
5Hari sudah setelah acar reuni mereka ,kini Guna dan Arya menginap di hotel yang sama.
Guna mewakili Papanya dan Arya mendapatkan undangan . Mereka memilih hotel yang jaraknya lumayan dekat dengan Vila milik Om Daniel,agar lebih mudah bagi mereka untuk menghadiri acara tersebut .
Aril dan Lina sudah mulai dirias oleh MUA ternama di Bali yang sudah di pesan jauh hari oleh Daniel. Dewi dan Mamanya pun juga dirias ,namun tidak semewah calon pengantin tersebut .
Kini sudah pukul 18:30 Aril dan Lina sudah selesai di rias ,Dewi pun sudah siap dengan gaun simple dan dinamis pilihannya .Meski dengan sedikit polesan make up ,ia tetap terlihat cantik,manis dan anggun .Dengan berlari kecil ia mendekati pasangan pengantin tersebut .
"Wah cantik banget ! kak Aril juga tampan,keren ! Dewi jadi pingin ,ha ha ha ."Seru Dewi tertawa kecil dengan tingkah konyolnya .
"Semangat! dirikan dulu perusahaan yang kamu inginkan ,lalu menikah lah dan menjalin bahtera rumah tangga bersama pria yang kamu cintai!" Aril memeluk adiknya dan memberi pesan .
"Oke bos!" sahut Dewi dengan senyum semangat.
Aril dan Lina sudah berdiri di pelaminan,dimana acara pernikahan mereka sudah sah dilalui dengan acara ijab kabul . Kini mereka meminta restu kepada kedua orang tua mereka .Setelah itu ,lalu ia duduk di atas kursi pengantin yang mewah,yang sudah dihias dengan logo angsa putih ,bunga mawar dan lili mengelilingi kursi tersebut .
Para tamu undangan memberi selamat kepada kedua mempelai .
__ADS_1
Para undangan bergantian naik ke panggung tersebut ,hanya untuk memberi selamat kepada pengantin baru itu . Setelah para undangan sudah selesai ,kini saat yang di tunggu - tunggu . Acara pelemparan bunga , dengan iringan musik romantis yang sudah di sediakan disana ,segera Aril dan Lina berdiri dengan menggenggam tangan mereka berdua yang berisi buket bunga di tengah genggaman tersebut . Segera ia hendak melempar bunga itu .
1,,,,,2,,,,3. Aril dan Lina mengangkat tangan mereka lalu melempar bunga tersebut dengan cara membelakangi para undangan yang sudah berdiri untuk mendapatkan bunga tersebut .
"Yeeeeyyyy, Aku dapat ! " Seru Dewi berjingkrak ,karena ia lah yang mendapatkan bunga itu .Namun ia tak sadar ,bahwa Arya lah yang membantunya dengan cara mengangkat tubuh Dewi sedikit keatas. Karena bunga terlempar agak tinggi .Arya tersenyum melihat tingkah Dewi,lalu ia mendekati Dewi dan berbisik di telinga Dewi.
"Bukan kamu saja! tetapi aku juga membantumu dengan mengangkat tubuhmu tadi ! maaf aku refleks dan semoga saja kita yang akan menjadi pasangan berikutnya yang akan duduk di pelaminan."
Dewi sangat malu ,karena ia baru sadar bahwa Arya tadi mengangkat tubuh nya.Kini wajah Dewi memerah karena malu ,namun Arya mengangkat dagu Dewi sehingga wajah mereka beradu tatap .
"Sayang,maukah kamu berdansa denganku nanti?" tanya Arya yang sudah tau akan susunan acara tersebut .
Papa Daniel dan istrinya ,dari kejauhan melihat Dewi dan Arya yang masih mengatur jarak akan hubungan mereka. Papa Daniel mengerti akan hubungan mereka,karena mereka lebih memilih sukses dulu ,barulah menjalin bahtera rumah tangga . Daniel dan istrinya merestui hubungan Dewi dan Arya ,meski mereka tau Arya tidak sekaya keluarga mereka. Tetapi Daniel yakin ,dengan semangat Arya,ia akan sukses dan akan mampu mendirikan usaha yang mereka impikan .
Kini acar dansa sudah dimulai ,dimana pasangan pengantin baru itu berdansa di atas panggung. Sedangkan yang lain berdansa di bawah dengan pasangan mereka masing - masing . Guna hanya duduk memandangi Arya dan Dewi yang tengah berdansa ,dengan kebahagiaan yang mereka ciptakan .Guna sibuk dengan ponselnya yang sedari tadi menerima email masuk dari perusahaannya .
Acar demi acar sudah selesai ,kini para undangan dan kolega - kolega Daniel dan Dion sudah pada pulang ,ada yang menginap di hotel dan ada juga yang langsung kerumahnya karena ada sebagian undangan yang berasal dari Bali . Aril dan Lina sudah memasuki kamar pengantin mereka ,karena mereka sudah sangat lelah dengan acara tadi .
__ADS_1
Mama dan Papa Daniel juga sudah kembali ke kamar ,kini Arya dan Dewi pergi berjalan menuju pantai yang kebetulan Vila Daniel mangarah ke pantai. Jadi tidak terlaku jauh bagi mereka untuk menikmati deburan ombak dan angin laut. Mereka duduk di atas pasir putih ,disana banyak api obor yang tadi menjadi hiasan pendukung untuk acara pernikahan Aril dan Lina . Arya dan Dewi menatap indahnya lautan ,Arya menggenggam erat tangan Dewi ,lalu ia memandangi wajah Dewi .
"Sayang,kamu cantik dan manis !" Arya melantunkan dua kata untuk kekasihnya .
"Terimakasih!" sahut Dewi dengan senyumnya yang kini dalam mode malu - malu .
Arya mengambil satu bunga kamboja yang berada di dekatnya ,lalu ia menyematkan di telinga Dewi dan kembali menatap wajah Dewi .
"Semakin cantik!" ha ha ha
"Iiisss, sayang gombal deh ." titah Dewi memukul pelan lengan Arya .
"Sayang,bolehkah aku mencium mu?" tanya Arya meminta persetujuan .Namun Dewi masih terdiam mencerna ucapan Arya .
"Kenapa dia bertanya? bukannya kita sudah menjadi kekasih?" gumam Dewi
"Kalo tidak boleh,aku ga maksa kok!" seru Arya sambil membelai lembut rambut Dewi yang terurai . Dewi laku mengangguk ,mengiyakan permintaan Arya .
__ADS_1
Arya yang menyadari itu ,lalu ia semakin mendekati Dewi dan memeluk tubuh mungil kekasihnya . Lalu ia mendaratkan ciuman di kening Dewi dan akhirnya turun lalu memberi kecupan mesra di bibir Dewi dengan lembut .