
Nara, Fanny, dan Zayn berkumpul di dalam mobil Nara. Mereka mengamati Aurel dari kejauhan.
*****
"Kenapa aku seperti mengenalnya, kenapa aku merasa terikat dengan dia, apa yang terjadi di masa lalu? Apa yang tidak aku ingat? apa yang aku lupakan?" batin Zayn sambil memegangi kepalanya yang terasa pusing.
"Aaaah, aaaw kepalaku," Zayn berteriak membuat Nara dan Fanny terkejut.
"Kau baik baik saja?" tanya Nara merasa kebingungan.
"Heii apa terjadi lagi? Kepalamu sakit lagi ya? Kau bawa obat atau tidak? Apa yang membuat kepalamu jadi seperti ini?" tanya Fanny yang seolah tau apa yang terjadi kepada Zayn.
"Aku seperti mengingat dia, apa aku pernah bertemu dengan dia sebelumnya?" tanya Zayn yang masih tidak mengingat Aurel.
"Wanita itu benar benar... Nara kau harus cepat membuatnya menderita, dia sudah melukai ku dan Zayn," kata Fanny sembari keluar mobil bersama Zayn dan meninggalkan Nara di mobil sendiri.
"Heiii tunggu, siapa yang akan membawa mobilku nanti?" tanya Zayn.
"Tinggalkan saja disini aku akan meminta asistenku mengantarkan mobilnya kerumahmu," kata Fanny sambil berjalan bersama Zayn meninggalkan Nara.
*****
"Cantik sekali dia, aku jadi tidak tega untuk melukainya, aku bahkan tidak bisa menjamin apakah aku bisa hanya berpura pura mencintai dia... ahh apa yang aku pikirkan, aku harus menjalankan rencana ku, aku tidak boleh terpengaruh," batin Nara saat melihat kecantikan Aurel dari dalam mobil.
Nara keluar dari mobil dan mulai mendekati Aurel. Aurel hanya diam, dia tidak merasakan apapun yang aneh dan hanya fokus pada headset di telinganya. Nara duduk disebelah Aurel dan sengaja menjatuhkan sapu tangannya disamping Aurel.
"Ohh maaf ini terjatuh tiba tiba," kata Nara waktu mengambil sapu tangannya.
*****
"Dasar pria aneh, mana mungkin sapu tangan bisa jatuh sendiri tanpa dijatuhkan, memangnya aku buta sampai tidak melihat kau sengaja menjatuhkannya," batin Aurel yang melirik ke Nara saat mengambil sapu tangan.
Aurel tetap masa bodoh dengan Nara. Sampai saat bus datang Aurel pun naik dan meninggalkan Nara. Nara yang melihatnya langsung ikut masuk ke dalam bus. Saat di dalam bus ada pria aneh yang bersikap mesum kepada Aurel dan Nara pun langsung menyeretnya keluar dari bus.
__ADS_1
Flashback On
***
"Kau tunggu dan amati saja kami dari jauh, lalu kau pergi dan naik bus duluan, saat aku dan Aurel naik kau bisa langsung menggodanya dan aku akan membuat Aurel terkesan dengan mengusirmu," kata Nara kepada orang suruhannya.
"Siap bos, akan aku lakukan, tapi ingat jangan memukulku keras keras," kata orang suruhan Nara.
"Iya iya tidak akan ku pukul, aku hanya akan menyeretmu keluar bus," jawab Nara.
Flashback Off
"Bos, ini tidak berjalan lancar," pesan yang dikirimkan orang suruhan Nara kepadanya.
*****
"Dasar bodoh, dia pikir aku tidak tau ini rencananya," batin Aurel dengan sangat kesal lalu turun dari bus.
*****
Nara lalu mengambil ponsel nya dan menelpon orang suruhannya.
****
"Haloo, ikuti dia, tapi jangan sampai dia tahu," kata Nara.
Disisi lain, Fanny sedang berdua dengan Zayn di villa milik Zayn. Fanny kembali mengingat masa lalu yang membuat Zayn terus terusan sakit kepala dan sulit mengingat momen tertentu.
Flashback On
***
"Kita mau kemana pa?" tanya Zayn kepada Nando.
__ADS_1
"Kita akan pergi mengunjungi rumah sakit baru milik nenek dan kakek Nara," jawab Nando.
"Tapi Nara ga pernah cerita soal RS baru itu kepada kami," sambung Fanny.
"Iya Nara tidak pernah cerita apapun," jawab Zayn.
"Dasar bodoh kalian, Nara ingin membuat kalian terkejut, Nara akan menyanyi nanti, tante saja sengaja tidak memberitahu Nara kalau mengajak kalian," kata Gita.
"Mama tau ini semua tapi tidak cerita pada kami? wahh mama curang..." kata Zayn dengan rasa kesal kepadanya mamanya.
"Hahaha.... mau bagaimana lagi," jawaban Gita tertawa membalas kata kata putranya.
Saat sedang asik di jalan sambil bercanda tiba tiba ada seorang gadis muncul di depan mereka. Seisi mobil terkejut karena Nando menabrak gadis tersebut. Saat ingin berhenti, mobil justru tidak terkendali karena jalanan licin oleh hujan dan langsung menabrak pohon.
Gita berlumuran darah di kepalanya, dan Zayn pingsan karena syok. Nando mencoba membangunkan istrinya tapi sudah terlambat. Istrinya sudah meninggal. Fanny yang melihat itu semua pun menangis tidak percaya.
Fanny pun turun dari mobil dan melihat kondisi gadis yang tertabrak tadi, gadis itu meminta pertolongan tapi Fanny langsung kembali kedalam mobil.
Nando yang lupa bahwa ia menabrak gadis langsung meninggalkan tempat itu. Perasaan Fanny hancur karena melihat Zayn kehilangan seseorang yang paling berharga sepeti dirinya dulu waktu ditinggal ayahnya.
Fanny pun bersumpah dalam dirinya bahwa akan membalas dan mencari gadis itu sampai ketemu.
Flashback Off
"Apa yang kau pikirkan?" tanya Zayn.
"Tidak ada," kata Fanny.
"Aku merindukan mama, aku rindu mama, andai mama masih bersamaku," kata Zayn sambil menangis dan memeluk Fanny.
Fanny pun ikut memeluk Zayn dan tanpa sadar ia juga meneteskan air matanya.
BERSAMBUNG....
__ADS_1