
Hari Sabtu, yang telah di tentukan pun tiba. Mereka berdua akhirnya melakukan pemberangkatan berasama ke Benua Eropa Utara tepatnya di Swedia. Ji Youra, memiliki tujuan untuk membawa Vina dan kelima anaknya ke kediaman Ji. Lalu Shin Hye...
"Aku tidak punya tujuan."
"Apa...?"
"Lalu untuk apa, kamu membeli 2 tiket dengan tujuan kemari?"
"Memang ku persembahkan untuk mu."
Ji Youra tidak bisa berkata apa-apa, mukanya memerah, di situ terdapat perasaan jengkel namun senang.
"Aku ikut dengan mu. Apa kau tega membuat ku kesasar di sini," ungkapnya dengan pasang muka memelas.
Ji Youra menatap tak tega. "Baiklah... ikutlah dengan ku tapi jangan merepotkan ku."
"Baik."
"Kita akan beristirahat 1 hari di sana kemudian balik lagi ke Seoul."
"Kemana?"
"Kerumah Vina, teman ibu ku."
"Baik, tuan putri." Jawabnya tersenyum mengarah pada Ji Youra ๐.
"Hum..." jawab Youra memalingkan wajah โบ.
Bandar Udara Stockholm-Arlanda
"Halo... ini Youra. Aku sudah sampai di tempat, aku akan mencari taxi dan datang ke tempat mu."
"Tidak perlu, anak ku akan menjemput mu menggunakan roda 2."
"Tapi aku bersama teman ku."
"Baiklah...kalau begitu. Hati-hati..."
__ADS_1
"Oke."
"Mereka tinggal di mana?"
"Tinggal di daerah bangunan abad ke-17 Kota Tua Stockholm. Cukup dekat dengan Stasiun Metro Gamla Stan."
"Ohh...begitu."
"Kau pernah ke mana saja," ucapnya untuk mendinginkan suasana yang beku hari itu.
"Em... aku tidak pernah kemana-mana."
"Bukankah kau pernah tinggal di Canada?"
"Oh, itu iya... em, hanya sebatas tinggal sementara untuk berbisnis."
"Ohh."
Mereka berdua kini telah menaiki sebuah taksi untuk menuju ke tempat tinggal Vina.
"Selamat siang, semua..."
"Kak Youra."
"Waah....tampan sekali pria kaki jenjang itu," ucap anak ke-2 Vina, yang bernama Christy.
"Youra... siapa dia," tanya Vina.
"Dengan sigap Shin Hye memperkenalkan diri dan berkata, "pacarnya."
Hal itu sontak membuat Ji Youra kaget dengan pernyataanya itu kemudian, dia berusaha menjelaskan pada semuanya namun di gagalkan oleh Shin-Hye dia berbisik kepadanya, "jika kau berkata aku bukan siapa-siapa mu, maka kau akan membuat repotasi mu hancur di sini seketika."
Ji Youra, akhirnya melakukan kerja sama yang baik denganya mulai hari itu di Swedia sebagai pasangan kekasih. Mereka semua melanjutkan kegiatan dan bersih-bersih badan.
...Luna, anak ke-5 bayi mungil 3 tahun....
...White, anak ke-4 anak jahil 8 tahun....
...Sarah, anak ke-3 gadis tomboy 15 tahun....
__ADS_1
...Christy, anak ke-2 remaja masa kini 21tahun....
...Xelyna, anak pertama dewasa cuek 25 tahun....
...Shin Hye, genap usia 29 tahun dan Ji Youra genap usia 27 tahun. Mereka menikmati malam minggu di Swedia dengan damai....
"Langitnya indah..." ucap Shin Hye yang mendekat ke arah Ji Youra, yang mana Youra tengah menatap bintang di atas langit malam.
"Ya."
"Aku menemukan anggur di ruang tengah. Apa kau mau?"
"Milik siapa?"
"Sepertinya milik Christy atau Xelyna."
...Ji Youra, ikut meneguk anggur itu. Malam itu mereka berdua meminumnya di atas balkon hingga mabuk. Ji Youra mulai ngelantur ucapanya, sampai dia memaki-maki Shin Hye....
"Apa kau membencinya?"
"Shin Hye...? Em," angguk Ji Youra. "Tapi aku merasakan berbeda di sini." Lanjutnya lagi.
"Apa itu?"
"Aku membencinya karena dia tidak meminta maaf padaku akibat telah menuduh ku melakukan korupsi di tempatnya. Padahal aku dengan berbaik hati telah menyelesaikan kasus tersebut, namun ketika aku bertemu denganya aku merasa jengkel tetapi itu tidak kata hati ku hanya sebatas mulut ku karena, hati ku selalu bahagia di dia ada dia di samping ku."
...Shin Hye yang mendengarnya pun akhirnya berbunga-bunga hatinya dari pernyataan tersebut. Karena hari sudah larut makasih membopongnya ke dalam kamar. Saat dia menjatuhkan Ji Youra ke tempat tidurnya tanpa sengaja bibir mungilnya menyentuh bibir Ji Youra. Dia yang terkejut langsung menghindar, jantungnya berdegup kencang. Dia mengalihkanya dengan berpikir positif tentang jantung itu yang mungkin karena sedang mabuk ringan. Tiba-tiba tangan Ji Youra meraih tubuhnya yang membuat Shin Hye terjatuh tepat di samping tubuhnya....
"Apa ini..." ucapnya dalam hati.
Ji Youra menggumam, "aku mencintai mu..."
"Apa," tanya Shin Hye.
"Kepala Wortel, bodoh!"
"Kau..."
"Aku mencintai mu..." matanya terbuka mendekat ke bibir Shin Hye dan mereka berdua melanjutkanya dengan berciuman bi*** di malam itu.
__ADS_1
...Di balik cat putih tembok terdapat bayangan keduanya yang begitu mesra satu dengan yang lain. Shin Hye, untung saja dapat mengontrol diri dan segera bangun lalu mengguyur diri dengan air dingin. Dia terus terngiang-ngiang hari ini. Walau tak terjadi apa-apa tapi keduanya berciuman bi*** begitu lama di atas kasur. Jantungnya kembali berdegup kencang seperti akan lepas dari tempatnya, dia berusaha menenangkan dirinya....
...Malam itu dia kembali ke kamar Ji Youra untuk menemaninya tidur, dia tidur di sofa kecil tepat berada depan kasur Ji Youra....