
"bisa terangkan pak apa yg di lakukan putri saya dan anak laki laki ini?" tanya bu mei khawatir dengan anaknya
"iya pak apa yg di lakukan anak saya pak?" tanya bu rini tidak kalah khawatir
"seperti ini ibu ibu sekalian, jadi anak kalian berdua terciduk sedang berduaan di dalam kamar mandi" kata kepala sekolah tersebut
terbelalak lah mata kedua ibu tersebut
"saya gak percaya pak, karena saya yakin putri saya adalah anak yg polos" kata bu mei tidak yakin akan kelakuan putri nya
"saya yakin pasti yg memulai dulu anak laki laki ini pak" kata bu mei curiga
"eh, enak aja nuduh anak org sembarangan. tanya dulu kejelasan dari mereka" kata bu rini yg tidak mau anaknya di salahkan
"kalian berdua silahkan menerangkan" kata kepala sekolah mempersilahkan sherly dan bima untuk menerangkan
__ADS_1
"tadi saya tidak sengaja masuk kamar mandi" kata bima menerangkan seadanya
"menurut saya lebih baik mereka di nikahkan saja karena jika tidak di nikahkan mereka akan merusak reputasi keluarga kalian masing masing dan video akan kejadian ini telah menyebar luas" kata pak kepala sekolah
madeline dan bima yg mendengarnya langsung ingin marah tetapi mereka tahan karena sadar ini masih ada di dalam lingkungan sekolah
"ada benar nya juga sih" kata mama bima
"enggak terima saya, kamu dengar sendiri kan putra mu yg bilang dia salah masuk kamar mandi artinya yg salah kan putramu. masa iya karena kesalahan putra mu anak ku juga harus menerima akibatnya" kata bu mei tidak terima karena akan merusak masa depan putri nya madeline
"ada betulnya juga sih, yaudah kita nikahkan aja mereka agar reputasi keluarga kita tidak rusak" kata bu mei menyetujui usul bu rini
yg di mana ini sangat menusuk hati sherly
ibunya dan ibu bima lebih mementingkan reputasi keluarga mereka masing masing dari pada masa depan anak anak mereka
__ADS_1
"yaudah kita tentuin aja tanggal pernikahannya. besok kita makan malak keluarga saja bagaimana? biar bisa membicarana tanggal pernikahannya"kata bu mei memberi usulan
"ok kalau gitu aku setuju" kata bu rini menyetujui usulan bu mei yg ia anggap benar
"ok paka kepala sekolah kalau begitu saya org tua madeline dan madeline pamit dahulu jika mereka akan di nikah kan saya akan membagi undangan pada bapak untuk menjadi saksi ijab kabul mereka"
"baik bu saya akan datang untuk menjadi saksi" kata pak kepala sekolah tersebut
madeline dan mama nya pergi keluar kantor kepala sekolah dan menuju parkiran untuk pulang ke rumah keluarga mereka
"baik kalau begitu saya dan anak saya bima pamit terlebih dahulu jug karena masih memiliki banyak perekrjaan" kata bu rini
"baik bu hati hati di jalan" jawab pak kepala sekolah yg di angguki bu rini
bu rini dan bima pergi keluar ruangan kelapa sekolah dan berjalan ke arah parkiran untuk pulang juga
__ADS_1
pak kepala sekolah yg ada di dalam ruang an nya hanya bisa menghembuskan nafas kasar karena tidak mengira jika bima bisa salah masuk kamar mandi di mana madeline sedang mengganti pakaian