
...Di dalam keluarga Shin, dia menjadi panutan dan di segani oleh seluruh kebesaran Shin. Namun Shin Hye, hanya luluh kepada tuan besar yaitu, kepala keluarga Shin yang telah sepuh atau kakek dari Shin Hye yang bernama Shin Yong-Ju....
...Shin Yong-Ju, sangat adil dalam pembagian harta pada anak maupun. Saat ini dia tengah menagih janji pada cucu-cucunya tentang sebuah ikatan janji suci yang telah lama di bicarakan di keluarga Shin....
#Ruang pertemuan keluarga kediaman Shin.
Tatapanya tajam mengarah pada anak-anaknya di ruangan besar itu. "Aku menagih janji," ungkapnya secara sepontanitas.
"Apa itu Ayah," ucap Shin Bi selaku Ayah dari Shin Hye.
"Apa kalian sudah lupa?"
Mereka saling menatap satu sama lain lalu di sambung menjawab pertanyaan dari kepala keluarga kebesaran, jawaban dari Ayah Shin Dong-Min yaitu, Shin Bong. "Kami bukan lupa Ayah, tapi kami tengah mempersiapkan yang terbaik agar Ayah tidak kecewa dengan janji sebuah pernikahan," jawabnya menyelesaikan masalah.
"Ayah, Shin Hyun sudah siap." Sela dari ibu Shin Hyun yaitu, Jin Ae yang kini menjadi nama Shin Jin.
"Hsst...!" sela Ayah Shin Hyun yaitu, Shin Bae lalu dia menyambung ucapan pada kepala keluarga kebesaran, "tidak Ayah! Itu tidak benar. Shin Hyun maupun Shin Il masih belum ada kesiapan diri."
"Jika Shin Dong-Min. Bagaimana?"
"Mohon maaf Ayah, Shin Dong-Min tengah terapi untuk penyakit mysophobianya."
"Ya, ya. Khusus kau dan anak mu tidak akan aku tanyai. Fokuslah pada penyembuhan."
"Baik, Ayah."
"Selanjutnya bagaimana dengan Shin Hye?"
"Ayah seperti yang lain. Shin Hye, juga masih belum ada kesiapan."
"Kau tanyakan lagi padanya, dia bilang pada ku sudah ada pasangan."
"Apa?"
Semua kepala keluarga tercengang mendengar berita itu.
"Suami ku, apa itu benar." Ucap istri dari Shin Bi yaitu, Kim Whan yang kini menjadi Shin Whan. Dia bertanya tentang kebenaran bahwa Shin Hye telah mendapatkan calon menantu. Shin Bi, hanya membalasnya dengan gelengan kepala saja kepada istrinya itu.
"Lalu Shin Il, bagaimana?"
"Ayah, dia masih terlalu labil untuk sebuah komitmen. Apalagi dia suka main kesana-kemari," jawab Shin Jin.
"Diam. Biarkan anak ku yang menjawab."
"Aku sependapat dengan istri ku."
"Kapan kau akan memiliki pendapat sendiri. Coba dekati Shin Il, dia juga anak mu."
"Baik, Ayah."
__ADS_1
"Sudah. Kalian kembali dan tanyakan pada anak-anak kalian semua."
"Baik, Ayah." Ucap mereka bersamaan lalu kembali ke kediaman masing-masing.
...Shin Hye, gemar sekali bermain ke rumah Ji Youra. Dia juga telah meminta ijin pada Inggrid, untuk memperkenalkan Ji- Youra pada keluaraga besarnya yaitu, Shin....
"Apa kau suka dengan service ku," ucapnya di meja makan.
"Kau bisa masak?"
"Coba saja."
Saat Ji- Youra mencicipi makanan dari Shin Hye, "lumayan... ku pikir orang kaya tidak bisa masak."
"Kau salah, aku malah sering masak dan ke pasar."
"Oh, ya?"
"Ya. Besok kau akan ku ajak ke tempat itu."
"Boleh..."
"Hey... apa kau tidak ingin pulang. Kau di sini terus."
"Waahh... tidak!! Aku lebih nyaman di sini bersama mu."
"Mengapa?"
"Apa itu juga yang membuat Shin Il menghilang."
"Ya, bisa jadi."
"Kau kenapa?"
"Apa??"
"Mengapa saat bertanya tentangnya kau murung?"
"Karena aku tidak bisa membantu."
"Lalu bagaimana dengan mu di kediaman mu."
"Kediaman ku baik-baik saja, tidak seperti kediaman keluarga ke-3."
"Tempat Shin Il?"
"Ya."
"Lalu tanggung jawabnya."
__ADS_1
"Masing-masing kediaman memiliki tanggung jawab yang berbeda termasuk aku. Karena, aku pewaris maka aku memiliki tanggung jawab besar di keluarga Shin."
"Apa?"
"Banyak hal. Lain hari saat kau jadi istri ku kau akan tahu jawabanya."
"Apa kau sudah yakin?"
"Yakin. Bagaimana dengan mu?"
"Karena aku sudah mendapatkan semuanya, jawaban ku sama seperti mu yakin."
"Bagaimana jika kita bertunangan?"
"Aku... aku belum mengenal keluarga Shin."
"Bagaimana jika besok setelah makan malam main ke kediaman ku."
"Hmm.. apa yang harus ku persiapkan?"
"Mental."
...Ji-Youra, kemudian merasakan detak jantung yang tidak karuan membayangkan orang tua dari Shin Hye yang menyeramkan bak harimau....
"Yang paling dominan siapa?"
"Kepala keluarga kebesaran, dia kakek ku."
...Lagi-lagi Ji-Youra membayangkan kakek Shin Hye yang ingin menerkamnya bak kuda nil kelaparan....
"Apa aku boleh berpikir sejenak untuk main ke tempat mu."
"Kenapa? tenang saja mereka riang-riang ganas."
...Ji-Youra kemudian membayangkan kakek fan orang tua Shin Hye yang di maksut dengan riang-riang ganas menurut pandangan Ji Youra adalah seperti psikopat....
"Apa aku harus menyiapkan daging," tanyanya dengan 'keringat dingin' memelotot kedepan.
"Boleh," jawab Shin Hye yang santai melihat bunga-bunga.
"Daging..."
"Sapi," jawab Shin Hye. Lalu dia menoleh ke arah Ji Youra, "hey...! Kau kenapa berkeringat penuh."
"Apakah keluarga mu sekejam dan semenakutkan itu," tanyanya mengarah pada Shin Hye."
"Huahahah...kau membayangkan apa?"
"Menyeramkan, menerkam, riang-riang ganas."
__ADS_1
"Hahaha...hahahah. Kau salah paham. Maksut ku, ah! sudahlah kau akan lihat nanti. Mereka lembut dan baik."