
...Dengan cepat dia berjalan menuju Ji Youra kemudian menarik tanganya. Park Jung-Su tak terima dengan perlakuan kasar tersebut, sehingga dia menarik kembali tangan Ji Youra. Ji Youra, merasa ada yang salah denganya mengapa tiba-tiba dia menjadi segusar itu....
"Apa yang kau lakukan," seru Ji Youra.
"Kau...!" tunjuk Shin Hye.
...Ji Youra yang melihat ketidak jelasan dari Shin Hye, jadi dia kembali mengajak Park Jung-Su untuk masuk ke dalam mobil....
"Hei ! Ibumu mencarimu," teriak Shin Hye.
Mereka menghentikan langkahnya. Ji Youra menoleh, lalu mendekat padanya dan berkata, "lalu kenapa jika mencariku?" tatapnya kepada lelaki bertubuh tinggi jenjang itu.
"Pulang bersama ku."
"Lebih baik kau urus dirimu jangan ikut campuri urusan ku," jawabnya.
"Aku minta maaf."
Ini kali pertama Ji Youra mendengar ucapan maaf dari Shin Hye, yang membuat bulu badanya merinding. "Kau, maaf untuk yang mana?" jawabnya mengangkat alis.
"Aku..."
"Aku...?" balasnya mengangkat kedua alis.
"Pokoknya ikut aku," Shin Hye dengan paksa menarik tangan Ji Youda lalu di tahan oleh Park Jung Su.
"Lepaskan," ucap Jung Su bermuka dingin datar.
"Jangan ikut campur," balanya.
"Bukankah dia berkata bahwa kau jangan mengikut campur urusannya, mengapa kau masih keras kepala juga."
...Ji Youra, dengan rela melepas tangan Shin Hye. Sebenarnya dia hanya ingin mendengar ucapan maaf dari Shin Hye dalam kejadian fitnah tentang kasus korupsi tersebut, tapi ternyata yang dia dapatkan adalah sesuatu hal yang tidak ada kejelasan darinya. Dia pun pergi bersama Park Jung-Su, dan tidak menggubris atau menoleh ke belakang ke arah Shin-Hye. Dari situ Shin-Hye merasa tersakiti. Tiba-tiba ada perasaan kehilangan yang muncul di mana itu membuat badanya terasa lemas seketika. Dia menghela napas dan berjalan kearah mobilnya sambil mengingat semua kenangan bersama Ji Youra selama ini....
__ADS_1
...****...
Di esok hari dalam kantor Royal Palace.
"Hei, kau! Aku tidak pernah melihat direktur Shin Hye dan Shin Dong Min di dalam perusahaan akhir-akhir ini. Kemana mereka berdua," ucap Suun Hee.
"Bertanya padaku? Lalu aku bertanya pada siapa emangnya aku bos mu? Mimpi menikah sama mereka saja belum terbesit dalam benak ku sekalipun bisa, mana mungkin mereka menerima aku," balas Myun-Ok.
"Mungkin bisa."
"Caranya?"
"Seperti Ha-Neul," balas Shuun Hee.
"Aku tak sepicik dia."
...Aera dalam keseharianya dipenuhi dengan perasaan bersalah yang sangat besar karena, dia telah melakukan hal-hal yang buruk kepada seseorang yang harusnya dia bantu dari awal. Karena dia merasa bingung dan tidak bisa membiarkan hal ini berkepanjangan terus menerus dia berniat untuk menemuinya dengan menghubungi melalui whatsapp yang dia simpan secara diam-diam minggu lalu....
"Ada apa kau ingin menemui ku?"
Aera, menarik nafas dalam-dalam mempersiapkan segala hal yang dia ingin ucapkan kepada Youra. "Aku ingin menjelaskan semua padamu," ucapnya tulus pada wanita blesteran eropa itu.
...Ji Youra, menyandarkan tubuhnya ke tempat duduk kemudian relax. Mereka berdua duduk bersandingan menghadap air yang keluar dari bawah kemudian terangkat ke atas, dimana air tersebut berwarna rainbow dari cahaya lampu penerangan di bawahnya....
"Sebenarnya kau sungguh tak bersalah atas kasus korupsi kemarin." Aera tak mendengar jawaban apapun darinya kemudian menoleh dan dia bertanya, "kau tak ingin bertanya padaku?" ucapnya dengan rasa heran.
...Ji Youra, hanya membalas dengan ayunan tangan ke depan dengan wajah datar, ayunan itu tanda silahkan untuk melanjutkan pembicaraan tersebut....
"Aku... aku melakukanya karena orang tuaku berpisah, dan aku harus menghidupi ayahku yang cuman berjudi, juga kedua adik ku yang masih sekolah. Dia karena perjudian menjadi tak waras, dia hanya minum dan terus minum, karena hutangnya yang telah merambah ke mana-mana."
"Ha Neul, yang menyuruh mu?"
"Dari mana kau tahu?"
__ADS_1
Youra mendekat, menepuk pudak Aera lalu menjawab, "kau tak perlu risau dan lakukan apa yang harus kau lakukan sekarang. Aku sudah tahu segalanya dari awal, hanya saja beginilah cara ku untuk masuk ke dalam permainannya. Jika kau tulus kepada ku jangan kecewakan aku maka, aku akan membantu mu di kemudian hari. Sekarang cukup kau lakukan apa yang harus kau lakukan, dan jangan banyak berpikir yang tidak-tidak tentang hari esok." Ucapnya menatap tajam meyakinkan kepada Aera, yang tengah gelisah dan ketakutan di hari itu.
"Ya. Aku mengerti," jawabnya tersenyum.
...Setelah itu Park Jung-Su menjemputnya di taman kota tersebut, karena waktu yang telah di tentukan selesai. Sesuai janji yang mereka buat bahwa Youra, tidak boleh keluar lebih dari batas satu setengah jam. Di sanalah pertemuan Aera dan Park Jung Su di mulai. Aera, sangat ingat betul bahwa lelaki itu yang tahun lalu membantunya saat pulang kerja dari para penjahat yang ingin mencuri harta bendanya. Kemudian pertemuan kedua, saat Aera akan pulang kerja menggunakan transportasi umum. Mereka duduk sejajar yang tanpa sengaja menoleh karena membantu ibu tua yang keranjang buahnya jatuh tepat di samping dudukan mereka. Tempat dudukan itu berseberangan dan keduanya saling bertemu di sana untuk kedua kali lalu terpisah. Dan siapa yang menyangka bahwa, mereka akan dipertemukan kembali untuk yang ketiga kalinya tepat di taman kota yang ternyata, dia adalah kepercayaan dari Ji Youra....
...Namun di sana Park Jung-Su tak mengingat sama sekali tentang sosok Aera tersebut. Tatapannya tetap datar dan dingin seperti biasa....
"Nona, waktunya kembali." Youra, membalas dengan sebuah anggukan.
"Aku pergi dulu," ucapnya pada Aera.
"Ya."
...Aera, hanya mampu melihat punggung lelaki yang telah lama dia cari tersebut. Alangkah bahagianya dia saat dia bertemu dengan lelaki itu lagi yang mana ternyata, dia begitu dekat dengan orang yang dia pilih selama ini. Dia sadar bahwa telah menuju di jalan yang tepat untuk suatu hal yang ingin dia kejar....
...*****...
"Apa Boomin sudah menghubungi Inggrid?"
"Sudah. Nyonya sudah di rumah anda nona."
"Apa yang dia katakan."
"Dia merindukan mu, dia bertanya mengapa kau tiba-tiba pergi."
"Lalu..."
"Hanya itu saja info yang saya dapat."
"Aku tak dapat menemuinya sekarang rawat dia dengan baik. Aku harus menyelesaikan masalah ku terlebih dahulu, karena sudah aku mempersiapkan segalanya untuk mereka. Bagiku, mereka orang-orang licik harus memakan semua perbuatan mereka sendiri."
...Hari itu pun berlalu begitu saja. Siapa yang mengira bahwa gadis yang terlihat lemah, cengeng, kutu buku, dan selalu menurut ternyata adalah, sosok yang begitu kuat dan juga sangat cerdas. Dia dapat mengeksekusi semuanya dalam satu kali tebasan....
__ADS_1