
Selesai mengajar, Nara dan Aurel kembali ke kota. Saat Nara dan Aurel sampai di rumah Aera, sudah ada Fanny dan Zayn disana. Tatapan Fanny sangat tajam kepada Aurel, Nara yang melihat itu langsung memperkenalkan Aurel kepada Fanny dan Zayn.
"Perkenalkan, ini Fanny dan Zayn. Mereka sahabatku dari kecil. Mereka lah yang selalu menemaniku" kata Nara sambil berdiri di sela sela Aurel dan Fanny.
"Fanny, Zayn, dia ini..." saat Nara belum menyelesaikan kata kata nya, Fanny sudah memotong perkataan Nara dan pergi dari sana.
"Aurel... aku sudah tau," ujar Fanny dengan tatapan dingin ke Aurel dan pergi meninggalkan rumah Aera.
Zayn yang melihat itu langsung mengode Nara bahwa Fanny tidak suka dengan Aurel. Nara pun langsung teringat janji nya kepada Fanny untuk membuat Aurel menderita. Nara kemudian menyuruh Aurel untuk pulang. Terlintas pula di pikiran Nara tentang seorang gadis yang sudah berjanji akan ia nikahi.
Flashback On
(Jauh sebelum Nara, Fanny, dan Zayn mengenal Aurel)
"Aku melamar dia," kata Nara kepada Fanny dan Zayn dengan menunjukkan foto wanita.
"Cecillya? Waaaw tidak ku sangka kau benar benar jatuh cinta padanya," ujar Zayn yang tertawa setelah melihat foto yang ditunjukkan Nara.
"Dia berbeda, dia memiliki aura, aku ingin memilikinya," kata Nara yang tersenyum lebar dan membayangkan Cecillya.
"Sudah kau lamar?" tanya Fanny yang tidak terlalu peduli.
"Emm, dia sekarang di Inggris menyelesaikan S3 nya," kata Nara yang terus tersenyum membicarakan Cecillya.
Flashback Off
***
"Aku tidak akan membiarkan Nara menikahi wanita itu. Aku akan bawa Cecil kembali," batin Fanny dengan wajah masam.
"Aku akan datang mengunjungi mu," Fanny menelpon Cecillya.
"Tentu, aku sudah selesai dengan studi ku, aku akan pulang dan menikah dengan Nara," jawab Cecillya di telpon.
Zayn mendengar percakapan Fanny dan Cecillya di luar dan menghampiri Fanny.
"Aku sudah melakukan hal yang benar kan?" tanya Fanny kepada Zayn.
"Tentu saja, bagaimana perasaan Cecil jika tau tunangannya memiliki hubungan dengan wanita lain," Zayn tersenyum tipis dan merangkul Fanny lalu pergi.
Keesokan hari nya Fanny sudah siap untuk pergi mengunjungi Cecillya. Fanny berpesan pada Zayn supaya tidak memberitahu bahwa ia pergi menjemput Cecil.
Nara meminta Aurel untuk melihat Aera di rumah. Aurel pun setuju dan langsung pergi ke rumah Aera. Saat tiba di rumah Aera, Aurel mendengar suara desahan dari kamar. Aurel mengintip dan mendapati Aera sedang berhubungan dengan Steven.
Aurel menelpon Nara dan memberitahu apa yang dia lihat. Nara yang mendengar itu tidak peduli dengan apa yang Aurel katakan. Mendengar Nara tidak peduli apa yang adiknya lakukan, Aurel mencoba menghentikan nya sendiri.
***
__ADS_1
"Maafkan aku Aurel, setiap bersama denganmu aku melupakan segalanya. Aku bahkan tidak pernah mengingat bahwa aku sudah bertunangan dengan orang lain dan berjanji akan menikahinya," batin Nara yang terasa sesak bila harus mengingat Aurel.
Karena itu Nara memilih untuk menjauhi Aurel sebelum Cecil tau segalanya. Bahkan Nara sendiri tidak ingin Cecil terluka karena dirinya. Alhasil, ia harus rela melepas Aurel.
•••
Saat masuk ke dalam kamar Aera, Aurel terkejut karena Steven sudah tidak ada di dalam kamar. Aera yang melihat Aurel masuk langsung menegur nya.
"Heii, siapa kau. Kenapa ada di rumahku?" tanya Aera kebingungan.
"Aaah, aku pacar kakakmu" jawab Aurel gagap.
"Apaa? Pacar?" Mendengar itu Aera langsung turun dari kasurnya dan menghampiri Aurel.
Aera melihat Aurel dari atas kepala sampai ke ujung kaki. Dia yakin bahwa dia masih mengingat wajah pacar kakaknya.
***
"Jelas sekali dia bukan Kak Celly. Kenapa orang ini bilang bahwa dia pacar kakakku?" batin Aera yang menunjukkan wajah sinis ke Aurel.
"Pergilah, sebelum aku memanggil satpam," Aera mengusir Aurel dari rumahnya.
Aurel pergi meninggalkan rumah Aera dan berpikir bahwa memang benar Steven ada dikamar itu.
Disisi lain, Aera menyuruh Steven untuk keluar dari bawah meja. Aera tersenyum licik dan mereka pun meneruskan apa yang sempat tertunda tadi.
"Kita bertemu besok malam di villa Zayn, akan ku kirim kan alamatnya," ujar Nara menelpon Aurel.
Aurel yang menerima telepon tersebut langsung tersenyum lebar, ia sibuk mempersiapkan apa yang harus ia kenakan untuk membuat Nara semakin jatuh cinta padanya.
Malam harinya, Aurel sudah siap untuk pergi bertemu Nara. Vania terus mengamati Aurel namun ia pura pura tidak tau. Setelah Aurel pergi Vania menelpon seseorang untuk mempersiapkan segalanya.
Vania langsung bergegas pergi ke villa Zayn dan memastikan dia sudah sampai sebelum Aurel. Vania, Kafka, Aera dan pacar mereka masing masing menaiki mobil milik Aera dan pergi ke villa Zayn.
Mereka mempersiapkan semua nya sebelum Aurel datang. Saat semuanya siap, Aurel datang dengan pakaian yang sangat di benci Nara, juga kalung pemberian oleh Nara.
Flashback On
***
"Aku sangat suka kau memakai ini," kata Nara yang di dalam hatinya Nara justru berkata lain.
"Aku sangat membenci warna merah."
***
Flashback Off
__ADS_1
Betapa terkejutnya Aurel melihat bahwa di sana ada ramai sekali orang, bahkan ia sendiri tidak percaya adiknya juga bergabung.
"Oh ya aku ingin bertanya, bukan kah Steven ini kekasih mu Nia?" tanya Aurel kepada Vania namun tatapan nya menuju ke Steven.
"Aku tidak pernah bilang nama pacarku adalah Steven, mungkin telinga kakak bermasalah," jawab Vania tertawa dengan keras.
"Tapi kau pernah menunjukkan fotonya padaku," Aurel bertanya karena semakin kebingungan.
"Benarkah? Mereka memang mirip, itu pacarku dia datang," ujar Vania sambil menunjuk ke arah pintu.
Aurel terkejut karena kekasih adiknya memiliki wajah yang sama dengan kekasih Aera.
"Wajahnya mirip kan? Tentu karena mereka kembar, tapi orang yang berbeda," Vania tertawa terbahak bahak.
Aurel semakin dibingungkan dengan situasi yang ia hadapi saat ini. Aurel pun berpindah tempat duduk di samping Nara.
"Tempat ini ada yang punya," kata Nara sambil memalingkan wajahnya dari Aurel.
"Dari tadi tempat ini kosong, siapa yang punya?" tanya Aurel.
"Apa kau perlu tau segalanya? Kembalilah ke tempatmu!" Nara berdiri dan mendorong Aurel ke tempat duduknya yang semula.
Nara kembali duduk dan terus memandangi kursi di sebelahnya.
"Kapan kau sampai?" tanya Nara kepada Fanny di telpon.
"Aku akan sampai besok, dengan dia tentunya," jawab Fanny dengan nada suara senang.
"Siapkan semuanya dalam 2 hari, jangan sampai wanita itu tau," Nara menyuruh Fanny menyembunyikan sesuatu dari Aurel.
"Kau serahkan saja semuanya padaku," balas Fanny dengan senyuman licik.
Aurel berpikir keras milik siapa tempat duduk itu, Aurel yakin itu bukan tempat Fanny karena tempat Fanny selalu di samping kiri Nara dan bersebelahan dengan Zayn.
Suasana sangat ramai dan berisik namun sangat sepi bagi Aurel.
"Kenapa kau putus dengan kakakku," tanya Kafka kepada Vania.
"Tanya saja padanya," kata Vania sambil tersenyum pada Zayn.
"Kami bertiga akan menikah di tanggal yang sama, aku mengamati wajah kalian semua, jika sampai ada yang tidak datang maka..." ucap Aera dengan lantang.
"Apa maksudnya bertiga" tanya Aurel.
Pertanyaan Aurel bagaikan angin lewat, Aera bahkan tidak merasa mendengar apa yang ditanyakan Aurel. Nara melihat Aurel didepannya dengan tatapan tajam. Ia meyakinkan dirinya untuk kuat dan menjalani semuanya.
BERSAMBUNG...
__ADS_1