
pagi hari tiba.....
bima terbangun dahulu dari tidur nya saat cahaya matahari mengenai wajah nya
bima terbangun dan melihat madeline yang masih berada di dalam dekapan nya
tetapi ada yang aneh. yang aneh adalah tubuh madeline panas dan ia gemetaran
bima yang merasakan tubuh madeline panas langsung menjadi panik. ia keluar dari kamar dan menuju dapur sambil berlari
"bik...bik...." kata bima sambil berlari tergesa gesa
pelayan rumah yang mendengar suara bima langsung menuju ke arah bima
"ada apa den?" tanya pelayan rumah bima tersebut
"bik tolong siapin air dingin di dalam baskom, sama sapu tangan handuk" kata bima panik
"baik den, emang untuk apa kalau boleh tau?" tanya pelayan rumah tersebut
"madeline panas bik, tolong ya" kata bima masih panik
"baik den" kata bibi setelah mendengar penjelasan bima
mama bima yang baru keluar dari kamar dan melihat putra nya ada di dapur langsung menghampiri nya
__ADS_1
"loh nak, kamu baru bangun masih ileran langsung turun gak ke kamar mandi dulu? sana ke kamar mandi dulu" kata mama bima menegur putra nya
"iya ma, tapi ini gawat" kata bima panik
"gawat kenapa nak?" tanya mama bima yang khawatir terjadi apa apa pada anak dan menantu nya
"badan madeline panas ma" kata bima
"bik cepetan bawa kompresan" kata mama bima seketika yang ikut panik
"ini bu,den sudah selesai" kata pelayan rumah tetsebut sambil memberikan baskom berisi air dan sapu tangan handuk kepada bima
setelah bima menerima nya ia langsung menaiki tangga
sesampai nya di kamar.....
bima memeras nya dan menaruh nya di dahi madeline sampai madeline terbangun karena terkejut
"bim kenapa?" tanya madeline yang lemas karena sakit
"kamu sakit sayang" kata bima dengan suara lembut
"makasih ya,sa... sayang" kata madeline mengucap kan kata sayang untuk bima dengan pipi merah karena malu
bima senang mendengar madeline memanggil nya dengan sebutan sayang
__ADS_1
"iya sama sama sayang" kata bima mengecup lembut kening madeline
bima mengambil kompresan di dahi madeline dan membasahi handuk tersebut, tidak lupa ia peras dan menaruh nya kembali di dahi madeline
"kamu gak ke sekolah?" tanya madeline yang melihat jam dan jam menunjukkan pukul setangah 7 sedangkan sekolah masuk pukul 7 pagi
"enggak, aku gak mau sekolah. aku mau nya nemenin kamu aja" kata bima sambil tersenyum
"enggak papa kok kalau kamu mau sekolah. aku udah enakan dan juga nanti anak anak pada curiga soalnya aku sama kamu gak masuk nya barengan" kata madeline manjelaskan
"dengerin ya sayang, bima itu gak pernah ada nama nya takut" kata bima
"mereka mau curiga kek mau apa kek aku gak akan pernah takut. apalagi aku gak masuk soalnya jagain istri aku" kata bima lagi sambil tersenyum dan menatap mata madeline dalam
madeline yang mendengar kata kata bima menjadi seperti terbang ke atas karena senang bima mau merawat nya yang sedang sakit
"tapi kamu jangan sering nolongin aku ya kalau di sekolah nanti anak anak curiga" kata madeline
"sayang, tugas suami itu melindungi istri nya. kalau masalah anak anak curiga aku gak peduli dan kalau mereka berani ngomongin atau buat yang macem macem sama kamu. jangan harap mereka bisa selamat dari kemarahan seorang bima" kata bima
madeline tersenyum senang mendengar kata kata suami nya
madeline tiba tiba mendapatkan keberanian dan...
"cup" madeline mencium bibir bima yang berada di depan nya
__ADS_1
pipi madeline dan bima sama sama merah