
pukul 7 pun telah tiba sekarang yang ada di restauran baru keluarga nomer 1 yaitu keluarga bima, nomer 2 keluarga madeline dan nomer 4 keluarga aldo sedangkan keluarga sherly dan dimas sedang dalam perjalanan
di dalam perjalanan sherly tidak berbicara apa apa kepada orang tuanya dan hanya menatap lurus terus menerus dengan pandangan kosong. mama sherly khawatir dengan putri nya tapi tidak dengan papa sherly
akhirnya setelah menempu perjalanan keluarga sherly tiba di restaurant. sherly turun dan menatap jalan dengan pandangan kosong tapi masih dalam keadaan sadar. mata sherly membengkak dan memerah karena kelamaan menangis dan juga wajag nya yang agak pucat
keluarga sherly bergabung dengan keluarga lainnya
semua orang memperhatikan sherly begitu juga dengan aldo yang melihat bagaimana kondisi sherly saat ini
"sher, lo gak papa?" tanya madeline yang mendekat ke arah sherly
madeline snagat cantik dengan gaun di aats lutut berwarna maroon dan hiasan rambut brrwarna silver yang ada di rambutnya. begitu juga dengan sherly yang terlihat cantik dengan gaun berwarna navy yang sama sama di atas lutut
sedangkan bima dan aldo? sudah tampan dengan jas dan kemeja mereka
madeline memegang lengan sherly yang langsung di tepis kasar oleh sherly.
madeline makin merasa bersalah kepada sahabat nya tersebut
"hei!!! kenapa kau menepis tangan istri ku sekasar itu hah?!'' kata bima tidak terima
mendengar teriakan bima, sherly langsung menatap bima dengan panjangan tajam ingim membunuh tapi tidak bersuara apa apa
wajah bima memucat saat melihat pandangan tajam mengerikan yang di tunjukkan oleh sherly
aldo terus bertanya tanya mengapa sherly menatap bima dan madeline selalu dengan pandangan tajam akhir akhir ini
setelah puas menatap bima dengan tajam sherly langsung kembali menatap lurus dengan pandnagan kosong
orang tua mereka hanya dapat memperhatikan. mama sherly kaget saat melihat pandangan tajam dari anaknya tersebut yang sangat menghawatirkan
mama sherly berdiri dan akan menuju ke tempat duduk sherly
"nak, apa mama dan papa terlalu menekanmu?'' tanya mama sherly
sherly hanya menggelengkan kepala nya lalu berkata
__ADS_1
"mama dan papa sama sekali tidak bersalah. tapi orang yang membuat kesalahan harus nya menerima akibat nya bukan duduk santai" kata sherly tetap dengan pandnagan kosong
madeline dan bima masih memucat apalagi saat mendengar kata kata sherly membuat mereka tambah memucat
"apa maksud mu nak?" tanya mama sherly
"jangan melemparkan kesalahan mu kepada orang lain" kata papa sherly dengan suara yang sudah di naikkan
"terserah mama dan papa mau percaya atau tidak tapi suatu saat nanti mama dan papa akan tau kebenaran" kata sherly sambil menatap mama papa nya bergiliran dan kembali menatap lurus kedepan dengan pandnagan kosong
hati bima dan madeline merasa sangat sangat bersalah, ingin meminta maaf tapi radnaya lidah mereka keluh untuk berbicara
"permisi maaf jika kami telat" kata papa dimas yang baru saja datang dengan mama dimas dan dimas
dimas bergabung duduk di antara bima dan aldo
"oke sekarang kita membicarakan dulu trntang keluarga nomer 6 dan lalu membicarakan masalah keluarga nomer 3 dan 4" kata papa bima
"saya tidak terima saat anak saya di pukuli oleh seperti itu, apalagi sampai berbaring di UKS lebih dari 3 jam" kata papa dimad
papa bima mengangguki ucapan papa dimas
"anak keluarag mereka sudah berani mempermalukan anak ku di depan umum dan aku ingin sekali membuat keluarga nomer 6 juga merasakan bagaimana rasanya malu" kata papa madeline
"oke, papa sherly?" tanya papa bima
"dia berani sekali menggores tangan anak ku dan membuat kepala anak ku sampai membiru maka aku tidak akan menerima nya" kata papa sherly yang sempat melihat warna kebiruan di dahi anak nya dan tangan sherly yang berdarah
"papa aldo?" tanya papa bima
"jika sudah memutuskan keputusan maka keluarga saya akan membantu" kata papa aldo
"oke kalau dari saya sendiri, tentu saja saya tidak terima karrna anak keluarga nya berani melukai menantu saya. oleh karena itu. bagaimana kalau kita membangkrutkan keluarga nomer 6 bersama sama?" kata papa bima
"aku setuju karena itu bisa untuk membayar rasa malu dari anak ku" kata papa sherly
"aku ikut saja" kata papa aldo
__ADS_1
"aku setuju karena berani beraninya mereka berani melukai anak ku" kata papa dimas
"aku juga setuju" kata papa sherly
"oke rencana nya adalah kita membangkrutkan mereka tidak langsung tapi perlahan lahan tapi pasti agar mereka merasakan kesakitan, rasa malu, dan radanya dihina" kata papa bima yang di setujui oleh kepala keluarga dari keluarga nomer 2 sampai keluarga nomer 5
"oke sekarang pindah bagaimana penyelesaian untuk masalah keluarga nomer 3 dan 4" kata papa bima
"oke aku sudah membuat keputusan jika keluarga nomer 3 akan menjadi besan ku. apa keluarga nomer 3 setuju?" tanya papa aldo
"aku setuju apalagi ini untuk reputasi keluarga kita" kata papa sherly
madeline langsung berdiri dari duduk nya dan menatap seluruh kepala keluarga
"boleh kah madeline bertanya?" kata madeline
"silahkan nak" kata papa bima
"apakah reputasi lebih penting daripada anak? mengapa setiap orang tua yang memiliki kekayaan dan reputasi tinggi lebih memilih reputasi nya dari pada anak nya sendiri?" tanya madeline
semua orang di sana tertegun akan pertanyaan madeline
sherly hanya menatap madeline sekilas lalu kembali ke pandangan kosong nya
"reputasi bagi orang orang terkemuka itu sangat penting nak, dengan melakukan hal ini maka reputasi dari 2 krluarga akan tetap baik. pernikahan dini belum tentu akan berakhir buruk. buktinya kau dan bima yang akhir nya bahagia" kata papa bima
madeline tidak bisa berkata apa apa lagi dan duduk kembali ke kursinya
sherly sudah tau pasti jawaban nya tak lain adalah pernikahan dini.
sherly berdiri dari duduk nya dan mendekat ke antara telinga madeline dan bima
"bukan kah ini yang kalian ingin kan? apa kalian tidak mau menikah dini sendirian oleh karena itu mengajak aku dan aldo untim ikut? aku menganggap kalian sebagai saudara ku apa ini balasan kalian kepada ku" bisik sherly di antara telinga bima dan madeline
dimas bisa sedikit mendengar kata kata sherly tapi tidak dengan aldo yang tidak bisa mendengar apa apa
madeline menitikkan air mata
__ADS_1
semua keluarga bingung apa sebenarnya yang di bisikkan sherly mengapa bisa membuat madeline menitikkan air mata dan bima membendung air mata nya.
sherly kembali ke tempat duduk bya yaitu di sebelah aldo dan menatap lurus kembali dengan pandnagan kosong