Menjaga Hatiku Untukmu

Menjaga Hatiku Untukmu
Malam Indah di Bali


__ADS_3

Arya masih mendaratkan bibirnya di bibir manis Dewi,ia mengecup bibir Dewi untuk yang pertama kalinya . Degupan jantung mereka beradu saat wajah mereka saling menatap . Arya tetap dengan posisi mengecup bibir Dewi dan mata mereka masih beradu,karena Dewi tidak tau bagaimana cara menanggapi ciuman itu . Lalu Arya menahan tengkuk Dewi dan menganggukkan kepalanya .Dewi tak paham ,ia hanya ikut menganggukkan kepalanya .


Perlahan Arya mencium bibir Dewi dan memasukkan sedikit lidahnya kedalam .Paham kan? bagaimana mereka menahan rindu setelah setahun jadian dan baru kembali bertemu .Itulah yang dirasakan Arya dan Dewi ,mereka saling merindu dan baru pertama kali berciuman seperti ini . Dewi hanya mengikuti gerak lidah dari Arya ,ia perlahan membuka mulutnya . Lalu Arya memasukkan lidahnya tahap demi tahap.


Sedikit berkelana,lalu Arya mengeluarkan lidahnya,dan kembali ia mengecup bibir Dewi .


"Maaf! aku kebawa suasana !" titah Arya yang kini menjauhkan wajahnya dari wajah Dewi .


"hmmm,!" hanya itulah jawaban Dewi ,karena ia begitu malu setelah melakukan adegan ciuman tadi .


"Kamu marah sayang?" tanya Arya .


"Tidak,aku hanya malu ! lagian cuman sebatas ciuman ,diusia kita yang sekarang ini ,tidak termasuk larangan. seru Dewi memberi senyum kepada Arya .


*Malam ini sangat indah. Malam yang indah di Pulau Bali ."


"Iya ,sangat indah ! apalagi saat ini kamulah yang berada disisiku sayang!" Dewi memandangi wajah Arya ,lalu ia mencubit pelan pipi Arya karena gemas .

__ADS_1


"Auw!" pekik Arya


"Maaf sayang ! sakit ya? aku gemas aj liat kamu!" titah Dewi menjelaskan.


"hmmm ,semoga segera kita bisa mewujudkan impian kita! dan kita akan menikah seperti kak Aril dan Lina .Aku sudah tidak sabar untuk menikmati bulan madu di Pulau ini bersamamu sayang!" Aril mengutarakan harapannya kepada Dewi .


"Semoga segera sayang !" jawab Dewi dan kini Dewi menyandarkan kepalanya di bahu Arya ,sembari mengecup pipi Arya dengan manjanya .


"Terimakasih!" kata Arya sambil mengelus kepala Dewi .


"Kita kembali ke yuk! sudah malam,entar Papa mamamu cariin kamu !" pinta Arya yang segera berdiri dan berusaha membangunkan Dewi dari duduknya . Saat Dewi terbangun namun keseimbangannya tidak normal ,lalu mereka berdua terjatuh dengan posisi Dewi berada diatas tubuh Arya . Sontak saja mata mereka baradu dan degup jantung mereka juga saling bersahutan. Menyadari akan hal itu dengan posisi yang tidak wajar ,maka Dewi segera berusaha bangun dan berdiri. Namun sebelum berhasil bangun ,Arya tidak membuang waktu ,ia kembali mengecup bibir Dewi yang sekarang sudah menjadi permen baginya .


Setelah sampai di tempat acara Dewi segera menuju kamar yang ada di vila papanya . Sedangkan Arya kembali ke hotel tempatnya menginap,yang berjarak hanya 10 menit jalan kaki. Guna yang sudah kembali duluan,kini ia sudah tertidur pulas tanpa menghiraukan kedatangan Arya .


"woeee,lo main tidur aja !" seru Arya dengan melempar bantal sofa kewajah Guna .


"hmmm,lo ganggu aja!" serunya dengan mata masih terpejam .

__ADS_1


Mereka akhirnya tertidur di bed masing - masing. mereka tidak hanya menginap di hotel yang sama ,namun merek juga tidur di kamar yang sama .Hanya saja dengan bed yang berbeda . Malam semakin larut ,dimana setiap insang tengah menikmati istirahat mereka . Lalu menuju ke alam mimpi masing - masing .


Beda halnya dengan sepasang pengantin baru tersebut .Mereka hanya berada diranjang yang sama,namun mereka masih saling terdiam .Aril menatap wajah cantik istrinya dengan lembut ,lalu ia mendekati istrinya . Lina yang menyadari itu,ia hanya tersenyum dan tersipu malu ,ia juga menatap lembut wajah sang suami . Aril mengecup lembut bibir Lina dan membelai rambutnya .Lina hanya menerima kecupan itu .


"Bisakah kita melakukannya sekarang ?" tanya Aril meminta persetujuan dari Lina,ia sengaja berbisik di telinga Lina ,supaya Lina bisa merasakan hembusan segar nafasnya .


"Bisa! tapi perlahan ya,karena ini pertama kalinya !"sahut Lina mengangguk,ia ragu karena ia akan merasakan sakit yang luar biasa seperti apa yang ia dengar dai teman - temannya .


"Aku kan melakukannya perlahan sayang! " kembali Aril berbisik di telinga Lina ,yang membuat tubuh Lina geli .


Aril lalu mengecup bibir Lina ,mereka saling mengecup bergantian hingga lidah mereka beradu di rongga mulutnya . Akhirnya mereka melakukan kiss lip yang lama ,lalu Aril menurunkan posisi bibirnya ke leher Lina yang membuat Lina mendesah . Aril juga meninggalkan beberapa jejak kepemilikan dileher sang istri , Lina hanya mendesah menikmati sentuhan lembut di setiap jengkal tubuhnya yang dilakukan oleh Aril perlahan namun mampu membuat Lina mendesah .


Pertarungan ranjang pun terjadi ketika mereka sama - sama tidak mampu menahan hasrat mereka . Sesaat akan menuju puncak ,mereka mengerang bersamaan dengan desahan yang nikmat dan mendalam. Karena mereka melakukannya atas dasar saling mencintai satu sama lain,bukan dengan paksaan . Setelah selesai dengan ritual malam pertamanya,mereka membaringkan tubuh di ranjang yang penuh dengan kelopak bunga mawar ,mereka bersebelahan. Lina menutup wajahnya menggunakan selimut,karena ia masih malu .


"Terimakasih sayang! kamu memberikannya untukku . Kenapa kamu malu? bukannya kita tadi sudah melihat tubuh polos kita ? Aril mendekati istrinya lalu mendaratkan kecupan di kening sang istri .


"Aku masih malu sayang,dan sekarang anu ku sakit !" titah Lina yang kini tersenyum malu ,akan pernyataannya.

__ADS_1


"Maaf! tidurlah,sudah malam ,kamu pasti lelah!" titah Aril yang sekarang menjadikan lengannya sebagai bantal untuk istri tercintanya .


__ADS_2