Merah Jambu Di Benua Asia (Seoul & Alvy)

Merah Jambu Di Benua Asia (Seoul & Alvy)
27. 1x pertemuan maut


__ADS_3

...Hari janji temu telah tiba sesuai yang di buat dalam jadwal keduanya. Shin Hyun, dan sekretarianya datang menemui Ji Youra di kantor Heynagrid. Dia mengenakan baju hitam, berjas putih menawan, dan celana formal hitam, serta hells hitam yang memiliki corak kemerahan. Rambutnya di ikat kuncir kuda dengan rapih tanpa ada anak rambut yang keluar....


"Apa kau menunggu lama," tanya Youra.


"Tidak. Aku juga baru sampai di sini."


"Selamat datang di Heynagrid," salam Ji Youra berjabat tangan.


"Ya. Terima kasih sudah menerima aku untuk bertemu dengan mu disini."


"Sama-sama," balasnya senyum.


"Apa yang harus ku lakukan? Kenapa dia hanya jawab begitu?" gerutu Shin Hyun dalam hati. "Kurang Aj** kau Shin Hye. Awas! tunggu saja pembalasan ku." Omelnya dalam hati yang tidak tahu harus memulai pembicaraan apa pada Ji Youra, karena sikapnya yang tak banyak bicara.


"A...Aku kesini ingin mengajak mu untuk membicarakan apakah kau mau mempromosikan parfume mu dengan model-model milik ku," tanya Hyun yang cukup ragu.


"Boleh."


"Itu saja," jawab Hyun mengangkat kedua alisnya.


"Ya. Apa lagi...?"


"Kalau begitu bisakan kau datang ke Galaxy Model untuk memilihnya."


"Itu terserah kau saja," balasnya.


"Maksutnya, kau menerima permintaan ku jika aku menyuruh mu datang dan memilihnya langsung?"


"Ya."


"Mudah sekali," ucap dalam hati Shin Hyun dengan gerakan mata terangkat satu.


"Oh, terimakasih."


"Sama-sama."


"Oh, ya."


"Apa lagi..."


"Kau akhir pekan ini mau kemana? Oh, oh... maksutnya sebagai ucapan terima kasih ku karena kau sudah mau menerima kerja sama ini, dan juga mau untuk memilih modelnya langsung di tempat ku. Aku ingin mengajak mu makan malam bersama." Ucap Shin Hyun, senyum kecil.


"Aku akan ke Swedia."


"Huh...! Bukankah Shin Hye, sudah menggagalkanya?" ucap Shin Hyun dalam hati.


"Waw...kau ke Swedia. Menemui siapa?"


"Teman lama ibu ku."

__ADS_1


"Oooh... iya, hati-hati jika begitu."


"Jika sudah tidak ada yang dimakan lagi ma kita akhiri dan"


"Tunggu...!" Shin Hyun, memberhentikan ucapan Ji Youra dan segera sadar untuk mencari topik lain."


"Apa?"


"Apa aku boleh tau, kau suka makan apa? Ooh... ini untuk aku bisa persiapkan jika kerja sama kita menghasilkan hasil yang sangat memuaskan," ucapnya berkeringat.


"Apa saja aku suka..." jawab Ji Youra, senyum.


"Apa kau suka coklat?"


"Tidak."


"Lalu?"


"Vanila."


"Apa kau suka kopi?"


"Ya, cappucino."


"Kau suka warna apa?"


"Apa kau sudah punya pacar...?"


"Ooohhh...menurut mu...?"


"Menurut ku..." ucap Shin Hyun berpikir dengan menunjuk satu jari telunjuk ke dagu. "Adalah menurut mu," sambungnya menjawab Ji Youra.


"Ya... menurut ku kau sedang mencari informasi tentang pribadi ku, dan bukan sekedar untuk berbisnis saja. Apa aku salah...?"


ucap Ji Youra mendekat melewati meja. Mereka berdua sedang duduk berhadapan di meja bundar yang besar.


"Tidak! Itu tidak benar."


"Baiklah," Youra mengambil apel merah lalu membelahnya, "jika kau berbohong nasib mu akan seperti apel ini." Sambungnya lagi memakan apel yang tertancap di ujung pisau.


...Hal itu sontak membuat Shin Hyun takut, hingga badannya gemetar dan dia mengambil keputusan untuk segera menyelesaikan pertemuan hari ini....


"Kurang ajar kau Shin Hye. Menyuruh ku masuk ke kandang singa. Tunggu pembalasan dariku, segera! Jika aku mati, maka kau juga akan ijut mati di kandang singa betina." Ucap Shin Hyun di dalam mobil sambil meremas tangan sekretarisnya hingga memerah.


"Nona, tangan ku sakit."


"Diam! Kau harus ikut mati," ucapnya yang masih ketakutan.


...Sekretaris Shin Hyun hanya pasrah dengan perlakuanya hari itu. Dia merasakan tanganya hampir saja terputus karena telah di kremas-kremas serta di tarik-tarik oleh Shin Hyun menggunaka tenaga yang cukup besar sebagai seorang wanita....

__ADS_1


Malam hari di dalam Club malam.


...Shin Hyun sedang mabuk-mabukan sendiri di Club XXXX di Distrik Gangbuk....


...Malam itu tepat pukul 3 dini hari....


"Kau cari adik mu sampai ketemu. Bawa dia kemari, jika tidak maka kau yang akan ku cambuk." Ucap Ibu dari Shin Il.


"Baik."


...Shin Il telah mencarinya kemana-mana namun tak menemukanya. Dia telah meminta bantuan kepada yang lain. Mereka pun juga tidak dapat membantu karena tidak bertemu dengan Shin Hyun seharian, dan yang hanya bertemu dengannya adalah Shin Hye. Tapi, Shin Hye juga tak bisa membantu karena dia tak tahu menahu tentang Shin Hyun, lalu dia menyarankan untuk mencarinya di klub malam sekitar Gangseo. Karena keluarga Shin berkali-kali menemukannya di sana saat dia sedang mendapatkan masalah besar. Namun, pada saat Shin Il mencarinya, dia tak menemukanya di sana....


"Kemana perginya kau bocah tengil," gerutuan Shin Il di dalam mobil.


...Selang beberapa menit Shin Hyun memposting foto di Instagram yang tanpa sengaja dia lupa untuk mematikan GPS sehingga, Shin Il dapat mengakses ke tempat dirinya berada....


"Pulang...! Apa yang kau lakukan di sini," ucap Shin Il padanya saat telah sampai di club XXXX Distrik Gangbuk.


"Aaaakkkkhh...lepas!" teriak Shin Hyun.


"Uuuh...!! Kau... Berapa banyak alkohol yang telah kamu minum?"


"1, 2, 3, 1,eheheheheh, 1 aaa..10." Ucapnya yang ngelantur.


"Pulang."


"Tidak. Aku tidak mau pulang."


"Kenapa?"


" Aku benci jika harus bertemu denganya."


"Siapa?"


"Shin Il kang bacot...! Hahahahaha..."


"Dasar."


"Apa kamu tahu, selama ini aku mengkhawatirkanya, karena dia tidak pernah memperlihatkan batang hidungnya yang besar itu padaku. Namun, pagi ini tiba-tiba dia malah berkata kasar padaku. Dasar tidak punya hati!"


...Shin Il hanya terdiam, kemudian menggendong adiknya itu dan membawanya pulang ke kediaman Shin tanpa luka....


...Sesampainya di rumah Shin Il di hukum cambuk oleh ibunya karena telat membawa Shin Hyun kembali dari jam yang telah ditentukan mereka berdua tiba tepat pukul 5 pagi. Dan kejadian itu di saksikan oleh para pelayan keluarga Shin....


...Istana keluarga Shin dibagi menjadi 3 bagian, yang pertama, kediaman utama keluarga Sin yang kedua, kediaman pewaris keluarga Sin yang ketiga, kediaman menegah keluarga Shin...


...yang keempat, kediaman terakhir keluarga Shin...


...dan yang kelima, kediaman para bwahan keluarga Shin....

__ADS_1


__ADS_2