
"Jaga Aera, ayo Aurel ikut denganku," Nara meminta Steven menjaga adiknya dan mengajak Aurel pergi.
"Tapi Aera baru sadar, kita mau kemana?" tanya Aurel yang tangannya sudah ditarik oleh Nara.
"Kakak" panggil Aera.
Nara pun menoleh dan mengusap air matanya, lalu Nara tersenyum pada Aera dan pergi bersama Aurel.
Nara menghubungi Zayn untuk meminta supaya Kafka mau menginap di tempat Aera. Nara mengajak Aurel untuk pergi bersamanya, tapi sebelum itu Aurel mengatakan bahwa ia harus pergi untuk mengajar.
"Aku akan pergi mengajar selama 2 hari" kata Aurel.
"Aku akan ikut denganmu," balas Nara sambil memegangi tangan Aurel.
"Tempatnya jauh dan di plosok desa," Aurel berusaha memberitahu Nara supaya ia tidak khawatir.
"Selama itu denganmu, aku tidak akan pernah keberatan," ujar Nara lalu mencium tangan Aurel.
Nara dan Aurel kembali ke rumah Aurel dan melihat bintang di atap. Mereka saling berbagi kisah mereka. Tapi ada beberapa hal yang tidak bisa Nara ungkapan kepada Aurel, yaitu tentang rencananya, Aera, dan kehidupan masa lalu nya.
Aurel dan Nara kemudian mengemasi barang barang mereka untuk pergi ke plosok desa tempat Aurel akan mengajar besok. Nara memberikan Aurel ciuman selamat malam dan pergi pulang ke rumah Aera.
Pagi harinya, saat Aurel sedang berkemas, Nara tiba tiba sudah menjemput Aurel dan menunggunya di luar rumah. Aurel pun turun dan menghampiri Nara.
"Kita tidak akan naik mobil, tidak ada jalur mobil disana," kata Aurel sambil menertawakan Nara.
"Kita akan naik kereta kesana, tidak lama hanya 2 jam," sambung Aurel lagi.
Nara pun memarkirkan mobilnya di rumah Aurel. Nara kemudian masuk dan mengambil barang barang Aurel lalu membawanya bersama barang barangnya. Untuk kali pertama Nara tidak memberitahu sahabatnya kalau ia pergi menginap bersama Aurel. Ini menjadi rahasia pertama Nara kepada sahabatnya.
__ADS_1
Setibanya mereka di desa, Nara berjalan bersama Aurel. Nara mendapat telpon dan seketika itu raut muka nya berubah menjadi masam. Aurel bertanya tapi Nara tetap menyembunyikannya dari Aurel.
"Aku ini pacarmu, tapi kau tidak pernah berbagi masalahmu padaku," kata Aurel yang jalan duluan dan meninggalkan Nara dibelakang.
Nara menyusulnya dan mengatakan bahwa tidak ada yang perlu di khawatirkan. Aurel terus bertanya tapi Nara selalu menutupinya. Aurel lalu mengeluarkan ponselnya dan mengambil selfie bersama Nara. Aurel mengode bahwa jika ingin foto tampak unik, maka harus ada yang berbeda. Nara langsung mencium Aurel sebanyak banyaknya sembari Aurel mengambil foto mereka. Aurel tersipu malu dan berlari meninggalkan Nara, Nara juga ikut mengejarnya dan mereka bersenang senang saat hari hampir gelap.
Aurel kemudian menyewa kamar di desa itu, tapi sayangnya hanya tersisa satu kamar saja. Nara langsung memeluk tubuhnya sendiri dan terjongkok di depan pintu kamar.
"Ayo masuk kedalam," ajak Aurel
"Dasar kau mesum," kata Nara yang masih memeluk tubuhnya sendiri.
"Heii apa maksudmu dasar aneh," ucap Aurel meninggalkan Nara, tapi tangan Aurel tiba tiba di tarik Nara sehingga Aurel jatuh dan terduduk di atas paha Nara.
"Aku ingin tidur bersamamu," kata Nara menatap Aurel.
"Aku juga ingin tidur denganmu," balas Aurel.
Di dalam kamar, Nara dan Aurel duduk berjauhan namun saling berpegangan tangan, rasa canggung diantara mereka mulai tumbuh. Sampai Nara tiba tiba membisikan bahwa dia mencintai Aurel.
Mereka pun akhirnya terlelap. Di tengah malam, Nara terbangun dan menatap Aurel di kegelapan. Nara mencium kening, pipi, dan hidung Aurel, mengusap pipi nya dan memeluknya. Aurel pun terbangun dan menarik kerah baju Nara yang membuat kedua bibir mereka bertemu kembali.
Malam indah mereka berubah menjadi malam yang panas. Nara tidak bisa menghentikan bibir nya untuk melahap bibir Aurel. Nara tidak bisa menghentikan kecepatannya. Bibirnya beralih ke leher yang membuat Aurel ingin mendesah.
Tangan Nara menelusuri setiap inci tubuh Aurel. Nara membuka kaus nya dan kini tubuhnya yang kekar dan indah berada tepat di atas Aurel. Nara melebarkan kaki Aurel dan mulai mencium bagian pribadi Aurel. Aurel pun mendesah dan mendengar itu Nara semakin liar.
Junior Nara yang mengeras langsung ditancapkan Nara ke bagian pribadi milik Aurel. Aurel yang melihat itu langsung memejamkan matanya. Nara pun memeluk Aurel erat dan mulai memuaskan dirinya yang sudah tidak bisa ditahan.
"Aku akan selalu bersamamu," kata Nara.
__ADS_1
"Aku melakukan ini karena aku percaya kau akan selalu di sisiku," balas Aurel dengan desahan kecil.
Setelah dikeluarkan, Nara tumbang dan berbaring di sisi Aurel. Nara memeluk Aurel dengan penuh kasih sayang. Aurel membalas pelukan Nara dan tertidur di tangannya.
***
"Aku tidak akan pernah meninggalkanmu, tidak peduli yang dunia katakan tentangmu, aku akan selalu menemani mu," batin Nara sambil mengelus kepala Aurel.
Esok harinya, saat Nara terbangun, ia tidak melihat Aurel di sebelahnya. Nara pun keluar untuk mencari Aurel dan ia bercermin.
***
"Astaga lihat dirimu yang berantakan," batin Nara sembari merapikan baju dan menyisir rambutnya.
Setelah selesai, ia menunggu Aurel di depan pintu kamar. Aurel yang baru selesai mandi pun tersenyum melihat Nara. Ia menghampiri Nara dan memberikan ciuman pagi untuknya.
Nara dan Aurel kemudian pergi ke rumah murid Aurel. Nara seharian menghabiskan waktunya hanya untuk menatap Aurel. Nara bahkan mengabaikan pekerjaan nya demi wanita yang ada dihadapannya itu.
***
"Ibu, aku bahagia sekarang, dan Tuhan... selalu sertai aku dengan kebahagiaan ini..." batin Nara mengucap syukur pada sang Maha Kuasa dan mengadu pada ibunya di surga.
***
"Aku akan selalu mencintaimu... Walau sampai semua nya terungkap dan kau mungkin akan meninggalkan aku, aku akan tetap mencintaimu..." kata Nara dalam hati.
Setelah selesai mengajar, Nara dan Aurel pergi bersenang senang bersama anak anak di panti asuhan di desa itu. Mereka bersama sama membagikan makanan dan bercerita tentang kisah kisah yang menarik.
Di sisi lain, Fanny mencoba menghubungi Nara, tapi ponsel Nara dalam mode senyap sehingga tidak terdengar jika Fanny berulang kali menelponnya. Zayn yang melihat Fanny begitu gugup langsung mengambil ponsel Fanny dan menaruhnya di meja.
__ADS_1
"Lebih baik aku mengunjungi Aera saja, aku merindukannya," kata Fanny berjalan meninggalkan Zayn.
BERSAMBUNG...