
"udah lah ini udah berlalu jadi lupakan aja. sekarang kita ke kelas yuk bentar lagi bell nih" ajak aldo sambil menyudahi obrolan mereka
"yaudah ayo" ajak dimas
dimas dan aldo menuju ke kelas mereka dan mengikuti pelajaran kembali dan nanti pulang sekolah bersiap siap untuk mempersiapkan baju pernikahan aldo dan sherly besok
pulang sekolah tiba, sekarang ada sherly, aldo, dimas dan supir di dalam mobil mereka persiapan untuk menjemput bima dan madeline di rumah keluarga bima
sherly yang sudah tau jika aldo mau menerimanya dengan baik, berencana akan baikan dengan madeline dan mulai berbicara lagi dengan madeline.
setelah menempu perjalanan kurang lebih 15 menit akhirnya mereka sudah tiba di kediaman keluarga bima. di sana terlihat madeline dan bima sudah menunggu di pintu depan sambil melambaikan tangan
bima dan madeline duduk di kursi belakang di mana sudah ada sherly dan aldo. beruntung badan madeline dan sherly kurus sehingga meskipun duduk ber 4 akan tetap cukup sedangkan bima duduk di kursi depan sebelah supir
saat madeline masuk mobil dia duduk di dekat pintu sedangkan bima di tengah tengah dengan sherly , aldo juga ada di dekat jendela. karena ingin berbicara dengan madeline jadi sherly nampak kesusahan. sherly mencoel lengan aldo dan mendekatkan mulutnya ke telinga aldo dan berbisik
"do, aku canggung mau ngomong sama bima kalau dia suruh pindah duduk deket jendela. soalnya aku mau ngomong dan baikan sama madeline" kata sherly berbisik
"terus kenapa? kamu mau aku omongin itu ke bima?" tanya aldo juga berbisik
"iya, aku minta tolong ya" kata sherly berbisik dengan wajah memelas
"iya bentar ya" kata aldo
__ADS_1
aldo men chatt bima
chatt....
"bim" aldo
"apaan do?" bima
"calon istri gue katanya mau ngomong sama istri lo dan mau baikan. bisa gak lo pindah tempat duduk deket jendela aja. gua juga gak nyaman lo duduk deket sherly" aldo
"lo emang udah tau semuanya?" bima
"iya iya gue pindah, gak usah cemburuan juga kali" bima
"iya iya bawel, kek cewek aja" bima
setelah bima mengatakan itu, mereka mengakhiri chatt tersebut
"sayang, aku pindah deket jendela ya. aku gak nyaman, masa aku duduk di tengah sama sherly? nanti ada yang marah marah sayang" kata bima
benar apa yang di katakan bima. aldo pasti marah jika sherly di dekati laki laki lain apalagi tadi aldo sudah mengakui perasaan nya kepada sherly saat mereka sedang berkomunikasi melalui telepon
"oke deh" kata madeline
__ADS_1
akhirnya mereka pindah tempat duduk dan sekarang yang berada di tengah adalah sherly dan madeline
ingin membuka percakapan, sherly pun merasa canggung. melihat leher madeline memerah sherly sudah tau apa asalnya tanda merah tersebut dan di dalam kepala sherly. dia sudah memiliki rencana
sherly mencoel lengan madeline membuat madeline terkejut dan menoleh ke sherly
sherly tersenyum manis ke arah madeline
"lo habis ngapain tadi malem sama bima? merah banget tuh leher" kata sherly berbisik sambil cekikikan melihat wajah madeline memerah malu.
madeline segera memegang leher nya saking malunya
"lo ya" kata madeline berbisik geram kepada sherly
"hehehe maafin gue ya selama ini udah buat lo kebebani, nuduh lo padahal gak semuanya salah lo. lo mau gak temenan lagi sama gue?" tanya sherly dengan bibir bergetar menahan tangis
mendengar permintaan maaf sherly yang tulus. dengan segera air mata madeline turun
"gue mau" kata madeline
melihat madeline yang mennagis, tanpa sherly sadari dia juga ikut meneteskan air mata dan sesegera mungkin memeluk sahabatnya yang sangat ia rindukan yaitu madeline
menangis bersama dengan penuh haru
__ADS_1