
Aurel berpaling namun ia tak melihat siapa pun yang memanggilnya. Aurel pun langsung melanjutkan perjalanan nya.
Aurel pergi ke kantor Nara, tapi Nara tidak berada di kantor dari kemarin. Aurel ke rumah Nara dan Nara juga tidak ada di sana. Aurel pergi ke rumah Aera, dan terakhir Aurel mengunjungi makam ibu Nara. Benar saja Nara sedang duduk di depan makam ibunya.
Aurel memanggil Nara dan langsung memeluknya, tapi Nara hanya mematung dan tidak membalas pelukan Aurel.
"Aku merindukanmu, kau juga kan?" Aurel bertanya kepada Nara tanpa sadar air matanya menetes. Nara yang juga menangis langsung menyeka air matanya.
"Emm" jawab Nara singkat.
Malam harinya, Nara membawa Aurel untuk menginap di hotel. Saat di kamar, Aurel hanya duduk di sofa sambil menonton tv. Nara keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk yang menutupi paha nya. Aurel melihat itu langsung menelan ludah.
"Malam ini akan jadi milik kita," bisik Nara di telinga Aurel.
Nara membuka sisa kain yang membalut tubuhnya dan membuat Aurel berkeringat.
Nara mendekati Aurel dan membaringkan tubuh Aurel di sofa. Aurel yang menyadari bahwa Nara akan bermain dengannya pun menutupi tubuhnya menggunakan tangan.
"Hahaha, kau ini kenapa? Bukankah kita sudah pernah melakukannya?" kata Nara tertawa sambil membuka tangan dan baju Aurel perlahan.
"Sekarang aku akan selalu jadi milikmu kan?" sambung Aurel dengan mendekatkan wajahnya ke Nara dan menatapnya.
"Tentu saja, tempat mu ya disini," Nara tersenyum kepada Aurel.
__ADS_1
Aurel tersenyum dan langsung melahap junior Nara. Nara tersenyum sinis melihat Aurel melakukan itu. Setelah Aurel selesai, ia duduk menghadap ke luar jendela bersama Nara.
"Kau meninggalkannya?" tanya Aurel yang memecah keheningan malam.
"Untuk apa dipertahankan," Nara menjawab pertanyaan Aurel kemudian berdiri dan mendudukkan Aurel di atas nya sambil memasukkan kembali junior nya ke dalam milik Aurel.
Nara memakai kan kacamata hitam ke Aurel dan memulai aksinya.
Nara sangat cepat sehingga Aurel seakan tidak punya waktu untuk bernapas. Nara kemudian menggendong Aurel dan merebahkan nya di atas ranjang.
Keesokan harinya, Aera, Steven dan seluruh keluarga bersiap pergi ke rumah sakit untuk bersalin. Nara mengetahui hal itu, tapi ia menolak datang dan mengatakan bahwa ia sedang sangat sibuk sekarang.
"Keponakan mu akan lahir, kau tidak ingin melihatnya?" tanya Aurel.
"Untuk apa melihat yang belum ada, lagipula disini ada kau," jawab Nara langsung menggendong Aurel ke kamar mandi. Di kamar mandi, Nara mengulangi hal yang sama seperti semalam. Setelah sekitar 1,5 jam akhirnya mereka keluar dari kamar mandi.
"Tunggu, jangan tinggalkan aku," Stevan berteriak kecil dengan suara imut.
"Lihat siapa yang datang," kata orang orang.
"Hei, siapa namanya, kau belum memberitahu kami," tanya Ray menghampiri Stevan.
"Namanya Fide Albert Mahendra, panggil di saja Fide," ujar Vania sambil tersenyum dan menggendong putranya.
__ADS_1
"Lihat saja, setelah ini aku tidak akan kalah darimu," ujar Steven sambil tertawa dan membawa Aera masuk ke dalam ruang operasi. Semua orang memberikan semangat kepada Aera dan mengucap syukur atas lahir nya keturunan baru di keluarga.
Kemudian seorang pria berpakaian serba hitam, datang menghampiri semua orang disana. Ia memberikan kado dan ucapan selamat kepada Vania untuk kelahiran anaknya. Setelah tangan Vania menerima kado tersebut, orang itu langsung pergi tanpa mengatakan apapun.
Kembali ke Nara. Setelah keluar dari kamar mandi, Nara dan Aurel melanjutkan apa yang mereka lakukan.
"Aku selalu siap melayani mu," kata Aurel sambil duduk di pangkuan Nara dan memeluknya.
Mendengar itu Nara semakin liar dan terus bermain dengan Aurel sampai hari menjelang siang. Mereka tidak keluar kamar hotel seharian penuh dari kemarin. Nara tidak pergi ke kantor walaupun sekretaris nya selalu menelpon Nara, bahkan Nara mengheningkan ponselnya.
Saat sedang bermain, tiba tiba ada pesan masuk dari ponsel Aurel namun mengabaikannya.
Di tempat lain, orang yang mengirimi Aurel pesan tak lain adalah pria yang berpakaian serba hitam yang selalu bertemu dengannya dan juga sempat menemui Vania.
Aurel tidak melihat pesan itu dan terus bermain dengan Nara, sampai Nara mengeluarkannya di dalam milik Aurel.
Aurel yang merasakan itu langsung melepaskan dirinya dari Nara.
"Kau tidak berpikir ya? Bagaimana jika aku sampai hamil, apa kata orang," teriak Aurel.
"Kau tenang saja, aku akan menikahi mu," jawab Nara lalu menarik tangan Aurel dan meneruskan permainannya.
Pria yang mengirimi Aurel pesan itu pun mengunjungi kafe milik ayahnya Aurel. Pria tersebut nampak sangat dekat dengan ayah dan ibu Aurel. Namun tidak ada yang tau, siapa pria itu.
__ADS_1
Di sisi lain, Aera berhasil melahirkan anak pertamanya dengan selamat dan sehat. Ia memberi nama putrinya itu Anna Mahendra.
BERSAMBUNG...