
Stelah kejadian kemarin ! Dewi masih terbaring lemas ,lantaran kondisinya belum bagus stelah tabrakan dan ia pun dibius oleh Erik mantan kekasihnya yang sangat ia cintai dulu . Aril menyuruh seorang pelayan agar berjaga di kamar Dewi dan memerintahkan satpam nya agar tidak mengijinkan orang lain masuk kerumahnya ! karena ia sangat khawatir akan keadaan adiknya , sekarang orang tua mereka tengah berada di luar negeri dalam perjalanan bisnis dan Aril sengaja tidak memberi tau Papa Mamanya agar mereka tidak khawatir .
Aril menuju ke kantor polisi bersama Arya ,Sebelum berangkat ke kantor polisi Aril telah menjemput Arya ke rumahnya dan sudah meminta ijin kepada kedua orang tua Arya ,karena akan menjadikan Arya sebagai saksi ! Aril juga sudah menghubungi pihak sekolah untuk meminta ijin ,karena Arya tidak bisa ke sekolah hari ini .
setelah bertemu Polisi dan memberi penjelasan ! Aril dan Arya menemui Erik yang tengah berada di balik jeruji besi . mereka pun sedikit berbincang .
" Karena lo ulah sendiri , lo mendekam disini! bukan salah gue !" seru Aril yang masih menatap sinis Erik ,namun Aril sangat prihatin akan keberadaan Erik .
" Maafkan semua kesalahan ku ! aku pantas mendapatkannya kak ! " sahut Erik menunduk .
" Jaga diri lo baik - baik rik ! " sekarang Arya yang berbicara dan Erik tersenyum lalu membalas ucapan Arya .
" Maafin gue udah pake nama lo untuk kirim pesan ke Dewi ! gue tau lo suka Dewi ,jadi gie mohon jagalah Dewi ,jangan pernah lo kecewain dia ! hanya lo yang gue percaya Ar !" titah Erik kepada Arya sembari meneteskan air matanya .
." gue udah ringanin tuntutan gue! setelah lo keluar gue mohon jauhin adik gue ! jangan ganggu dia lagi! jika lo ganggu dia lagi gie ga akan tinggal diam !" teriak Aril yang masih geram mengingat kejadian semalam di taman itu .
" Baik ,terimakasih kak! aku janji dan kakak maupun Arya bisa pegang janji ku !"
__ADS_1
.
Aril dan Arya keluar dan meninggalkan kantor Polisi lalu ia kembali melajukan mobilnya .
" kak, gimana keadaan Dewi, apakah sudah membaik?' tanya Arya menatap Aril .
" Dewi baik - baik saja ! namun dia masih sedikit lemas karena luka saat kecelakaan belum sembuh total dan malamnya ia di bius oleh si br *** sek Erik !" sembari memukuli setir mobilnya .
Arya uang paham akan sikap Aril lalu mengalihkan pembicaraan .
"Bolehkah aku menjenguk Dewi ?
"Terimakasih !" jawab Arya sembari tersenyum karena mendapat ijin dari Aril untuk menemui Pujaan hatinya yaitu Dewi .
Tiba di rumah Aril , mereka masuk dan hendak menemui Dewi ! Aril menyuruh Arya menunggu di ruang tamu dan Aril bergegas menuju kamar Dewi agar Dewi menemui Arya ! sesampainya di kamar Dewi ,Aril mencari - cari Dewi di kamar mandi dan ruang ganti ,namun ia tak menemukan Dewi .
Aril pun memencet tombol yang ada di kamar Dewi dan tombol itu tersambung ke para pelayan ,satpam dan sopir yang berada di rumah tersebut . Dengan sigap kepala pelayan menyahut di balik tombol penghubung itu.
__ADS_1
" Ada apa Den?" tanya kepala pelayan
' Bik ,dimana Dewi? kenapa tidak ada di kamarnya ?"
"Non Dewi bosan di kamar dan sekarang non ada di taman belakang den!"
"Baiklah ! apakah dia sudah makan dan minum obat?"
"sudah den!" .
Lalu Aril menuju ruang tamu dan mengajak Arya ke taman belakang untuk menemui Dewi ,Aril juga sudah menyuruh pelayan untuk membuat kan mereka minum dan membawakan cemilan ke taman.
Dewi tengah asik memandangi indahnya bunga di taman tersebut dan menghirup segar aroma bunga tersebut! ia tak sadar jika ada dia sosok pria menghampirinya .
" Dewi,apakah kamu sudah baikan?" tanya Arya kepada Dewo yang tengah menikmati aroma bunga di taman. Dewi menoleh ke arah suara tersebut .
" Arya! aku udah baikan! terimakasih sudah membantuku! aku ga tau gimana jika tidak ada kamu saat kecelakaan dan saat Erik hokz hikz !" Dewi kembali menangis mengingat kejadian semalam .
__ADS_1
" Sudah,,, ga usah sedih ! yang terpenting sekarang kamu selamat !" sahut Arua menenangkan Dewi , namun Aril hanya memandangi ke duanya dengan tatapan damai .
Pelayan datang membawa minuman lalu Aril dan Dewi mempersilahkan Arya agar meminum nya ! mereka hanya mengobrol sembari sedikit tertawa akan tingkah konyol Dewi yang meringis kesakitan menahan tawanya.