
saat pelajaran di kelas bima fokus ke pelajaran dan tidak menyadari jika dimas dan aldo menatap heran kepadanya
"kring" bunyi bel yang menandakan usai nya sekolah
bima merapikan buku bukunya dengan diam dan membawa ransel nya di punggung bima keluar dari kelas nya tanpa menghiraukan dimas yang sedang bicara.ia tidak langsung keluar, sebelum pulang bima ke kamar mandi tetlebih dahulu baru keluar untuk pulang
saat di mobil ia tidak melihat madeline
"pak madeline di mana?" tanya bima kepada supir yang menjemput nya
"non madeline belum keluar den" kata supir
bima melihat ke arah jam di pergelangan tangan nya, bima mengkerutkan kening nya karena ini sudah 30 menit berlalu dari bel pulang tadi tetapi madeline belum keluar juga
bima yang khawatir bergegas masuk kembali ke dalam sekolah
"pak, bapak tunggu sini dulu ya biar saya cari madeline di dalam" kata bima
"baik den" kata pak supir
bima mencari ke setiap ruangan yang ada di sekolah, ia tetap tidak menemukan madeline
bima memutuskan untuk ke aula, akhirnya ia menemukan madeline ada di sana tetapi ia terkejut melihat ada dimas dan aldo yang juga ada di sana
karena penasaran bima masuk ke dalam aula dan bersembunyi di balik salon besar
"DENGERIN kata kata gue ini, jangan pernah deketin bima sahabat gue lo" kata dimas dengan penekanan
__ADS_1
"LO ITU CUMAN WANITA PENGGODA YANG GAK TAU MALU" kata bima menatap tajam ke arah madeline
"plak" tamparan dimas untuk madeline
"itu pembalasan karena tadi sahabat gue udah nampar gue cuman karena bela wanita penghibur kayak elo" kata dimas menatap tajam madeline
bagaimana dengan madeline?
madeline sudah menangis sambil menunduk dan memegangi pipi nya yang telah di tampar dimas
"cam kan kata kata dimas tadi" kata aldo
mereka berdua meninggalkan madeline dan keluar dari aula
tapi belum sampai mereka keluar dari aula tangan dimas dan aldo di tarik oleh bima
"Bruk... Plak..." suara bima menukul dan menampar aldo
"bim..bim..bima" kata dimas gemetar ketakutan yang di mana aldo juga gemetar ketakutan
bima menatap aldo dan dimas dengan tatapan membunuh nya
"KENAPA KALIAN NAMPAR CEWEK HAH?!!!! PINGIN BALAS DENDAM SOALNYA GUE NAMPAR KALIAN?!!! BALAS KE GUE JANGAN KE MADELINE, MADELINE GAK TAU APA AAP!!!!!" teriak bima emosi
sumpah demi tuhan ia tidak menyangka bahwa sahabat nya yaitu dimas dan aldo bisa menampar perempuan seperti itu, dan salah nya lagi yang mereka tampar adalah istri sah bima yaitu madeline
melihat pipi kanan madeline yang memerah dan madeline manangis membuat hati bima sakit
__ADS_1
"bim, lo kenapa sih?" tanya dimas heran
"PERGI KALIAN BERDUA DARI HADAPAN GUE SEKARANG!!!!!!" teriak bima dengan amarah yang memuncak
dimas dan aldo yang ketakutan langsung berlari meninggalkan aula
madeline yang melihat pembelaan bima untuk nya merasa tertegun, dan berjanji akan nurut atas semua perkataan bima
"ayo pulang" kata bima lembut sambil menggemgam tangan madeline
"makasih" kata madeline sambil sesegukan
bima langsung menarik madeline ke dalam dekapan nya
"iya sama sama, dan ini udah kewajiban aku sebagai suami kamu buat ngelindungi kamu" kata bima membuat pipi madeline memerah
bima melepaskan dekapan nya
"sini ransel nya aku aja yang bawa" kata bima
"enggak usah aku aja" kata madeline
"nurut sama kata kata aku atau kamu aku gendong juga" kata bima
pipi madeline sudah memerah seperti tomat
madeline menyerahkan tas nya pada bima dan berjalan keluar dari aula yang di ikuti bima di belakang nya
__ADS_1