana anak mereka” batin caca.
“apakah kalian mau memeriksa anak kalian?” Tanya caca.
“kami belum menikah bagaiman mau memeriksakan anak” jawab Rafael tersenyum. Arion hanya memperhatikan caca.
“terus kalau kalian tidak memeriksakan anak. Ada keperluan apa kalian mencariku” ucap caca.
“apakah anda mengenal yusuf utomo” ucap Rafael.
“Yususf utomo.. yususf utomo, aku tidak ingat nanti saya minta asistenku untuk mencari nama pasien tersebut.” Ucap caca. Mendengar jawaban caca membuat arion tersenyum sinis.
“kita disini bukan membicarakan tentang pasien anda ” ucap Rafael.
“lalu kalian mau bicara tentang apa?” Tanya caca.
“Apakah anda pernah mendengar tentang group utama yang memiliki hatel yoko, mall X dan lain-lain” ucap Rafael. Yang di jawab anggukan oleh caca.
“group utama adalah milik dari yusuf utomo dan di sebelah saya adalah cucunya yang bernama arion utomo” ucap Rafael menjelaskan.
“oke, terus kalian ada keperluan apa kemari. Aku tidak yakin kalian kesini hanya mau memberi tahukan tentang itu saja” ucap caca.
__ADS_1
“tentu saja, kedatangan kami kesini…” belum selesai Rafael mengucapkan kalimatnya lalu dipotong oleh arion.
“ kami kesini ingin mengetahui bagaimana caramu merayu kakekku” ucap Rafael.
“arion ” ucap Rafael sambil memegang lengan arion untuk menenangkannya.
“huh,,, aku juga gak tahu apa yang kulakukana tapi yang aku tahu kamu adalah orang sombong yang tidak menghargai orang lain” ucap caca pada arion. “lebih baik pengacaara anda saja yang berbicara terlihat lebih berpendidikan” imbuh caca membuat Arion merasa kesal.
“aku minta maaf atas perkataan rekan saya” ucap Rafael.
“tidak perlu minta maaf. Orang yang berpendidikan terlihat berbeda dalam berucap dan berprilaku” sindir caca kepada arion.
“baiklah saya akan menjelaskan bahwa anda telah diberikan harta warisan oleh yusuf utomo” ucap Rafael.
“huh saya turut berduka cita.” Ucap caca prihatin. caca berpikir yusuf utomo telah meninggal sehingga mereka membahas warisan.
“TIDAK,,, kakek saya masih sehat dan kuat” ucap arion sambil menatap tajam ke arah caca.
“bukan begitu maksud saya. Pak yusuf baru saja memasukkan anda dalam surat wasiat harta warisannya” ucap rafael yang membuat caca kaget dan binggung.
“dengan kata lain kau mendapatkan seluruh group utama” ucap arion.
“maaf sepertinya anda salah orang.” Ucap caca membuat arion kaget dan juga kecewa.
“apakah nama anda caca prawitri, putri kedua dari keluarga prawitri, seorang dokter spesialis anak, tinggal di apartemen X dan nomor kartu indentitas anda 740**********” ucap Rafael.
“benar, dari mana kalian tahu semua informasiku” Tanya caca takut.
“anda pasti tahu di dalam bisnis kami tidak susah mencari tahu informasi seseorang. Baiklah saya akan menjelaskan anda akan mewarsi seluruh harta pak yusuf utomo jika anda memenuhi syarat.” ucap Rafael.
“siapa kalian sebenarnya. Kalau kalian mau menipu seharusnya kalian lakukan dengan benar . saya bahkan tidak mengenal yusuf utomo bagaimana bisa saya mendapatkan harta warisan.” ucap caca.
“itu juga yang menjadi pertanyaanku cara licik apa kamu merayu kakek sampai mau memberikanmu harta warisan.” Ucap arion menyindir.
“huhhh aku juga penasaran bagaimana caraku merayu kakekmu” ucap caca dengan menatap kesal arion.
“apa maksudmu? Aku beritahukan kepadamu aku jijik sama orang yang bisanya menjilat orang lain untuk mendapatkan hartanya” ucap arion.
“aku jijik sama orang sepertimu. Orang di sekitarmu pasti tidak menyukaimu kan?” ucap caca pada arion yang di balas angukan oleh Rafael.
“saya benar-benar tidak memiliki hubungan dengan yusuf utomo” caca berusaha menjelaskan setelah di tekan terus -menerus oleh arion.
“apakah anda belum pernah ketemu dengan yusuf utomo?” Tanya Rafael.
“tentu saja saya belum pernah ketemu dengan yusuf utomo secara langsung. Tapi kalau lihat di TV dan Koran sering. Kenapa kalian tidak percaya saya benar-benar tidak mengenal yusuf utomo” ucap caca menekan pada kalimat terakhir.
“baiklah, saya mengerti saya harap kita bisa melanjutkan pembicaraan dengan tenang” ucap Rafael. Mereka bertiga melanjutkan pembicaraan tanpa menemukan titik terang.
“maaf, waktu anda berdua telah habis. Silahkan keluar karena masih ada pasien yang menunggu di luar untuk diberikana pelayanan.” Ucap caca lelah menghadapi mereka.
“baiklah lain kali kita akan membicarakan hal ini lagi” ucap Rafael.
“tidak ada lain kali. Saya tidak kekurangan harta sampsi harus merayu seorang kakek untuk memberikan harta warisan kepada saya. Kalian taukan keluar prawitri jadi saya harap kalian mengerti dan pergi.” ucap caca tegas.
“kami tidak akan pergi sebelum masalah ini selesai. Kalau kamu mau mengusir kami maka lain kali kamu harus mau bertemu kembali. Kalau tidak kami akan terus datang kemari sampai masalah ini selesai.” Ucap arion mengancam.
__ADS_1
“baiklah kita akan ketemu akhir minggu ini untuk membahas hal itu. Sekarang kalian silahkan keluar. Terima kasih atas pengertiannya” ucap caca. Arion dan Rafael akhirnya keluar karena caca memaksanya terus menerus.