Menikahi Cinta Pertamaku

Menikahi Cinta Pertamaku
Cinta & Rencana Sesungguhnya


__ADS_3

Sejak malam itu, Nara dan Aurel semakin dekat. Setiap pulang kerja, Nara selalu mendatangi Aurel. Ia pergi menghabiskan waktu dengan Aurel. Nara melupakan segalanya saat bersama Aurel.


"Aku ingin memperkenalkan mu kepada sahabat ku, apa kau mau?" tanya Nara yang tiba tiba mengingat kedua sahabatnya itu.


"Boleh saja, tapi selama ini kau tidak pernah membicarakan mereka," jawab Aurel mengingat apa yang di bicarakan Nara tidak pernah menyangkut tentang sahabatnya.


"Aku selalu lupa segalanya saat bersamamu," sambung Nara yang membuat pipi Aurel memerah.


Setelah menghabiskan waktu bersama, Nara kembali ke kantor nya. Nara mendapatkan gunjingan dari orang-orang tentang hubungan nya dengan Aurel. Banyak juga karyawan yang mengharapkan Nara menikahi Fanny, karena Fanny seorang artis dan satu satunya wanita yang selama ini dekat dengan Nara.


Nara langsung mengadakan konferensi pers dan mengumumkan bahwa dia akan menikahi seorang gadis. Semua orang yang menghadiri pers tersebut terkejut termasuk ayahnya.


"Aku akan menikah dan aku tidak akan pernah mempublikasikan pernikahanku, tapi asal kalian tau, wanita yang akan ku nikahi bukan Fanny," kata Nara menjelaskan kepada seluruh anggota dan karyawan di kantornya.


Berita tentang pernikahan Nara pun cepat tersebar, banyak wartawan yang membuat artikel tentang wanita yang akan dinikahi Nara. Fanny dan Zayn yang mendengar kabar tersebut pun langsung mendatangi Nara di kantornya.


"Apa ini? Kau akan menikah?" tanya Fanny dengan suara lantang dan melempar iPad miliknya ke Nara.


"Heii, kenapa tidak memberitahu kami? Kenapa tiba-tiba seperti ini, kau sekarang jarang menemui kami sedangkan kau sedang tidak sibuk," Zayn bertanya dengan meninggikan suaranya kepada Nara dengan mata melotot.


"Tenang saja kalian, aku tidak akan menikah secepat itu, aku masih berpikir matang matang," kata Nara dengan santai dan memutar kursinya sambil membalas chat dari Aurel.


"Siapa yang akan kau nikahi? Jawab kami! Apakah dia? Wanita yang rendah itu?" kata Fanny dengan kesal.


"Jangan menyebutnya rendah, siapa kau berani menyebutnya rendah. Aku sudah bilang aku tidak akan menikah secepat itu!" kata Nara sambil memukul mejanya membuat Fanny dan Zayn tidak percaya Nara bisa seperti itu pada mereka.


"Harus nya aku yang bertanya, kenapa kau seperti ini, kau berubah! Ayo Zayn kita pergi dari sini," Fanny pergi meninggalkan ruangan Nara diikuti oleh Zayn.

__ADS_1


Nara pun berteriak dan membuang semua yang ada di meja nya. Ia frustasi dan tidak tau harus berbuat apa. Nara kemudian keluar meninggalkan kantornya dan mengunjungi ibunya.


Nara menangis di makam ibunya, seperti yang biasa ia lakukan ia lakukan jika ia bingung harus berbuat apa. Sekali lagi sang ibu mengunjungi putra nya dan memeluknya yang membuat hati Nara tenang.


Nara tidak bisa pulang ke rumah ayahnya karena melakukan itu sama saja masuk ke kandang singa. Nara juga tidak bisa pergi ke rumahnya karena sedang dalam perbaikan. Ia memilih untuk mengunjungi apartemen Aera dan menginap disana.


"Kenapa kakak kemari? Bagaimana kakak tau kata sandi rumahku?" tanya Aera yang terkejut kakaknya masuk kedalam rumahnya.


"Dasar bodoh, kau yang memberitahu nya," jawab Nara lesu dan langsung masuk ke kamar tamu.


"Aku akan menginap disini beberapa hari, rumahku sedang diperbaiki, dan aku tidak bisa pulang ke rumah ayah," kata Nara sembari menutup pintu kamar.


"Heii, bayar jika kau mau menginap disini," teriak Aera dengan melempar sandal ke pintu kamar Nara.


"Aku akan membeli apartemen ini untuk mu," Nara membalas teriakan Aera.


"Diamlah aku mengantuk atau aku akan meruntuhkan bangunan ini," teriak Nara sambil membuka pintu dan melempar bantal ke muka Aera.


***


"*H*eissshh dasar gila," kata Aera dalam hati meledek Nara.


Keesokan harinya, saat matahari belum terbit, Nara sudah bangun dan menyiapkan sarapan untuknya dan adiknya. Nara pun mengganti pakaiannya dengan training dan menelpon Aurel. Nara mengajak Aurel untuk joging pagi.


Aurel pun menunggu Nara di taman dekat rumahnya. Saat Nara datang mereka sudah mulai joging, namun ditengah jalan Aurel sudah merasa lelah. Nara memaksa nya untuk terus berlari tapi Aurel malah duduk di jalanan. Tanpa berpikir, Nara pun menghampiri Aurel dan menggendong nya ala bridal style. Aurel tersipu malu, tapi Nara malah mencium bibir Aurel dan membuat suasana serasa milik berdua.


"Ciuman pagi ku untuk mu," kata Nara lalu mencium bibir Aurel sekali lagi.

__ADS_1


"Aku mencintaimu..." balas Aurel mengejutkan Nara. Nara pun langsung menjatuhkan Aurel karena terkejut.


"Aaaaa," teriak Aurel. Orang orang disekitar pun langsung menghampiri mereka membuat Nara merasa malu dan dibicarakan orang banyak.


"Maafkan aku, kau tidak apa apa kan?" tanya Nara yang merasa bersalah telah menjatuhkan pacarnya itu.


"Kenapa aku terkejut mendengar kau mengatakan seperti itu," ujar Nara dengan pipi memerah.


Aurel memeluk Nara dan membisikan kata kata itu lagi di telinga Nara. Nara pun langsung menggendong Aurel lagi di pundaknya sambil berlari kecil.


Dalam hati Nara sangat mencintai Aurel, namun ia juga tidak bisa mengabaikan perasaan sahabat nya. Rencana Nara membuat Aurel jatuh cinta padanya sudah berhasil, tapi entah mengapa Nara sulit meninggalkan Aurel dan mematahkan hatinya.


Nara membawa Aurel ke apartemen Aera. Mereka menghabiskan satu hari mereka di sana karena Aera sedang kuliah dan pergi bersama Steven pacarnya.


Aurel dan Nara bercinta sambil menonton film romantis kesukaan Aurel. Saat Nara dan Aurel sedang berciuman, tiba tiba terdengar suara pintu terbuka. Aera kembali ke rumah bersama Steven. Steven menggendong Aurel karena Aurel pingsan.


"Apa yang terjadi padanya" tanya Nara mendesak Steven.


"Dia makan mentimun kak," jawab Steven merasa bersalah dan menundukkan kepalanya setelah merebahkan Aurel di sofa.


"Kau gila ya? Kenapa kau biarkan dia makan mentimun? Kau pacarnya seharusnya kau tau kalau dia alergi mentimun," teriak Nara memarahi calon adik iparnya itu.


"Maafkan aku kak, Aera memaksa karena jika aku melarangnya dia memilih untuk bunuh diri," Steven menangis dan sujud di kaki Nara.


Nara pun ikut menangis melihat penderitaan Aera yang begitu dalam. Nara kembali mengingat masa lalu dan ia memeluk Aera.


Aurel yang tidak tau apa apa hanya bisa diam dan memeluk Nara, menenangkan Nara dengan menepuk punggung nya. Aurel ikut sedih melihat Nara menangis, lalu tak lama Aera mulai membuka matanya.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2