Menikahi Cinta Pertamaku

Menikahi Cinta Pertamaku
Lamaran


__ADS_3

Nara pergi meninggalkan Aurel di hotel dan bergegas menuju rumah sakit untuk menemui adik dan keponakannya. Saat Nara akan menuju ke ruangan Aera, tiba tiba tubuhnya tidak sengaja bertabrakan dengan orang yang berpakaian hitam. Nara yang terkejut pun langsung meminta maaf dan tanpa sengaja melihat wajah pria itu. Mata mereka bertemu, batin Nara terus berpikir bahwa dia mengenali pria yang ditabraknya tapi ia tidak mengingat nya.


••••


Setelah dari rumah sakit, Nara pergi ke kantor nya untuk mempersiapkan perjalanan bisnis ke luar negeri. Setelah semua pekerjaan di kantor dan persiapannya selesai Nara langsung pulang kerumah untuk berkemas.


"Kapan kakak kembali?" Aera bertanya sambil membantu Nara mengemasi barang barangnya.


"Tidak lama, hanya seminggu."


"Bawakan banyak hadiah untuk anakku dan kita semua ya, lagi pula banyak yang bisa dibawa pulang dari Australia kan," Aera memberikan Anna pada Nara dan mengemasi semua barang Nara.


"Bukan Australia tapi Austria" ucap Nara dingin dan mengembalikan Anna pada Aera.


"Ah namanya hampir sama, pokoknya jangan lupa saja ya, kalau sampai lupa," Aera menggantungkan kalimat nya dan memberikan isyarat pada Nara bahwa ia akan memenggal kepala Nara.


"Ya ya baiklah, kau ini cerewet sekali. Hari ini aku akan menginap di hotel, lebih baik kau menginap dirumah ku selama aku pergi biarkan para pelayan menjaga rumah mu" Nara membawa kopernya dan pergi meninggalkan Aera.


"Paman akan bawakan kau banyak mainan, kamarmu akan penuh nanti sayang," kata Aera pada anaknya dan kemudian disusul Steven.


~•••~


Nara tiba di hotel dan masuk kedalam kamarnya. Saat tiba di kamarnya, ia mendapati Aurel banyak minum anggur dengan mengenakan kain untuk menutupi tubuhnya dan sedang berbaring di sofa.

__ADS_1


"*A*ku tidak akan menyia-nyiakan malam ini, karena setelah ini aku akan merindukannya," batin Nara. Ia pun langsung menghampiri Aurel dan duduk di sebelahnya. Sekarang posisi nya Aurel berbaring di kaki Nara.


"Aku akan pergi, ayo kita lakukan karena setelah ini tubuhku akan merindukan aroma mu," Nara berbisik di telinga Aurel. Aurel yang mendengarnya merasa geli dan bangun dari rebahan nya.


"Baik, ayo kita lakukan."


Malam mereka berubah menjadi malam yang panas untuk kesekian kalinya. Nara benar benar memuaskan dirinya karena dia akan berpuasa selama di Austria. Setelah lelah bermain selama hampir sepanjang malam, mereka pun tertidur.


Keesokan nya Nara bangun pagi sekali dan bersiap siap untuk pergi karena penerbangannya pagi. Nara bahkan tidak membangunkan Aurel. Ia hanya menuliskan surat, mencium kening Aurel dan meninggalkan nya.


Saat Aurel terbangun tiba tiba ia merasa mual. Ia pun langsung pergi ke kamar mandi dan mual itu tidak kunjung hilang. Setelah Aurel mandi, ia mendapati surat di meja dan membacanya. Lagi lagi saat membaca surat dari Nara, dirinya merasa mual lagi. Pikirannya negatif berkecamuk dalam kepalanya. Aurel takut bahwa dirinya hamil.


Lalu Aurel bergegas meninggalkan hotel dan mengunjungi Aera di rumahnya tapi Aera tidak ada karena ia sedang berada di rumah Nara. Aurel tidak berani pergi ke dokter sendirian, karena itu dia mencari Aera kemana mana. Aurel sempat berpikir mungkin ia hanya kelelahan tapi mual kali ini berbeda dengan mual biasanya. Ia pun menelpon Aera dan memintanya untuk mengantarkan Aurel ke dokter.


Di perjalanan pulang, Aera meminta Aurel untuk tinggal bersamanya. Aurel menyetujui nya dan mereka pun kembali ke hotel untuk mengemasi barang barang Aurel.


"Aku tinggal di rumah kakak selama dia di luar negeri, kakak ingin tinggal bersamaku dirumah Kak Nara atau kita pindah saja ke rumahku? Biar nanti Steven yang di rumah Kak Nara, bagaimana?" Aera memecah lamunan Aurel dan Aurel yang terkejut pun hanya bisa mengangguk.


"Terserah kau saja" jawabnya sangat simpel dan jelas.


Setelah sampai di rumah Aera, Aurel langsung menelpon Nara dan mengabari tentang kehamilannya. Nara yang mendengar bahwa Aurel hamil sangat girang dan kembali ke pekerjaan nya yang sangat buru buru ia selesaikan.


~•••~

__ADS_1


5 hari kemudian, Nara sudah pulang ke Indonesia tapi dia tidak mengabari siapapun. Nara kemudian menghubungi Steven dan meminta bantuannya untuk mempersiapkan lamaran nya untuk Aurel. Tanpa memberitahu istrinya, Steven pun mempersiapkan apa saja yang diperlukan Nara untuk membuat lamaran yang sangat langka dan indah juga paling berkesan dalam hidup Aurel.


Malam harinya setelah semuanya siap, Steven menyuruh Aera mengajak Aurel pergi.


Aera pun mengajak Aurel pergi menghabiskan waktu sampai Nara dan Steven selesai untuk persiapan nya. Aera dan Aurel pergi shopping, nonton, bermain dan menghampiri setiap toko yang ada di mall. Di jalan mereka berpapasan dengan teman teman Aera dan Aurel pun mengikuti mereka pergi bersenang senang. Sekali lagi Aurel mengulangi semuanya dengan teman teman Aera.


Saat sedang makan bersama, tiba tiba Steven menghubungi Aera dan meminta untuk kembali. Di perjalanan untuk mengulur waktu Aera mengajak Aurel ke sebuah pameran dan mengikuti seminar nya. Keadaan untuk persiapan lamaran semuanya sudah siap dan tinggal menunggu Aurel pulang. Ketika tiba di rumah, Aera langsung mengajak Aurel mengganti baju dengan baju baru yang baru saja mereka beli.


"Kak setelah memakai semua ini, datanglah ke sini ya gunakan saja mobilku, aku akan menyusul bersama Anna dan Steven nanti," Aera meninggalkan Aurel untuk berganti di kamarnya dan juga mempersiapkan dirinya dan anaknya.


Tidak jauh alamat yang di berikan Aera hanya butuh 5 menit untuk sampai. Saat Aurel turun dari mobil, ia melihat pemandangan indah dengan lilin di sepanjang jalan dan bunga bunga yang di tebar di jalanan. Semakin menyusuri jalan, Aurel semakin terpukau oleh banyaknya papan yang berisi tulisan "Aku Mencintaimu" di sepanjang jalannya. Ia menuruni anak tangga yang sudah penuh taburan bunga. Ia mendapati Nara sedang berdiri dengan bunga di tangan dan penampilan nya yang sungguh menunjukkan sosok Nara yang sebenarnya.


Tanpa sadar air mata Aurel mengalir karena terharu dengan apa yang Nara lakukan. Aurel menghampiri Nara dan Nara langsung menyuruh Aurel untuk menutup matanya. Aurel menutup matanya dan merasakan sentuhan pada lehernya.


"Kalung? ya ini kalung," kata Aurel dalam hati nya dan menahan senyuman di bibirnya.


Aurel membuka matanya dan memang benar bahwa sentuhan yang ia rasakan adalah kalung. Nara menampilkan video dan foto foto mereka berdua dalam sebuah lcd yang sudah ia persiapkan juga. Tangis Aurel pecah dan kali ini ia sangat merasakan hal yang tidak pernah ia bayangkan. Nara kemudian memegang tangan Aurel dan mengeluarkan kotak berisi cincin, kemudian ia pasangkan di jari manis Aurel. Ia juga memberikan bunga.


"Apa kau mau menikah denganku?"


Mendengar itu Aurel hanya mengangguk dan memeluk Nara. Nara mencium kening dan bibir Aurel dengan mesra. Dunia terasa milik mereka berdua.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2