
...Ke esokan harinya, dia mempersiapkan apapun yang akan terjadi di malam nanti karena hari ini dia akan di perkenalkan oleh Shin-Hye untuk ke kediaman Shin, sehingga Ji Youra sangat-sangat mempersiapkan mentalnya....
"Bagaimana ini, aku harus membeli yang berharga."
''Bukankah ini berlebihan?? Sedangkan dia hanya menyuruh mu untuk mempersiapkan mental saja," jawab Park Jung-Su.
"Ini juga termasuk dari kesiapan."
...Akhirnya mereka berdua melanjutkan untuk memilih barang sebagai oleh-oleh yang akan di berikan kepada kakek Shin-Hye dan juga calon mertuanya....
...Dia mendapatkan oleh-oleh untuk sang kakek yaitu, syal kain tenun dan mendapatkan oleh-oleh untuk calon mertuanya yaitu, kalung berlian. Dia juga meminta bantuan dari para pelayanya untuk membuatkan sebuah kue yang paling enak dan ada kombinasi dari buah-buahan, serta dia meminta bantuan kepada Vina untuk membuatkan buket bunga yang indah dan besar....
...Ji- Youra, berhasil mempersiapkan segala kebutuhanya untuk malam nanti sampai Shin Hye datang untuk menjemputnya....
"Apa kau gerogi," tanya Inggrid.
"Ya."
"Tarik napas lalu buang, ulangi berkali-kali. Maka kau akan relax," ucap Inggrid.
"Apakah kau sudah kontrol bu?"
"Ya, sudah."
"Bagaimana?"
"Baik-baik saja."
"Waah... syukurlah."
Inggrid, hanya menjawab dengan tersenyum sayu. Dia menyembunyikan suatu hal besar dari putrinya itu.
"Tin..tin.." suara klakson mobil.
"Sudah tiba, jaga diri baik-baik."
"Baik."
__ADS_1
...Mereka berdua akhirnya melanjutkan perjalanan menuju kediaman Shin....
"Apa yang kau bawa, ini berlebihan."
"Tidak...! Ini adalah persiapan ku."
"Haaah... ya sudah."
...Sesampai di sana, matanya menatap gemerlap istana yang megah berwarna putih, dan memiliki ornamen-ornamen yang elegan. Dia sempat berpikir mengapa di kediaman ini di lakukan pembagian kediaman, namun saat dia melihat langsung ternyata Ji Youra dapat memahaminya dengan pikiran terbuka. Shin Hye, membawanya masuk dan memperkenalkannya kepada kepala keluarga kebesaran serta ayah ibunya yang tengah menunggu di ruang keluarga bersama keluarga besar Shin yang lainnya....
"Wuu, curang! Mainya keroyokan." Ucapnya dalam hati yang tubuhnya meng-kaku.
...Shin Hye menggandeng tanganya, namun dia merasa ada yang aneh karena Ji Youra tak bergera. Shin Hye, tetap tersenyum kearah keluarga besar Shin sambil menarik-narik tangan Ji Youra....
"Kau kenapa? Sadar, ada aku di sini. Lihat aku jangan lihat mereka."
...Seketika itu Ji Youra menjadi bodoh dan terlihat culun. Dia benar-benar hanya menatap ke arah Shin Hye saja sampai terduduk di sofa....
"Kau kenapa nak," ucap Shin Whan.
Ji Youra, menoleh. "Tidak apa tante," jawabnya menunduk."
"Hahahah..." tertawaan dari seluruh keluarga Shin.
...Ji Youra, seketika itu terkejut karena dia pikir akn menjadi kaku dan formal saat bertemu dengan mereka semua....
"Ya, sudah yang lain bisa kembali ke kediaman masing-masing."
"Baik Ayah."
...Kini hanya Ji Youra dan kepala keluarga kebesaran saja yang berada di tempat, karena dia ingin berbicara dengan Ji Youra saja....
"Oh, kakek. Saya tadi membawakan oleh-oleh untuk mu. Ini..."
"Apa ini?"
"Syal kain tenun yang hangat. Cocok untuk kakek."
__ADS_1
"Waah... kau perhatian sekali. Tapi, apa kau tahu aku membawa mu kemari empat mata untuk apa?"
"Ti...tidak kek."
"Hhhmmh..."helaan napas Shin Yong-Ju. "Kaoan tanggal pernikahanya. Aku ingin meniman cucu," sambungnya.
"Ha..hah. Ini terlalu, ah...bukan. Itu nanti akan saya bicarakan lagi kepada om dan tante, kek."
"Oo...ya ya. Ya sudah kau boleh pergi ke kediaman 1 untuk menemui keluarga baru mu."
"Ba...baik."
... ...
...Saat Ji Youra, sampai ke kediaman pertama dari keluarga Shin, dia terkejut dengan sikap dari kedua orang tua Shin Hye, yang mana ekspektasinya di awal tidaklah benar. Ayah dan ibu dari Shin-Hye adalah, orang yang humoris serta hangat sekali, dia welcome kepada Ji Youra. Bahkan mereka tidak bertanya tentang asal-usul ataupun tentang kekayaan Ji Youra, mereka hanya bertanya tentang motivasi hubungan mereka kedepannya. Semakin keduanya akrab semakin Ji orang merasa dia telah menemukan keluarga baru yang memang menerima dia tidak melalui fisik, pangkat, harta, atau kekayaan, melainkan mereka hanya mengaharap ketulusan, dan penerimaan di tempat barunya tersebut....
"Kau malam ini tidur sini," ucap Shin Hye.
"Hah! Apa?"
"Kakek yang menyuruh mu. Bukan aku," balasnya.
"Tapi, itu belum persetujuan ku."
"Yan begitulah kakek. Tidak bisa jika kemaunaya di tolak."
"Lalu..."
"Sudahlah, semua sudah di persiapkan. Dan besok kau akan ku ajak ke tempat yang kubicarakan kemarin."
"Benarkah?"
"Apa aku terlihat berbohong?
"Tidak."
"Oke. Tapi, kalo ingin ke sana harus bangun pagi-pagi sekali."
__ADS_1
''Baiklah."
...Hari bahagia itu berakhir begitu saja. Dan Ji Youra beristirahat sembari menunggu di hari esok....